Ternak Tani – Nutrisi adalah kunci utama dalam menentukan kualitas dan produktivitas kambing. Tanpa pakan bergizi, kambing akan tumbuh lambat, mudah terserang penyakit, bahkan gagal berkembang biak. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kementan, 2021), pakan berkontribusi sekitar 70% dari total biaya produksi peternakan kambing, sehingga pengelolaan nutrisi menjadi faktor yang sangat strategis.
Kambing membutuhkan nutrisi berbeda pada setiap fase hidupnya, mulai dari masa anak (cempe), remaja, dewasa, hingga fase bunting dan laktasi (menyusui). Setiap tahap memiliki kebutuhan energi, protein, mineral, dan vitamin yang tidak sama.
1. Fase Anak (Cempe) – Fondasi Pertumbuhan Awal
Fase ini dimulai sejak kambing lahir hingga usia sekitar 3 bulan. Di tahap ini, fokus utama adalah pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh.
🔸 Nutrisi Utama yang Dibutuhkan:
-
Susu Induk
Selama 2–3 minggu pertama, cempe sebaiknya hanya diberi ASI atau susu induk, karena mengandung kolostrum yang kaya antibodi alami. Kolostrum penting untuk melindungi anak kambing dari penyakit serta mempercepat pembentukan kekebalan tubuh (sumber: Jurnal Peternakan Tropika, 2020). -
Protein
Setelah 3 minggu, cempe mulai dikenalkan dengan pakan tambahan seperti daun muda dan konsentrat rendah serat. Protein dibutuhkan untuk pembentukan otot dan organ tubuh. Kandungan protein yang disarankan berkisar 18–20% dari total pakan. -
Mineral dan Vitamin
Tambahan mineral seperti kalsium, fosfor, dan vitamin A, D, E sangat penting. Kamu bisa memberikan garam mineral (mineral block) untuk melengkapi kebutuhan tersebut.
💡 Tips:
-
Berikan air bersih setiap hari.
-
Hindari pakan keras karena sistem pencernaan cempe belum sempurna.
-
Gunakan pakan fermentasi ringan agar lebih mudah dicerna.
2. Fase Remaja – Masa Transisi dan Pembentukan Tubuh
Fase remaja biasanya dimulai saat kambing berusia 3–8 bulan. Di tahap ini, kambing sudah mulai belajar beradaptasi dengan pakan hijauan dan konsentrat dalam jumlah lebih besar.
🔸 Nutrisi Utama:
-
Energi dan Protein Seimbang
Kambing remaja membutuhkan protein sekitar 14–16% dan energi cukup untuk mendukung pertumbuhan tanpa menyebabkan kegemukan. Jika kambing terlalu gemuk, pertumbuhan organ reproduksinya bisa terganggu. -
Serat Kasar (Hijauan)
Pemberian hijauan berkualitas seperti daun lamtoro, kaliandra, gamal, atau rumput gajah sangat baik untuk melatih sistem pencernaan. Serat membantu menjaga kesehatan rumen (lambung pertama kambing). -
Kalsium dan Fosfor
Kedua mineral ini penting untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang kambing rapuh dan mudah lemas.
💡 Tips:
-
Kombinasikan 60% hijauan dan 40% konsentrat.
-
Berikan pakan pada waktu yang sama setiap hari agar kambing tidak stres.
-
Tambahkan suplemen organik cair untuk mempercepat penyerapan nutrisi (sumber: Balai Penelitian Ternak Indonesia, 2022).
3. Fase Dewasa – Masa Produktif dan Pemeliharaan Berat Badan
Kambing dewasa, terutama yang digunakan untuk penggemukan atau pembiakan, membutuhkan nutrisi untuk mempertahankan berat badan, produksi susu, dan kualitas daging.
🔸 Kebutuhan Nutrisi Utama:
-
Protein
Kambing dewasa yang tidak dalam fase menyusui atau bunting cukup membutuhkan protein 12–14%. Namun untuk kambing pejantan atau penggemukan, kadar protein bisa ditingkatkan hingga 16–18%. -
Energi
Energi berasal dari karbohidrat (hijauan dan biji-bijian). Pastikan pakan memiliki energi yang cukup agar kambing tetap aktif dan tidak mudah lesu. -
Vitamin dan Mineral Lengkap
Mineral seperti natrium, kalium, magnesium, dan sulfur diperlukan dalam jumlah kecil tetapi sangat vital. Vitamin B kompleks juga membantu metabolisme energi.
💡 Tips:
-
Gunakan pakan fermentasi seperti ampas tahu, dedak, atau jagung giling untuk menambah energi.
-
Pastikan pakan tidak busuk atau berjamur.
-
Berikan air bersih minimal dua kali sehari.
4. Fase Bunting (Hamil) – Nutrisi untuk Janin dan Induk
Fase ini sangat kritis karena memengaruhi kesehatan induk dan perkembangan janin. Biasanya berlangsung selama 5 bulan.
🔸 Nutrisi yang Dibutuhkan:
-
Protein dan Energi Tinggi
Induk bunting membutuhkan pakan dengan protein 15–17% untuk membantu pembentukan janin. Energi juga harus meningkat sekitar 20% lebih tinggi dari kambing biasa. -
Mineral Kalsium dan Fosfor
Sangat penting untuk pembentukan tulang janin. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan kambing melahirkan anak lemah atau mengalami keguguran (sumber: FAO Livestock Guidelines, 2021). -
Vitamin A dan E
Vitamin ini berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan reproduksi induk kambing.
💡 Tips:
-
Hindari memberi pakan berlebihan agar tidak menyebabkan obesitas pada induk.
-
Dua minggu sebelum melahirkan, kurangi pakan hijauan segar dan tambahkan konsentrat lembut.
-
Sediakan air minum hangat di pagi hari untuk menjaga metabolisme tubuh.
5. Fase Laktasi (Menyusui) – Nutrisi untuk Produksi Susu Optimal
Setelah melahirkan, kambing membutuhkan nutrisi tinggi untuk memproduksi susu yang cukup bagi anaknya.
🔸 Nutrisi yang Diperlukan:
-
Protein Tinggi (16–18%)
Protein dibutuhkan untuk membentuk komponen utama susu dan mempercepat pemulihan tubuh setelah melahirkan. -
Energi dan Air
Susu sebagian besar terdiri dari air. Pastikan kambing menyusui memiliki akses bebas ke air bersih setiap waktu. Energi dari karbohidrat (dedak, jagung, singkong) membantu menjaga stamina. -
Kalsium, Fosfor, dan Garam Mineral
Nutrisi ini penting untuk kualitas susu yang baik dan mencegah penyakit milk fever akibat kekurangan kalsium.
💡 Tips:
-
Berikan pakan fermentasi berkualitas tinggi agar mudah diserap tubuh.
-
Tambahkan suplemen organik cair atau vitamin cair untuk meningkatkan produksi susu (sumber: Jurnal Ilmu Ternak Indonesia, 2022).
-
Jangan lupa bersihkan kandang agar susu tidak terkontaminasi bakteri.
Setiap fase pertumbuhan kambing memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Peternak perlu memahami hal ini agar bisa memberikan pakan dengan komposisi yang tepat.
Berikut ringkasan kebutuhan nutrisi kambing berdasarkan fase:
| Fase | Kebutuhan Protein | Fokus Nutrisi Utama | Contoh Pakan |
|---|---|---|---|
| Anak (0–3 bulan) | 18–20% | Susu, kolostrum, protein tinggi | Susu induk, daun muda, konsentrat ringan |
| Remaja (3–8 bulan) | 14–16% | Energi & serat | Rumput gajah, lamtoro, dedak |
| Dewasa (>8 bulan) | 12–14% | Pemeliharaan tubuh | Pakan hijauan, fermentasi, biji-bijian |
| Bunting | 15–17% | Mineral & energi tinggi | Jagung, bekatul, gamal, konsentrat |
| Laktasi | 16–18% | Protein & air | Ampas tahu, jagung giling, hijauan segar |
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



