Tips Menghemat Biaya Pakan Kambing tanpa Menurunkan Kualitas

Gemini Generated Image Kf3wohkf3wohkf3w Gemini Generated Image Kf3wohkf3wohkf3w

Ternak tani – Dalam usaha peternakan kambing, biaya pakan bisa mencapai 60–70% dari total biaya produksi (Sumber: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI). Artinya, semakin efisien kita dalam mengelola pakan, semakin besar peluang mendapatkan keuntungan bersih.

Namun, banyak peternak yang keliru dengan cara menghemat pakan. Ada yang memangkas jumlah pakan atau memberi bahan seadanya, padahal itu justru menurunkan produktivitas kambing dan memperlambat pertumbuhan. Kuncinya adalah hemat tapi tetap berkualitas — bukan asal murah.

1. Manfaatkan Hijauan Lokal sebagai Pakan Utama

Hijauan atau rumput tetap menjadi sumber pakan terbaik bagi kambing. Kamu bisa memanfaatkan rumput liar, daun leguminosa (seperti daun lamtoro, turi, gamal), dan sisa hasil pertanian.

Menurut penelitian dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak), hijauan lokal seperti daun lamtoro dan gamal memiliki kadar protein tinggi (sekitar 20–25%) yang cukup untuk menunjang pertumbuhan kambing tanpa tambahan pakan konsentrat yang mahal.

Tips hemat:

  1. Tanam hijauan pakan di sekitar kandang, seperti rumput odot, indigofera, dan lamtoro.

  2. Potong bergiliran agar hijauan bisa tumbuh kembali dan tidak cepat habis.

  3. Kombinasikan antara rumput dan daun leguminosa untuk nutrisi seimbang.

Dengan cara ini, kamu bisa menekan pengeluaran hingga 40% dari biaya pakan bulanan tanpa mengurangi nutrisi yang diterima kambing.

2. Gunakan Limbah Pertanian yang Aman

Banyak bahan pakan murah tersedia dari limbah pertanian yang sering dibuang. Contohnya:

  1. Jerami padi, setelah difermentasi, bisa menjadi pakan tinggi serat.

  2. Daun singkong dan kulit jagung juga bisa dikeringkan dan disimpan untuk musim kemarau.

  3. Ampas tahu dan dedak padi menjadi sumber energi tambahan murah.

Menurut Jurnal Peternakan Tropika (2022), penggunaan limbah pertanian fermentasi mampu meningkatkan efisiensi pakan hingga 30% dibanding pakan konvensional.

Baca Juga  Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Sapi

Cara penggunaannya:

  1. Keringkan bahan agar tidak berjamur.

  2. Fermentasi dengan larutan EM4 dan molase selama 3–5 hari.

  3. Simpan dalam wadah tertutup agar tahan lama.

Dengan langkah ini, peternak dapat menyediakan pakan alternatif berkualitas tanpa harus membeli konsentrat mahal.

3. Terapkan Teknik Fermentasi Pakan

Fermentasi pakan adalah solusi modern untuk peternak kecil. Selain menambah nilai nutrisi, pakan fermentasi juga lebih mudah dicerna kambing dan tahan lama disimpan.

Bahan dasar fermentasi bisa dari:

  1. Jerami padi, tongkol jagung, atau ampas tahu

  2. Dicampur dedak, molase, dan EM4

Menurut Kementerian Pertanian RI (2021), pakan fermentasi bisa menambah kadar protein hingga 12–14% dan mengurangi kebutuhan konsentrat.

Langkah singkat:

  1. Cacah bahan pakan (jerami, daun kering, dll).

  2. Campur dengan molase dan EM4 secara merata.

  3. Simpan dalam tong tertutup selama 3–5 hari.

  4. Setelah jadi, pakan siap diberikan dalam porsi 1–2 kg per ekor per hari.

Selain murah, pakan ini juga membuat kambing lebih cepat gemuk dan bulu lebih mengkilap.

4. Atur Jadwal dan Porsi Pakan dengan Tepat

Salah satu kesalahan umum peternak pemula adalah memberi pakan berlebihan. Padahal, kambing hanya butuh sekitar 3–5% dari berat badannya dalam bentuk bahan kering per hari (Sumber: FAO, 2023).

Misalnya, kambing dengan berat 30 kg hanya memerlukan ±1,5 kg bahan kering pakan setiap hari. Memberi pakan berlebih tidak membuat kambing cepat gemuk, justru banyak yang terbuang sia-sia.

Tips penghematan:

  1. Beri pakan 2–3 kali sehari dengan porsi terukur.

  2. Pisahkan kambing berdasarkan umur dan berat badan agar porsi pakan lebih efisien.

  3. Simpan pakan dalam kondisi kering agar tidak cepat busuk.

Dengan manajemen pakan yang rapi, peternak bisa menghemat hingga 20% pengeluaran bulanan hanya dari pengaturan waktu dan takaran.

Baca Juga  Peluang Karir di Dunia Peternakan

5. Maksimalkan Pemanfaatan Lahan Sekitar

Kalau kamu memiliki lahan kosong di sekitar kandang, jangan biarkan terbengkalai. Jadikan lahan tersebut sebagai kebun pakan kambing mandiri.

Tanamlah jenis rumput unggul seperti:

  1. Rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) – cepat tumbuh dan disukai kambing.

  2. Indigofera zollingeriana – tinggi protein, cocok untuk pakan penggemukan.

  3. Lamtoro – tahan kekeringan dan kaya protein nabati.

Menurut Badan Litbang Pertanian (2022), sistem integrasi tanaman-peternakan mampu mengurangi biaya pakan hingga 50% dalam jangka panjang.

Selain hemat, ini juga menjaga ketersediaan pakan hijauan sepanjang tahun, terutama di musim kemarau.

6. Pastikan Kambing Mendapat Air Bersih dan Suplemen Alami

Air bersih membantu pencernaan kambing bekerja optimal sehingga nutrisi pakan terserap lebih baik. Jika pakan dicerna sempurna, kambing akan cepat gemuk walau pakan hemat.

Tambahkan juga suplemen alami seperti:

  1. Garam mineral (bisa dibuat dari campuran garam dapur dan batu bata halus).

  2. Campuran jahe dan kunyit bubuk untuk menjaga daya tahan tubuh.

Menurut Jurnal Nutrisi Ternak Indonesia (2021), pemberian suplemen alami dapat meningkatkan efisiensi pakan sebesar 10–15%, karena kambing menjadi lebih sehat dan nafsu makan stabil.

7. Bandingkan Harga dan Beli Pakan dalam Jumlah Besar

Kalau kamu tetap butuh membeli pakan tambahan seperti dedak, jagung giling, atau ampas tahu, usahakan membeli secara grosir langsung dari pabrik atau penggilingan.

Dengan sistem pembelian borongan, harga bisa lebih murah hingga 10–20% per kilogram dibanding beli eceran.

Selain itu, bandingkan harga dari beberapa pemasok lokal sebelum membeli. Kadang perbedaan harga kecil bisa berarti penghematan besar jika dihitung dalam jangka panjang.

8. Evaluasi dan Catat Pengeluaran Pakan Secara Rutin

Langkah terakhir yang sering diabaikan adalah mencatat semua pengeluaran dan konsumsi pakan setiap minggu.

Baca Juga  Mau Mulai Usaha Ternak Sapi? Wajib Banget Tahu Persiapan Ini Biar Nggak Rugi dan Malah Cuan Banyak!

Dengan pencatatan, kamu bisa tahu:

  1. Jenis pakan mana yang paling efisien.

  2. Berapa banyak pakan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal.

  3. Apa saja kebiasaan yang menyebabkan pemborosan.

Menurut FAO (2023), sistem pencatatan sederhana di peternakan bisa meningkatkan efisiensi biaya hingga 15% karena peternak bisa segera memperbaiki pola pemberian pakan yang tidak efektif.

Gunakan buku catatan atau aplikasi peternakan sederhana di smartphone agar mudah dipantau.

Menghemat biaya pakan kambing bukan berarti menurunkan kualitas, tetapi mengatur strategi pemberian pakan dengan cerdas dan efisien.

Dengan memanfaatkan hijauan lokal, limbah pertanian, pakan fermentasi, serta manajemen pakan yang baik, kamu bisa menekan biaya hingga setengahnya tanpa membuat kambing kekurangan nutrisi.

Peternakan kambing yang efisien bukan soal siapa yang punya pakan paling mahal, tetapi siapa yang paling pintar mengelola sumber daya yang ada.

Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *