Ternak Tani – Dalam dunia peternakan kambing, kualitas bibit menjadi penentu utama keberhasilan usaha. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), bibit yang unggul akan menurunkan sifat genetik baik kepada keturunannya, seperti pertumbuhan cepat, daya tahan tinggi, dan produktivitas susu atau daging yang lebih baik.
Jika peternak asal memilih kambing tanpa memperhatikan kualitas bibit, hasilnya bisa mengecewakan: pertumbuhan lambat, mudah sakit, dan sulit berkembang biak. Maka, sebelum mulai beternak, penting untuk belajar mengenali ciri bibit kambing yang unggul dan sehat.
1. Kenali Tujuan Beternak Terlebih Dahulu
Sebelum membeli bibit, peternak harus tahu dulu tujuannya. Ada tiga jenis usaha peternakan kambing yang umum:
-
Kambing pedaging (seperti kambing Boer, PE, atau Kacang): fokus pada pertumbuhan cepat dan daging tebal.
-
Kambing perah (seperti kambing Saanen atau Etawa): diutamakan produksi susu tinggi.
-
Kambing hias atau kontes: lebih menonjolkan bentuk tubuh dan warna bulu.
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), kesalahan dalam menentukan jenis usaha akan membuat biaya pakan dan perawatan tidak seimbang dengan hasilnya. Jadi, kenali dulu jenis usaha yang ingin dijalankan agar bisa memilih bibit yang sesuai tujuan.
2. Ciri Fisik Bibit Kambing yang Unggul
Ciri fisik merupakan indikator utama dalam memilih kambing. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
✅ a. Postur Tubuh
Bibit kambing unggul memiliki tubuh proporsional dan tegap. Punggung lurus, dada lebar, kaki kuat, dan otot terlihat padat. Menurut panduan Kementerian Pertanian (Kementan), kambing dengan ciri ini biasanya memiliki laju pertumbuhan yang baik dan tahan terhadap perubahan lingkungan.
✅ b. Bulu dan Kulit
Bulu kambing sehat terlihat bersih, mengilap, dan tidak rontok. Jika bulunya kusam atau terdapat luka di kulit, bisa jadi kambing tersebut mengalami penyakit kulit seperti kudis. Warna bulu juga bisa mencerminkan ras kambing—misalnya, kambing PE umumnya memiliki kombinasi warna hitam dan putih yang jelas.
✅ c. Mata dan Hidung
Mata yang jernih dan cerah menandakan kambing sehat. Hindari kambing dengan mata sayu atau berair. Hidung juga harus bersih tanpa lendir. Jika terdapat cairan atau suara napas berat, bisa jadi kambing sedang terkena infeksi pernapasan.
✅ d. Gigi dan Mulut
Perhatikan gigi depan dan gusi kambing. Bibit unggul memiliki gigi rapi dan gusi berwarna merah muda. Gigi ompong atau gusi pucat bisa menjadi tanda kekurangan nutrisi atau usia yang sudah tua.
3. Ciri Perilaku Kambing Sehat
Selain fisik, perilaku kambing juga menunjukkan kesehatannya. Menurut Jurnal Peternakan Indonesia (2022), kambing sehat akan tampak aktif, lincah, dan memiliki nafsu makan tinggi. Saat diberi pakan, ia segera mendekat dan makan dengan lahap.
Sebaliknya, kambing yang sering menyendiri, malas bergerak, atau terlihat lemas bisa menandakan gangguan kesehatan. Peternak sebaiknya menghindari bibit seperti ini karena berisiko membawa penyakit ke kandang.
4. Tips Memilih Kambing Jantan Unggul
Bibit jantan berperan besar dalam menghasilkan keturunan yang berkualitas. Berikut ciri-cirinya:
-
Tubuh kekar dan dada bidang — menandakan kekuatan dan vitalitas.
-
Kaki kokoh dan lurus — penting untuk menopang aktivitas kawin.
-
Testis simetris dan besar — tanda kesuburan tinggi (sumber: FAO Livestock Manual).
-
Tidak cacat pada bagian kaki, mata, atau alat kelamin.
-
Berumur ideal 1,5–2 tahun, saat sudah cukup matang untuk kawin.
Kambing jantan yang sehat biasanya memiliki aroma khas, suara keras, dan gerakan aktif. Hindari kambing dengan nafsu kawin rendah atau menunjukkan perilaku pasif.
5. Tips Memilih Kambing Betina Unggul
Untuk bibit betina, fokus utama ada pada kemampuan reproduksi dan produksi susu (jika digunakan sebagai indukan perah). Ciri-cirinya antara lain:
-
Tubuh tidak terlalu gemuk, tapi padat dan proporsional.
-
Ambing berkembang baik dan tidak ada luka.
-
Paha dan panggul lebar, memudahkan proses melahirkan.
-
Berumur 1–1,5 tahun, ideal untuk pertama kali dikawinkan.
-
Riwayat reproduksi jelas, terutama jika sudah pernah beranak sebelumnya.
Menurut Kementerian Pertanian RI (2020), kambing betina yang sehat bisa beranak 2 kali dalam setahun dengan jumlah anak 1–3 ekor.
6. Pastikan Kambing Sudah Divaksin dan Bebas Penyakit
Langkah penting sebelum membeli bibit adalah memastikan kambing bebas dari penyakit menular seperti scabies, antraks, atau penyakit mulut dan kuku (PMK). Mintalah sertifikat kesehatan dari penjual atau periksa langsung ke dokter hewan.
Sumber dari FAO Animal Health Division menyarankan peternak melakukan karantina minimal 2 minggu bagi kambing baru sebelum digabungkan dengan kambing lain di kandang. Ini penting untuk mencegah penularan penyakit yang tidak terlihat dari luar.
7. Pilih Sumber Pembelian yang Terpercaya
Tempat membeli bibit juga menentukan kualitas. Pilihlah:
-
Peternakan resmi atau kelompok ternak binaan Dinas Peternakan setempat.
-
Pasar hewan dengan pengawasan dokter hewan.
-
Peternak lokal dengan reputasi baik dan bukti vaksinasi kambing.
Hindari membeli kambing dari sumber yang tidak jelas hanya karena harga murah. Kambing dengan harga jauh di bawah pasaran bisa jadi memiliki penyakit atau cacat tersembunyi.
Menurut situs Peternakan.go.id, lebih baik membeli kambing dengan harga sedikit lebih tinggi namun jelas asal-usul dan kesehatannya.
8. Periksa Riwayat dan Keturunan Kambing
Jika memungkinkan, tanyakan asal-usul atau silsilah kambing. Bibit dari indukan unggul biasanya sudah memiliki catatan pertumbuhan, berat badan lahir, dan hasil reproduksi. Kambing hasil persilangan (crossbreed) dari ras unggul, seperti Boer × Kacang atau Saanen × Etawa, umumnya memiliki performa yang lebih baik.
Data genetik ini penting jika peternak ingin mengembangkan program pembibitan jangka panjang. Menurut Jurnal Ilmu Ternak Tropika (2021), kambing dengan keturunan unggul menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 15–20%.
9. Tips Tambahan Saat Membeli Bibit di Pasar Hewan
Berikut beberapa tips praktis ketika bertransaksi langsung di lapangan:
-
Datang pagi hari, saat kambing masih segar dan belum kelelahan.
-
Amati kambing dari jarak dekat, periksa bagian kuku, mata, dan anus.
-
Hindari membeli kambing yang duduk terus atau bernapas cepat.
-
Lakukan tawar-menawar secara wajar, tapi jangan hanya tergiur harga murah.
Jika perlu, bawa teman yang berpengalaman atau petugas peternakan agar tidak tertipu oleh penjual nakal
Bibit Unggul, Kunci Peternakan Sukses
Memilih bibit kambing yang unggul dan sehat bukan hanya soal penampilan luar, tapi juga tentang kualitas genetik, kesehatan, dan perilaku. Peternak yang cermat sejak awal akan mendapatkan hasil ternak yang lebih produktif, tahan penyakit, dan bernilai ekonomi tinggi.
Dengan mengikuti panduan di atas—mulai dari mengenali tujuan beternak, memeriksa fisik dan perilaku kambing, hingga memastikan sumber pembelian terpercaya—Anda sudah berada di jalur yang benar menuju peternakan kambing yang sukses dan berkelanjutan.



