Jenis Pakan Sapi yang Paling Bernutrisi

Gemini Generated Image C0c2ltc0c2ltc0c2 1 Gemini Generated Image C0c2ltc0c2ltc0c2 1

Ternak Tani – Dalam dunia peternakan sapi, pakan adalah faktor terpenting yang menentukan pertumbuhan, produksi susu, dan kualitas daging. Menurut Kementerian Pertanian (2023), sekitar 70% biaya produksi peternakan berasal dari pakan, sehingga memahami jenis pakan sapi yang bernutrisi adalah langkah awal menuju usaha ternak yang efisien dan menguntungkan.

Sapi membutuhkan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk menjalankan fungsi tubuh dengan baik. Kekurangan satu saja unsur gizi dapat menurunkan produktivitas sapi, bahkan menyebabkan penyakit metabolik atau gangguan pertumbuhan (sumber: Balai Penelitian Ternak, Kementan 2022).

Pakan Hijauan: Sumber Serat dan Energi Utama

Hijauan adalah pakan alami yang paling sering diberikan kepada sapi. Hijauan mencakup rumput, daun leguminosa (seperti lamtoro dan kaliandra), serta hasil limbah pertanian seperti jerami padi dan daun jagung.

a. Rumput Lapangan

Rumput lapangan seperti rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput odot, dan rumput setaria adalah sumber serat dan energi yang baik. Rumput ini kaya akan karbohidrat kompleks dan relatif mudah ditanam di berbagai jenis tanah.
Menurut penelitian Fakultas Peternakan IPB (2021), rumput gajah memiliki kandungan protein 10–12%, cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sapi potong.

b. Leguminosa (Kacang-kacangan)

Tanaman leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala) dan kaliandra (Calliandra calothyrsus) memiliki kandungan protein tinggi (18–25%), jauh lebih tinggi dari rumput biasa.
Selain itu, leguminosa membantu memperbaiki kesuburan tanah karena kemampuannya mengikat nitrogen dari udara (sumber: FAO Feed Resource Database, 2020).

c. Jerami Fermentasi

Jerami padi sering digunakan sebagai pakan alternatif saat musim kemarau. Namun, jerami mentah memiliki kandungan protein rendah. Untuk meningkatkan kualitasnya, peternak bisa melakukan fermentasi jerami menggunakan EM4 atau urea.
Menurut Badan Litbang Pertanian (2022), fermentasi jerami meningkatkan kandungan protein hingga 9% dan membuat teksturnya lebih mudah dicerna oleh sapi.

Baca Juga  Ciri-Ciri Kambing Kekurangan Nutrisi dan Cara Mengatasinya

Pakan Konsentrat: Penambah Gizi dan Energi Cepat

Selain hijauan, sapi juga memerlukan pakan konsentrat untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein yang lebih tinggi, terutama pada sapi perah dan sapi potong yang sedang digemukkan.

a. Dedak Padi

Dedak padi adalah hasil sampingan penggilingan beras yang kaya energi dan lemak. Kandungan proteinnya berkisar 12–14%, tergantung kualitas beras yang digunakan.
Menurut Journal of Animal Nutrition (2021), dedak padi juga mengandung vitamin B kompleks dan mineral penting seperti fosfor dan magnesium.

b. Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai merupakan bahan konsentrat kaya protein, yaitu sekitar 44–48%. Pakan ini sangat baik untuk meningkatkan pertumbuhan otot sapi dan produktivitas susu pada sapi perah.
Namun, penggunaannya sebaiknya tidak melebihi 30% dari total ransum karena kadar proteinnya yang tinggi bisa menyebabkan kelebihan nitrogen dalam tubuh sapi.

c. Jagung Giling

Jagung giling mengandung energi metabolik tinggi, sekitar 3300–3500 kkal/kg. Ini membuatnya menjadi sumber energi utama dalam formulasi pakan sapi.
Menurut USDA Feed Composition Table (2022), jagung juga kaya karoten, yang membantu menjaga kesehatan mata dan kulit sapi.

Pakan Tambahan (Feed Supplement): Nutrisi Penunjang Kesehatan

Pakan tambahan berfungsi melengkapi kebutuhan gizi yang belum terpenuhi dari pakan utama. Jenis pakan tambahan meliputi mineral mix, vitamin, dan probiotik.

a. Mineral Mix

Mineral seperti kalsium, fosfor, seng, dan magnesium penting untuk pertumbuhan tulang, pembentukan susu, dan kesuburan sapi betina.
Kekurangan mineral dapat menyebabkan gangguan reproduksi dan pertumbuhan tulang yang abnormal (sumber: FAO Animal Production and Health, 2021).

b. Vitamin

Sapi membutuhkan vitamin A, D, dan E dalam jumlah cukup.

  1. Vitamin A: menjaga kesehatan mata dan sistem kekebalan.

  2. Vitamin D: membantu penyerapan kalsium.

  3. Vitamin E: berperan sebagai antioksidan alami.
    Vitamin bisa diberikan melalui injeksi atau campuran pakan dalam dosis kecil (sumber: Merck Veterinary Manual, 2020).

Baca Juga  Strategi Branding untuk Produk Susu Kambing

c. Probiotik dan Prebiotik

Probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroba dalam rumen (lambung sapi), sehingga pencernaan menjadi lebih efisien. Produk probiotik seperti EM4 atau ragi Saccharomyces cerevisiae sering digunakan oleh peternak modern.
Menurut Asian Journal of Animal Sciences (2023), pemberian probiotik secara rutin bisa meningkatkan efisiensi pakan hingga 15% dan mempercepat pertambahan bobot sapi.

Kombinasi Pakan Ideal untuk Pertumbuhan Optimal

Agar sapi tumbuh sehat dan produktif, peternak harus menyeimbangkan pakan hijauan dan konsentrat dengan rasio tertentu. Umumnya, ransum harian yang baik terdiri dari:

  1. 60–70% hijauan (rumput, leguminosa, jerami fermentasi)

  2. 30–40% konsentrat (dedak, jagung, bungkil kedelai)

  3. Tambahan suplemen mineral dan vitamin

Contohnya, untuk sapi potong dengan bobot 300 kg, kebutuhan pakan per hari adalah sekitar 10% dari bobot tubuhnya, atau sekitar 30 kg pakan segar per hari (sumber: Direktorat Jenderal Peternakan, Kementan 2023).

Tips Memberikan Pakan yang Efisien dan Ekonomis

  1. Fermentasi pakan lokal seperti jerami atau daun singkong untuk menghemat biaya.

  2. Gunakan limbah pertanian (ampas tahu, kulit singkong, tongkol jagung) sebagai bahan tambahan pakan setelah dikeringkan atau difermentasi.

  3. Atur jadwal pemberian pakan dua kali sehari: pagi dan sore, agar sapi tidak stres.

  4. Pastikan ketersediaan air bersih setiap saat karena air berperan penting dalam pencernaan dan metabolisme.

Menurut penelitian Universitas Gadjah Mada (2022), manajemen pakan yang efisien dapat menghemat biaya hingga 20–25% tanpa menurunkan performa sapi.

Tantangan dalam Penyediaan Pakan Bernutrisi

Masalah umum yang dihadapi peternak adalah keterbatasan bahan pakan saat musim kemarau. Banyak peternak mengandalkan pakan hijauan alami, yang kualitasnya menurun ketika kekeringan terjadi.
Solusinya adalah dengan membuat silase, yaitu pakan fermentasi dari rumput atau jagung yang disimpan dalam kondisi anaerob. Silase dapat bertahan hingga 6 bulan dan tetap memiliki kandungan gizi tinggi (sumber: BPTP Jawa Tengah, 2021).

Baca Juga  Langkah Darurat Saat Kambing Tiba-Tiba Sakit

Selain itu, penting untuk menghindari pakan yang mengandung jamur atau racun (mikotoksin) karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan menurunkan produktivitas sapi.

Memberikan pakan sapi yang bernutrisi adalah investasi jangka panjang bagi keberhasilan peternakan. Kombinasi antara pakan hijauan, konsentrat, dan suplemen mineral akan membantu sapi tumbuh lebih cepat, menghasilkan daging berkualitas, serta meningkatkan produktivitas susu.

Dengan memahami jenis pakan dan cara pemberian yang benar, peternak dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga kesejahteraan hewan ternaknya.
Seperti disampaikan oleh Kementerian Pertanian (2023), kunci sukses beternak sapi bukan hanya jumlah pakan, tetapi kualitas dan keseimbangannya.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *