Tips Efisien Mengelola Pakan Sapi di Musim Kemarau

Gemini Generated Image Rggchmrggchmrggc Gemini Generated Image Rggchmrggchmrggc

Ternak Tani – Musim kemarau merupakan masa yang cukup berat bagi para peternak sapi. Pada periode ini, rumput dan hijauan alami sulit ditemukan karena lahan kering dan sumber air terbatas. Akibatnya, ketersediaan pakan menurun sementara kebutuhan sapi tetap tinggi. Kondisi ini bisa berdampak pada penurunan bobot badan sapi, bahkan gangguan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), sekitar 60–70% biaya dalam usaha peternakan sapi berasal dari pakan. Artinya, pengelolaan pakan yang efisien sangat menentukan keberhasilan usaha ternak, terutama di musim kemarau. (Sumber: balitnak.litbang.pertanian.go.id).

Artikel ini akan membahas berbagai tips efisien dalam mengelola pakan sapi di musim kemarau, mulai dari perencanaan, penyimpanan, pemanfaatan pakan alternatif, hingga strategi pemberian pakan agar ternak tetap produktif dan sehat.

1. Menyimpan Hijauan Sejak Musim Hujan

Langkah pertama untuk mengantisipasi kekurangan pakan di musim kemarau adalah dengan menyimpan hijauan saat musim hujan. Saat rumput dan tanaman hijauan tumbuh subur, peternak bisa melakukan pemanenan dan pengawetan hijauan dalam bentuk silase atau hay.

  1. Silase adalah hasil fermentasi hijauan dalam kondisi anaerob (tanpa udara), biasanya menggunakan tong plastik atau silo. Proses ini membantu menjaga nutrisi pakan hingga berbulan-bulan.

  2. Hay (rumput kering) dibuat dengan mengeringkan rumput di bawah sinar matahari sampai kadar airnya rendah.

Menurut Dinas Peternakan Jawa Tengah (2022), silase mampu mempertahankan 80–90% kandungan nutrisi hijauan segar, sementara hay bisa bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dengan benar.

Dengan menyimpan pakan sejak dini, peternak tidak perlu panik saat kemarau datang karena sudah memiliki cadangan yang cukup untuk menjaga kebutuhan sapi.

2. Memanfaatkan Limbah Pertanian Sebagai Pakan Tambahan

Musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan limbah pertanian yang melimpah seperti jerami padi, tongkol jagung, kulit singkong, atau batang pisang. Meskipun kadar proteinnya tidak setinggi hijauan segar, bahan-bahan ini bisa dijadikan pakan alternatif yang murah dan mudah diperoleh.

Baca Juga  Blockchain dalam Rantai Pasok Industri Peternakan

Agar nilai gizinya meningkat, limbah pertanian bisa difermentasi dengan menambahkan mikroba seperti EM4 atau Lactobacillus sp.. Fermentasi membantu meningkatkan daya cerna dan mengurangi kadar serat kasar.

Contoh sederhana:

  1. Campurkan jerami padi dengan molases (tetes tebu), air, dan EM4, kemudian simpan dalam plastik rapat selama 2–3 minggu.

  2. Hasilnya, jerami menjadi lebih lembut, beraroma harum, dan disukai sapi.

Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), penggunaan jerami fermentasi mampu meningkatkan konsumsi pakan hingga 15% dan menambah bobot badan harian sapi sebesar 0,3–0,5 kg/hari (Sumber: litbang.pertanian.go.id).

3. Menjaga Keseimbangan Nutrisi Pakan

Efisiensi pakan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga soal keseimbangan nutrisi. Pakan sapi harus tetap mengandung komponen utama seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin.

  1. Karbohidrat dari hijauan dan jerami berfungsi sebagai sumber energi.

  2. Protein penting untuk pertumbuhan otot dan produksi susu.

  3. Mineral dan vitamin membantu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sapi.

Pada musim kemarau, peternak bisa menambahkan konsentrat seperti bekatul, bungkil kelapa, atau dedak halus untuk meningkatkan kandungan energi dan protein.

Menurut Kementerian Pertanian RI (2021), sapi potong dewasa membutuhkan sekitar 2,5–3% dari bobot tubuhnya dalam bentuk bahan kering per hari, dengan kadar protein 12–14%. Jadi, sapi berbobot 400 kg memerlukan sekitar 10–12 kg bahan kering pakan setiap hari.

4. Mengatur Jadwal dan Cara Pemberian Pakan

Strategi pemberian pakan juga berperan penting agar pakan yang tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal. Berikut beberapa tips sederhana:

  1. Berikan pakan pada waktu yang sama setiap hari, misalnya pagi dan sore hari. Sapi menyukai rutinitas tetap.

  2. Pisahkan antara pakan kasar (hijauan) dan pakan tambahan (konsentrat) agar konsumsi lebih efisien.

  3. Sediakan air minum yang cukup, terutama di musim panas. Kekurangan air dapat menurunkan nafsu makan sapi hingga 30%.

  4. Perhatikan sisa pakan setiap hari. Jika banyak tersisa, kurangi takaran sedikit demi sedikit agar tidak terbuang.

Baca Juga  Tips Membersihkan Kandang agar Kambing Tetap Sehat

Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), manajemen pemberian pakan yang teratur dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga 20% dan menurunkan limbah pakan yang tidak termakan oleh ternak. (Sumber: fao.org).

5. Membuat Pakan Fermentasi untuk Cadangan

Jika peternak memiliki waktu dan peralatan sederhana, membuat pakan fermentasi adalah solusi cerdas untuk menghadapi musim kemarau.

Langkah membuat pakan fermentasi sederhana:

  1. Siapkan bahan seperti jerami, dedak, tetes tebu, air, dan EM4.

  2. Potong jerami menjadi ukuran kecil (5–10 cm).

  3. Campur semua bahan hingga merata.

  4. Masukkan ke dalam tong atau plastik kedap udara.

  5. Simpan selama 2–3 minggu.

Hasilnya, pakan menjadi lebih lembut, mudah dicerna, dan beraroma manis. Pakan fermentasi juga dapat disimpan hingga 6 bulan tanpa mengurangi kandungan nutrisinya secara signifikan.

Menurut Jurnal Peternakan Indonesia (2020), pakan fermentasi dapat menurunkan serat kasar hingga 30% dan meningkatkan kadar protein kasar hingga 15%, tergantung bahan yang digunakan.

6. Menanam Hijauan Tahan Kering

Solusi jangka panjang yang tidak kalah penting adalah menanam hijauan tahan kekeringan. Jenis tanaman ini tetap tumbuh meskipun curah hujan rendah, sehingga bisa menjadi sumber pakan alami yang berkelanjutan.

Beberapa contoh tanaman pakan tahan kering:

  1. Indigofera sp. – tinggi protein (23–27%), cocok untuk pakan tambahan.

  2. Lamtoro (Leucaena leucocephala) – tahan panas dan memiliki protein tinggi.

  3. Rumput gajah mini atau setaria – mudah tumbuh dan tahan kekeringan sedang.

Menurut penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM, 2021), kombinasi rumput gajah dan lamtoro mampu memenuhi 70–80% kebutuhan hijauan sapi potong selama musim kemarau jika ditanam secara tumpang sari.

7. Mengelola Stok dan Catatan Pakan

Manajemen pakan yang efisien juga membutuhkan pencatatan yang baik. Peternak disarankan untuk:

  1. Mencatat jumlah pakan yang masuk dan keluar setiap hari.

  2. Memonitor berat badan sapi secara berkala untuk mengetahui efisiensi pemberian pakan.

  3. Menghitung kebutuhan pakan berdasarkan bobot dan jumlah sapi.

Baca Juga  Mengubah Limbah Sapi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Dengan sistem pencatatan sederhana, peternak dapat memperkirakan kapan stok akan habis dan kapan harus menambah bahan baku. Ini membantu menghindari pemborosan serta menjaga keberlanjutan pakan di musim kemarau.

Mengelola pakan sapi di musim kemarau membutuhkan perencanaan, kreativitas, dan kedisiplinan. Dengan menyiapkan cadangan pakan sejak musim hujan, memanfaatkan limbah pertanian, membuat pakan fermentasi, dan menanam hijauan tahan kering, peternak dapat menjaga efisiensi pakan tanpa mengorbankan kesehatan ternak.

Inteership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *