Ternak Tani – Dalam usaha peternakan sapi potong, biaya pakan sering menjadi pengeluaran terbesar, mencapai hingga 60–70% dari total biaya produksi (Sumber: Direktorat Jenderal Peternakan, 2023). Karena itu, banyak peternak kini beralih menggunakan pakan fermentasi sebagai solusi hemat dan efisien.
Fermentasi pakan sapi tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan kandungan gizi serta memperbaiki daya cerna pakan. Proses ini memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat untuk menguraikan bahan pakan, sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan sapi.
Apa Itu Pakan Fermentasi?
Pakan fermentasi adalah pakan yang telah melalui proses penguraian secara biologis oleh mikroba baik, biasanya dilakukan dalam kondisi anaerob (tanpa udara).
Proses ini mirip dengan pembuatan tape atau tempe, di mana mikroorganisme membantu memecah zat kompleks menjadi bentuk sederhana yang mudah diserap.
Menurut penelitian dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), pakan sapi hasil fermentasi memiliki peningkatan kadar protein kasar hingga 10–15% dibandingkan bahan mentahnya. Selain itu, bau dan rasa pakan menjadi lebih disukai sapi karena aromanya khas dan tidak menyengat seperti pakan segar.
Manfaat Pakan Fermentasi untuk Sapi Potong
-
Meningkatkan nafsu makan sapi
Sapi lebih suka aroma dan tekstur pakan fermentasi karena terasa lebih lembut dan tidak berdebu. -
Meningkatkan penyerapan nutrisi
Hasil fermentasi memecah serat kasar, menjadikan nutrisi lebih mudah dicerna (Sumber: Jurnal Peternakan Indonesia, 2021). -
Menghemat biaya pakan
Peternak bisa menggunakan bahan murah seperti jerami, dedak, atau ampas tahu yang difermentasi menjadi pakan bergizi. -
Mengurangi limbah pertanian
Limbah seperti jerami padi atau batang jagung bisa dimanfaatkan kembali sehingga lebih ramah lingkungan. -
Meningkatkan bobot sapi lebih cepat
Sapi yang rutin diberi pakan fermentasi cenderung lebih cepat gemuk karena sistem pencernaannya lebih efisien.
Bahan dan Alat yang Diperlukan
Berikut bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat pakan fermentasi sapi potong dengan cara sederhana:
Bahan Utama:
-
Jerami padi kering: 100 kg
-
Dedak halus: 10 kg
-
Tetes tebu (molases): 3–5 liter
-
Air bersih: secukupnya (±30 liter)
-
EM4 peternakan (larutan mikroba): 1 liter
Alat yang Diperlukan:
-
Drum plastik atau tong kedap udara
-
Ember besar untuk mencampur bahan
-
Sekop atau cangkul kecil
-
Plastik atau karung untuk penutup
Menurut panduan dari Kementerian Pertanian (2022), kombinasi bahan ini mampu menghasilkan pakan fermentasi berkualitas baik dengan kandungan protein sekitar 9–12% dan serat kasar di bawah 30%.
Langkah-langkah Cara Membuat Pakan Fermentasi untuk Sapi Potong
Berikut cara sederhana dan praktis untuk membuat pakan fermentasi:
1. Persiapan Bahan
Pastikan semua bahan seperti jerami padi atau limbah pertanian kering sudah dicacah kecil (sekitar 3–5 cm). Tujuannya agar mikroba mudah bekerja saat proses fermentasi.
2. Pembuatan Larutan Fermentasi
Campurkan:
-
1 liter EM4
-
5 liter molases
-
30 liter air bersih
Aduk rata dan diamkan selama ±15 menit agar mikroba aktif.
3. Pencampuran Bahan
Letakkan jerami di atas permukaan datar, taburkan dedak halus secara merata, lalu siram dengan larutan EM4 secara perlahan sambil diaduk.
Pastikan kadar air bahan sekitar 60% — cukup lembap tapi tidak menetes jika digenggam.
4. Fermentasi
Masukkan campuran bahan ke dalam drum atau tong, padatkan hingga tidak ada rongga udara. Tutup rapat agar kondisi tetap anaerob.
Simpan di tempat teduh dan kering selama 7–14 hari.
5. Pakan Siap Digunakan
Setelah dua minggu, pakan akan beraroma asam segar seperti tape — bukan bau busuk. Warna menjadi lebih cokelat keemasan, tekstur lembut, dan tidak berjamur.
Pakan ini bisa langsung diberikan ke sapi sebanyak 10–15 kg per ekor per hari, tergantung bobot sapi.
Tips Agar Pakan Fermentasi Berhasil
-
Gunakan bahan berkualitas.
Hindari jerami yang berjamur atau basah berlebihan. -
Pastikan wadah benar-benar kedap udara.
Udara yang masuk akan menghambat pertumbuhan bakteri baik dan menyebabkan pembusukan. -
Gunakan EM4 khusus peternakan.
Karena mengandung mikroba seperti Lactobacillus sp. dan Saccharomyces sp. yang membantu proses fermentasi berjalan sempurna (Sumber: PT Songgolangit Persada, distributor EM4 Indonesia). -
Jangan membuka wadah sebelum waktunya.
Proses fermentasi butuh stabilitas lingkungan, jadi biarkan minimal 7 hari penuh. -
Simpan di tempat teduh dan kering.
Hindari sinar matahari langsung atau tempat lembap yang bisa memicu jamur.
Perbandingan: Pakan Fermentasi vs Pakan Biasa
| Aspek | Pakan Biasa | Pakan Fermentasi |
|---|---|---|
| Harga bahan | Lebih mahal | Bisa pakai limbah pertanian |
| Daya cerna sapi | Rendah | Lebih tinggi 15–25% |
| Ketahanan simpan | 2–3 hari | 3–6 bulan jika tertutup rapat |
| Pertumbuhan bobot sapi | Normal | Lebih cepat dan stabil |
| Aroma pakan | Menyengat, kadang berdebu | Segar dan disukai sapi |
Dengan keunggulan tersebut, banyak peternak mulai beralih ke sistem pakan fermentasi sebagai solusi cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha ternak sapi potong.
Estimasi Biaya Produksi Pakan Fermentasi
Untuk 100 kg bahan kering jerami padi:
| Komponen | Jumlah | Harga (Rp) |
|---|---|---|
| Jerami padi | 100 kg | 0 (limbah pertanian) |
| Dedak halus | 10 kg | 30.000 |
| Tetes tebu | 5 liter | 25.000 |
| EM4 | 1 liter | 20.000 |
| Air & tenaga | – | 10.000 |
| Total Biaya | ±85.000 |
Dari perhitungan ini, harga pakan fermentasi per kilogram hanya sekitar Rp850, jauh lebih murah dibandingkan pakan komersial yang bisa mencapai Rp2.000–3.000/kg.
Dengan pakan fermentasi, peternak dapat menghemat hingga 50% biaya pakan, tanpa mengurangi pertumbuhan sapi.
Membuat pakan fermentasi untuk sapi potong adalah langkah cerdas untuk peternak yang ingin hemat biaya, ramah lingkungan, dan meningkatkan bobot sapi lebih cepat.
Prosesnya mudah, bahan-bahannya sederhana, dan hasilnya terbukti efektif baik dari segi nutrisi maupun efisiensi pencernaan.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



