Mengatur Pola Makan Sapi Agar Cepat Gemuk

Gemini Generated Image 7dqquv7dqquv7dqq Gemini Generated Image 7dqquv7dqquv7dqq

Ternak Tani – Banyak peternak sapi, terutama pemula, menghadapi tantangan dalam membuat sapi mereka tumbuh cepat dan sehat. Salah satu kunci sukses dalam penggemukan sapi bukan hanya dari jenis pakan, tapi juga pola makannya. Pola makan yang baik membantu sistem pencernaan sapi bekerja optimal, sehingga nutrisi bisa terserap sempurna dan pertumbuhan berat badan menjadi maksimal.

Menurut Kementerian Pertanian RI (2023), pengaturan pakan yang tepat bisa meningkatkan efisiensi pertumbuhan sapi hingga 30–40% dibanding pemberian pakan tanpa pola yang teratur. Jadi, tidak cukup hanya memberi makan banyak — waktu, jenis, dan keseimbangannya juga penting.

1. Pahami Kebutuhan Nutrisi Sapi

Langkah pertama dalam mengatur pola makan sapi adalah memahami apa yang dibutuhkan tubuh sapi untuk tumbuh. Sapi potong membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam porsi yang seimbang.

Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), komposisi pakan sapi potong yang ideal adalah:

  1. Karbohidrat (60–70%): untuk energi utama, biasanya berasal dari hijauan dan jerami fermentasi.

  2. Protein (10–20%): membantu pembentukan otot, bisa dari bungkil kedelai, dedak, atau ampas tahu.

  3. Lemak (2–3%): membantu penyerapan vitamin dan meningkatkan energi.

  4. Vitamin dan mineral: untuk menjaga daya tahan tubuh dan memperlancar metabolisme.

Contohnya, sapi berusia 1 tahun dengan berat sekitar 200 kg membutuhkan sekitar 3% dari bobot tubuhnya dalam bentuk bahan kering per hari (sekitar 6 kg pakan kering).

2. Tentukan Jadwal Makan yang Teratur

Sapi termasuk hewan ruminansia yang butuh waktu lama untuk mencerna makanan karena proses fermentasi di rumen (perut pertama). Maka, pemberian pakan tidak boleh sembarangan waktunya.

Berikut contoh jadwal pola makan harian sapi potong:

  1. Pagi (06.00–07.00): Beri pakan hijauan segar (rumput gajah, odot, atau king grass).

  2. Siang (12.00–13.00): Tambahkan pakan konsentrat seperti dedak, jagung giling, atau bungkil.

  3. Sore (17.00–18.00): Kombinasi hijauan + air minum segar.

Baca Juga  Cara Mengolah Daging Kambing agar Tidak Prengus

Menurut Pusat Penelitian Peternakan (Puslitnak, 2021), jadwal makan yang teratur membantu sapi beradaptasi dengan rutinitas pakan, sehingga nafsu makan meningkat dan sistem pencernaan tetap stabil.

3. Kombinasi Pakan Hijauan dan Konsentrat

Pola makan sapi yang baik harus menggabungkan pakan hijauan (rumput, daun legum, silase) dan pakan konsentrat (bahan berkualitas tinggi seperti dedak, jagung, ampas tahu, dan mineral mix).

  1. Hijauan: menjadi sumber utama serat dan membantu proses fermentasi dalam rumen.

  2. Konsentrat: mempercepat pertambahan bobot karena tinggi energi dan protein.

Rasio ideal menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2020) adalah 60% hijauan dan 40% konsentrat. Dengan rasio ini, sapi bisa bertambah berat sekitar 0,8–1,2 kg per hari tergantung kualitas pakan dan manajemen kandang.

Contoh formula pakan sapi penggemukan:

  1. 60% rumput gajah fermentasi

  2. 20% dedak halus

  3. 10% ampas tahu

  4. 5% jagung giling

  5. 5% mineral mix dan garam

4. Gunakan Pakan Fermentasi untuk Hasil Maksimal

Fermentasi pakan adalah salah satu teknik modern yang semakin populer karena terbukti membuat sapi lebih cepat gemuk. Proses ini membuat pakan lebih mudah dicerna dan meningkatkan kandungan nutrisinya.

Menurut penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM, 2022), pakan fermentasi meningkatkan efisiensi pencernaan hingga 25% lebih baik dibanding pakan biasa.

Bahan yang sering digunakan untuk fermentasi:

  1. Jerami padi

  2. Dedak

  3. Molase (tetes tebu)

  4. EM4 (mikroorganisme efektif)

Cara membuatnya sederhana:

  1. Campur jerami, dedak, dan molase dalam wadah tertutup.

  2. Tambahkan EM4 dan air secukupnya (lembap tapi tidak basah).

  3. Simpan selama 7–10 hari hingga beraroma agak asam manis.

Pakan ini tahan hingga 2–3 bulan dan sangat disukai sapi karena aromanya khas serta lembut di perut.

Baca Juga  Kualitas Susu Sapi Dipengaruhi oleh Pakan, Benarkah?

5. Jaga Kualitas Air Minum

Air adalah elemen penting dalam pertumbuhan sapi. Sapi dewasa bisa minum 30–40 liter air per hari, tergantung suhu dan jenis pakan. Jika kekurangan air, proses pencernaan terganggu dan nafsu makan menurun.

Pastikan air selalu bersih, segar, dan tersedia setiap saat. Hindari air yang kotor atau mengandung lumpur, karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau cacingan (sumber: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2021).

6. Tambahkan Suplemen dan Mineral

Selain pakan utama, sapi juga membutuhkan mineral dan vitamin tambahan. Suplemen seperti garam mineral, kapur, dan premix dapat membantu pertumbuhan tulang dan otot.

Menurut Jurnal Peternakan Indonesia (2023), pemberian mineral mix 50 gram per ekor per hari dapat meningkatkan berat badan hingga 10% lebih cepat dibanding tanpa suplemen.

Beberapa contoh suplemen alami:

  1. Garam dapur (NaCl) → menjaga keseimbangan cairan tubuh.

  2. Kapur (Ca) → memperkuat tulang.

  3. Vitamin A, D, E → menjaga daya tahan tubuh dan pertumbuhan otot.

7. Perhatikan Lingkungan dan Kesehatan Sapi

Pola makan yang baik tidak akan efektif jika lingkungan kandang tidak mendukung. Kandang harus bersih, tidak lembap, dan memiliki ventilasi yang baik. Kotoran harus dibersihkan setiap hari untuk mencegah penyakit.

Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Menurut Dinas Peternakan Jawa Tengah (2023), sapi yang sehat memiliki nafsu makan tinggi, kulit mengilap, dan tidak lesu. Jika nafsu makan menurun, segera periksa kemungkinan cacingan atau gangguan pencernaan.

8. Evaluasi Pertumbuhan Secara Berkala

Penggemukan sapi harus dipantau agar bisa mengetahui efektivitas pola makan. Lakukan penimbangan minimal setiap dua minggu sekali. Catat berat badan, jenis pakan, dan kondisi fisik sapi.

Baca Juga  Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh

Jika pertambahan berat kurang dari 0,5 kg per hari, kemungkinan komposisi pakan atau jam pemberian perlu diperbaiki. Sumber: Balai Pembibitan Ternak Sapi Potong (BPTSP), 2022.

9. Contoh Pola Makan Sapi Penggemukan 30 Hari

Berikut contoh rencana sederhana:

Hari Jenis Pakan Jumlah Waktu
1–10 Rumput fermentasi + dedak + ampas tahu 15 kg Pagi & sore
11–20 Rumput fermentasi + konsentrat + mineral mix 18 kg Pagi, siang, sore
21–30 Silase jagung + konsentrat + suplemen 20 kg 3 kali sehari

Dengan manajemen seperti ini, sapi bisa bertambah berat 20–25 kg per bulan, tergantung kondisi awal dan ras sapi.

Mengatur pola makan sapi agar cepat gemuk bukan hanya tentang memberi pakan banyak, tetapi juga mengatur waktu, jenis, dan kualitasnya. Sapi yang diberi pakan seimbang antara hijauan dan konsentrat, dengan jadwal makan teratur serta air bersih, akan tumbuh optimal dan cepat mencapai bobot ideal.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *