Ternak Tani – Usaha peternakan kambing termasuk salah satu peluang bisnis yang tidak lekang oleh waktu. Kambing mudah dipelihara, cepat berkembang biak, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut data dari Kementerian Pertanian (2023), populasi kambing di Indonesia mencapai lebih dari 19 juta ekor dan terus meningkat setiap tahun. Hal ini membuktikan bahwa permintaan terhadap daging dan susu kambing masih sangat tinggi di pasaran, baik untuk konsumsi harian maupun kebutuhan ibadah seperti kurban dan aqiqah.
Selain itu, iklim Indonesia yang tropis membuat kambing bisa hidup dengan baik sepanjang tahun tanpa memerlukan perawatan ekstrem. Inilah mengapa penting untuk memilih jenis kambing yang sesuai dengan lingkungan lokal, agar produktivitas ternak meningkat dan risiko kerugian menurun.
1. Kambing Kacang β Si Tangguh dari Indonesia
Kata kunci: kambing kacang, jenis kambing lokal, ternak kambing pedaging
Kambing Kacang adalah ras kambing lokal asli Indonesia yang sudah lama dikenal karena ketahanannya terhadap berbagai kondisi cuaca dan pakan. Tubuhnya kecil, tapi dagingnya padat dan memiliki cita rasa gurih.
π’ Ciri-Ciri Kambing Kacang:
-
Ukuran tubuh kecil, dengan berat jantan sekitar 25β30 kg dan betina 20β25 kg.
-
Rambut pendek dan warna bulu bervariasi (putih, cokelat, atau hitam).
-
Tahan terhadap penyakit dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.
π’ Kelebihan:
Kambing ini cocok untuk peternak pemula karena tidak memerlukan pakan khusus dan bisa bertahan hidup dengan rumput lokal. Selain itu, masa birahi kambing kacang cukup singkat, sehingga bisa beranak dua kali dalam setahun.
Menurut sumber dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), tingkat kelahiran kambing kacang bisa mencapai 180% per tahun, artinya dalam satu tahun seekor betina bisa melahirkan 2β3 anak.
2. Kambing Etawa β Si Penghasil Susu Berkualitas
Kata kunci: kambing etawa, susu kambing etawa, kambing peranakan etawa
Kambing Etawa berasal dari India, tetapi sudah lama dikembangkan di Indonesia, terutama di daerah Kaligesing, Purworejo, dan Jawa Tengah. Hasil persilangan antara kambing Etawa asli dan kambing lokal melahirkan jenis Peranakan Etawa (PE) yang sangat populer di kalangan peternak.
π’ Ciri-Ciri Kambing Etawa:
-
Tubuh besar, tinggi bisa mencapai 90 cm hingga 1 meter.
-
Wajah agak cembung, telinga panjang menjuntai ke bawah.
-
Bobot jantan bisa mencapai 90 kg, sedangkan betina 60 kg.
π’ Kelebihan:
Kambing Etawa dikenal sebagai penghasil susu berkualitas tinggi, dengan produksi sekitar 1β2 liter per hari. Susu kambing etawa mengandung protein tinggi dan rendah kolesterol, sehingga banyak diminati sebagai alternatif susu sapi.
Menurut situs Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2023), susu kambing etawa juga dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh karena kandungan kalsium dan mineralnya yang tinggi.
π’ Cocok Untuk:
Peternak yang ingin fokus pada usaha susu kambing atau kambing peranakan untuk pameran. Harga jualnya juga cukup tinggi, menjadikannya investasi menarik dalam jangka panjang.
3. Kambing Boer β Raja Kambing Pedaging
Kata kunci: kambing boer, kambing pedaging, usaha ternak kambing
Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan dan dikenal sebagai jenis kambing pedaging terbaik di dunia. Ciri khasnya adalah tubuh besar, dada lebar, dan daging yang tebal. Di Indonesia, kambing ini sering disilangkan dengan kambing lokal untuk menghasilkan keturunan yang lebih adaptif.
π’ Ciri-Ciri Kambing Boer:
-
Kepala berwarna cokelat tua, tubuh putih, dan hidung melengkung.
-
Bobot jantan dewasa bisa mencapai 120 kg, betina sekitar 80 kg.
-
Pertumbuhan cepat β dalam waktu 6 bulan bisa mencapai 30β40 kg.
π’ Kelebihan:
Kambing Boer memiliki konversi pakan ke daging yang sangat efisien, artinya pertambahan bobot badannya cepat. Menurut penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM, 2021), kambing Boer bisa menghasilkan daging 1,5 kali lebih banyak dibandingkan kambing lokal pada usia yang sama.
π’ Cocok Untuk:
Peternak yang ingin fokus pada produksi daging skala besar atau usaha penggemukan kambing untuk kebutuhan pasar dan acara kurban.
4. Kambing Jawarandu β Persilangan Andal untuk Semua Kondisi
Kata kunci: kambing jawarandu, kambing peranakan lokal, kambing produktif
Kambing Jawarandu merupakan hasil persilangan antara Kambing Kacang dan Kambing Etawa. Nama βJawaranduβ berasal dari kata βJawaβ dan βRanduanβ (persilangan). Jenis ini banyak ditemukan di Pulau Jawa karena mudah dikembangbiakkan dan memiliki dua keunggulan sekaligus: penghasil daging dan susu.
π’ Ciri-Ciri Kambing Jawarandu:
-
Ukuran tubuh sedang dengan bulu agak panjang.
-
Warna bulu bervariasi (putih, cokelat, atau belang).
-
Produksi susu 0,5β1 liter per hari.
π’ Kelebihan:
Kambing ini tahan terhadap perubahan iklim dan memiliki tingkat reproduksi yang tinggi. Dari sisi ekonomi, Jawarandu lebih terjangkau dibandingkan Etawa, tapi tetap menguntungkan karena bisa dimanfaatkan untuk dua tujuan (daging dan susu).
Menurut data dari Balai Pembibitan Ternak Unggul (2022), kambing Jawarandu sangat cocok dikembangkan di daerah beriklim panas maupun lembap, seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
5. Kambing Saanen β Si Putih Penghasil Susu Premium
Kata kunci: kambing saanen, susu kambing saanen, kambing perah
Kambing Saanen berasal dari Swiss dan dikenal sebagai penghasil susu terbanyak di dunia. Di Indonesia, jenis ini mulai populer di kalangan peternak modern karena produksi susunya yang tinggi dan rasanya yang lembut.
π’ Ciri-Ciri Kambing Saanen:
-
Bulu putih bersih dengan wajah mancung.
-
Telinga tegak, ukuran tubuh besar.
-
Produksi susu bisa mencapai 3β4 liter per hari.
π’ Kelebihan:
Susu kambing Saanen memiliki rasa ringan dan kadar lemak rendah, cocok untuk pasar susu sehat. Namun, kambing ini membutuhkan perawatan lebih intensif, seperti kandang bersih dan pakan bernutrisi tinggi.
Menurut situs FAO (Food and Agriculture Organization), kambing Saanen membutuhkan lingkungan yang tidak terlalu panas agar produktivitas susu tetap maksimal. Oleh karena itu, di Indonesia biasanya dipelihara di daerah dataran tinggi seperti Lembang dan Batu.
Tips Memilih Jenis Kambing untuk Diternakkan
-
Tentukan tujuan ternak β Apakah ingin fokus pada susu, daging, atau keduanya.
-
Pertimbangkan kondisi lingkungan β Pilih jenis yang sesuai dengan iklim lokal agar tidak mudah sakit.
-
Sesuaikan dengan modal β Kambing Etawa dan Saanen membutuhkan modal besar, sedangkan Kambing Kacang lebih ekonomis.
-
Perhatikan pakan β Semakin besar kambing, semakin banyak pula kebutuhan pakannya.
-
Konsultasikan dengan ahli peternakan β Untuk mendapatkan panduan tentang vaksin, pakan, dan manajemen reproduksi.
Menentukan jenis kambing yang cocok untuk diternakkan di Indonesia adalah langkah awal menuju kesuksesan usaha peternakan. Dari Kambing Kacang yang tangguh, Etawa penghasil susu, Boer si raja pedaging, hingga Saanen yang eksklusif β semuanya punya potensi besar jika dikelola dengan baik.
Dengan pemilihan jenis yang tepat, dukungan pakan yang memadai, dan manajemen yang benar, usaha ternak kambing bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil sekaligus peluang bisnis jangka panjang di Indonesia.



