Cara Memberi Pakan Kambing agar Efisien dan Tidak Terbuang

Gemini Generated Image U2hzc4u2hzc4u2hz Gemini Generated Image U2hzc4u2hzc4u2hz

Ternak TaniΒ  – Dalam usaha peternakan kambing, biaya pakan bisa mencapai 70% dari total biaya produksi (Sumber: Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2023). Artinya, jika pengelolaan pakan tidak efisien, maka keuntungan peternak bisa berkurang drastis.

Efisiensi pakan bukan berarti mengurangi jumlah pakan, tapi memberikan pakan sesuai kebutuhan nutrisi kambing agar tidak ada yang terbuang. Pakan yang berlebihan bisa membusuk, menimbulkan bau tidak sedap, bahkan mengundang penyakit.

Dengan pemberian pakan yang tepat, kambing akan:

  1. Tumbuh lebih cepat dan sehat

  2. Menghasilkan daging atau susu lebih banyak

  3. Mengurangi limbah dan pemborosan

Jadi, memahami cara memberi pakan yang efisien bukan hanya soal hemat biaya, tapi juga meningkatkan produktivitas peternakan secara keseluruhan.

1. Kenali Kebutuhan Nutrisi Kambing

Setiap kambing memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tujuan pemeliharaan (apakah untuk pedaging, perah, atau bibit).

Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), kebutuhan pakan kambing ideal per hari adalah sekitar 3–5% dari bobot tubuhnya dalam bentuk bahan kering. Artinya, jika kambing berbobot 30 kg, maka pakan kering yang dibutuhkan sekitar 1–1,5 kg per hari.

Jenis nutrisi utama yang dibutuhkan:

  1. Karbohidrat: sebagai sumber energi (biasanya dari rumput, daun singkong, atau jerami)

  2. Protein: untuk pertumbuhan otot dan produksi susu (bisa dari daun lamtoro, turi, atau konsentrat)

  3. Mineral & vitamin: menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kambing (bisa dari garam mineral atau hijauan segar)

πŸ“Œ Tips efisien: Campurkan pakan hijauan dan pakan tambahan (konsentrat) secara proporsional agar kambing tidak memilih-milih makanan dan nutrisi tetap seimbang.

2. Pilih Jenis Pakan yang Murah tapi Bernutrisi

Efisiensi bukan berarti murah tanpa kualitas. Pilihlah pakan lokal yang mudah didapat namun bernilai gizi tinggi.

Baca Juga  Cara Merawat Sapi Perah agar Produksi Susu Maksimal

Beberapa pilihan pakan hemat dan efisien:

  1. 🌱 Rumput gajah mini: cepat tumbuh dan bisa dipanen rutin setiap 40 hari.

  2. πŸƒ Daun turi, gamal, dan kaliandra: tinggi protein dan mudah tumbuh di daerah tropis.

  3. 🌽 Jerami padi fermentasi: alternatif pengganti rumput saat musim kemarau.

  4. 🌰 Konsentrat buatan sendiri: bisa dibuat dari campuran dedak padi, bungkil kelapa, dan jagung giling.

Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), pemberian pakan fermentasi dapat meningkatkan daya cerna kambing hingga 30%, karena kandungan seratnya menjadi lebih lunak dan mudah dicerna.

πŸ“Œ Tips efisien: Gunakan kombinasi 60% hijauan dan 40% pakan tambahan (konsentrat/fermentasi) agar nutrisi tercukupi tanpa pemborosan.

3. Atur Waktu dan Pola Pemberian Pakan

Memberi pakan secara sembarangan bisa menyebabkan banyak pakan terbuang. Misalnya, pakan diberikan terlalu banyak sekaligus, sebagian akan jatuh, diinjak, atau busuk sebelum habis.

Agar efisien, terapkan pola berikut:

  1. Berikan pakan 2–3 kali sehari, pagi, siang, dan sore.

  2. Berikan pakan sedikit demi sedikit, sesuai dengan porsi yang bisa habis dalam waktu 1 jam.

  3. Pastikan pakan selalu bersih dan segar, terutama hijauan.

Selain itu, gunakan wadah atau tempat pakan (palungan) yang sesuai dengan tinggi kambing, agar pakan tidak tercecer ke tanah.

Menurut Jurnal Peternakan Tropika (2022), pengaturan pola pakan seperti ini mampu menghemat hingga 20–25% penggunaan pakan harian tanpa menurunkan performa kambing.

πŸ“Œ Tips efisien: Gunakan palungan tertutup atau panggung pakan agar hijauan tidak mudah diinjak dan tetap higienis.

4. Simpan dan Fermentasi Pakan untuk Musim Kemarau

Salah satu penyebab pemborosan adalah kekurangan pakan di musim kering. Banyak peternak terpaksa membeli rumput mahal karena stok hijauan habis. Solusinya adalah menyimpan dan memfermentasi pakan saat musim hujan.

Baca Juga  Kursus Online Tentang Peternakan Sapi

Cara sederhana membuat pakan fermentasi:

  1. Potong rumput atau jerami kecil-kecil.

  2. Campurkan dengan dedak padi dan tetes tebu (molase).

  3. Tambahkan sedikit air hingga lembap.

  4. Masukkan ke dalam drum atau plastik kedap udara selama 2–3 minggu.

Hasil fermentasi (silase) bisa tahan hingga 6 bulan dan menjaga kualitas nutrisi tetap tinggi.

Menurut Badan Litbang Pertanian, penggunaan silase bisa menghemat biaya pakan hingga 40% saat musim kemarau.

πŸ“Œ Tips efisien: Gunakan bahan lokal seperti daun singkong atau jerami jagung untuk fermentasi, karena mudah didapat dan murah.

5. Jangan Lupakan Air dan Mineral

Air adalah bagian penting dari sistem pencernaan kambing. Tanpa cukup air, kambing akan makan lebih sedikit dan sulit mencerna pakan kering.

Kebutuhan air kambing per hari sekitar 3–5 liter per ekor (Sumber: Dinas Peternakan Prov. Jawa Tengah, 2023). Pastikan air selalu bersih dan tersedia setiap saat.

Selain air, sediakan juga garam mineral blok di kandang. Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor membantu pembentukan tulang, serta meningkatkan nafsu makan kambing.

πŸ“Œ Tips efisien: Letakkan ember air di tempat teduh agar tidak cepat kotor atau berlumut, dan ganti setiap hari.

6. Pantau Kondisi Kambing Secara Rutin

Memberi pakan efisien juga berarti menyesuaikan dengan kondisi kambing. Jika kambing tampak malas makan, kembung, atau kurus, segera evaluasi jenis dan cara pemberian pakan.

Catat berat badan kambing setiap dua minggu. Jika pertumbuhannya melambat, mungkin pakan terlalu banyak serat dan kurang protein.

Menurut Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia (2021), monitoring rutin dapat menurunkan risiko penyakit akibat kekurangan nutrisi hingga 35%.

πŸ“Œ Tips efisien: Buat catatan pakan harian untuk mengetahui jenis, jumlah, dan waktu pemberian pakan setiap kambing.

Baca Juga  Kandang Kambing Minimalis untuk Lahan Sempit

7. Edukasi dan Inovasi untuk Peternak

Kemajuan teknologi peternakan kini memudahkan peternak untuk belajar dari video, pelatihan, dan komunitas online. Dengan belajar cara pembuatan pakan alternatif dan manajemen pakan modern, efisiensi bisa meningkat pesat.

Misalnya, dengan mengikuti pelatihan dari Balai Pelatihan Peternakan (Bapeltan), peternak dapat belajar tentang fermentasi, formulasi konsentrat, dan manajemen kandang yang higienis.

πŸ“Œ Tips efisien: Gabung dengan kelompok peternak atau koperasi agar bisa membeli bahan pakan dalam jumlah besar dengan harga lebih murah.

Memberi pakan kambing secara efisien bukan hanya soal menghemat uang, tapi juga menciptakan sistem peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Dengan mengenali kebutuhan nutrisi kambing, memilih bahan pakan lokal yang bergizi, mengatur waktu pemberian pakan, serta melakukan fermentasi dan monitoring rutin, peternak bisa mengurangi pemborosan hingga 40% tanpa menurunkan kualitas produksi.

Penerapan prinsip efisiensi ini terbukti dapat meningkatkan pendapatan peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di masa depan.

Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *