Ternak Tani – Bagi para peternak, menjaga kesehatan kambing bukan hanya soal memberi pakan yang cukup, tetapi juga tentang mencegah penyakit sejak dini. Salah satu cara paling efektif untuk melakukannya adalah dengan vaksinasi.
Vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kambing terhadap penyakit tertentu. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, vaksinasi rutin membantu menekan angka kematian ternak akibat penyakit menular seperti antraks, enterotoksemia, atau PPR (Peste des Petits Ruminants).
Dengan vaksinasi, kambing akan memiliki kekebalan terhadap penyakit berbahaya sehingga risiko penularan dalam satu kandang bisa ditekan secara signifikan.
Manfaat Utama Vaksinasi Kambing
-
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Vaksinasi membantu tubuh kambing mengenali dan melawan virus atau bakteri yang masuk. Setelah divaksin, sistem imun kambing akan “mengingat” patogen tersebut dan lebih cepat bereaksi saat terpapar di masa depan. -
Mencegah Wabah di Peternakan
Penyakit menular seperti PPR dan anthrax bisa menyebar cepat dan menyebabkan kerugian besar. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), vaksinasi massal adalah strategi paling efektif untuk mencegah wabah penyakit ruminansia kecil. -
Meningkatkan Produktivitas
Kambing yang sehat akan lebih aktif, nafsu makan meningkat, dan kualitas susu atau dagingnya lebih baik. Dengan kata lain, vaksinasi secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan keuntungan peternak. -
Menghemat Biaya Pengobatan
Biaya vaksin jauh lebih murah dibanding biaya perawatan kambing yang sudah sakit. Pencegahan selalu lebih hemat dan efisien daripada pengobatan.
Jenis-Jenis Vaksin yang Diperlukan untuk Kambing
Berikut adalah beberapa vaksin yang umum diberikan untuk kambing di Indonesia berdasarkan rekomendasi dari Balai Besar Veteriner (BBVet) dan Ditjen PKH:
1. Vaksin Anthrax
-
Tujuan: Mencegah penyakit antraks yang disebabkan oleh Bacillus anthracis.
-
Waktu pemberian: Sekali setahun, terutama di daerah endemis.
-
Keterangan: Penyakit ini bisa menular ke manusia, sehingga vaksinasi wajib dilakukan oleh peternak yang berada di wilayah rawan.
2. Vaksin Enterotoksemia
-
Tujuan: Melindungi kambing dari infeksi Clostridium perfringens, yang bisa menyebabkan kematian mendadak.
-
Waktu pemberian: Saat kambing berusia 3 bulan dan diulang setiap 6–12 bulan.
-
Sumber: FAO Animal Health Manual menyebut vaksinasi ini sangat efektif mencegah kehilangan ternak akibat keracunan darah.
3. Vaksin PPR (Peste des Petits Ruminants)
-
Tujuan: Mencegah penyakit PPR yang menyerang sistem pencernaan dan pernapasan kambing serta domba.
-
Waktu pemberian: Dosis tunggal pada umur 3–4 bulan, diulang tiap tahun.
-
Keterangan: Menurut OIE (World Organisation for Animal Health), PPR termasuk penyakit paling merugikan peternak kambing di Asia dan Afrika.
4. Vaksin Saprofit (Scabby Mouth / Orf)
-
Tujuan: Melindungi kambing dari infeksi kulit akibat virus Parapoxvirus.
-
Waktu pemberian: Saat kambing berumur 1–2 bulan, atau sebelum musim hujan.
-
Gejala penyakit: Luka pada bibir dan mulut yang bisa mengganggu proses makan.
5. Vaksin Brucellosis
-
Tujuan: Mencegah penyakit menular yang dapat menyebabkan keguguran pada kambing betina dan infertilitas pada jantan.
-
Waktu pemberian: Umumnya diberikan pada kambing betina umur 4–6 bulan.
-
Sumber: Berdasarkan Kementerian Pertanian RI, vaksin ini sangat penting bagi peternakan yang melakukan pembiakan secara intensif.
Jadwal Umum Vaksinasi Kambing
Agar hasil vaksinasi optimal, peternak perlu mengikuti jadwal vaksinasi yang tepat. Berikut contoh jadwal vaksinasi kambing yang disarankan oleh Ditjen PKH:
| Umur Kambing | Jenis Vaksin | Keterangan |
|---|---|---|
| 1–2 bulan | Vaksin Orf / Scabby Mouth | Mencegah infeksi kulit |
| 3 bulan | Vaksin Enterotoksemia & PPR | Dosis pertama |
| 6 bulan | Vaksin Anthrax | Ulangan tahunan |
| 1 tahun | Booster semua vaksin | Untuk memperkuat kekebalan |
| Setiap tahun | Anthrax, Enterotoksemia, PPR | Vaksin ulang rutin |
💡 Tips: Sebelum vaksinasi, pastikan kambing dalam kondisi sehat, tidak demam, dan diberi pakan cukup. Kambing yang stres atau sakit tidak disarankan untuk divaksin karena dapat menurunkan efektivitas vaksin.
Cara Memberikan Vaksinasi yang Aman dan Efektif
Melakukan vaksinasi tidak boleh sembarangan. Peternak perlu memahami teknik dasar agar vaksin bekerja dengan baik:
-
Gunakan alat suntik steril.
Jarum suntik harus diganti untuk setiap kambing agar tidak menularkan penyakit. -
Ikuti petunjuk dosis vaksin.
Setiap jenis vaksin memiliki dosis dan cara penyuntikan berbeda — bisa disuntik di bawah kulit (subkutan) atau ke dalam otot (intramuskular). -
Catat tanggal dan jenis vaksin.
Ini penting untuk mengetahui jadwal vaksin berikutnya. Catatan vaksin juga berguna jika kambing dijual atau dikirim ke daerah lain. -
Simpan vaksin dengan benar.
Vaksin harus disimpan di suhu dingin (2–8°C) dan tidak terkena sinar matahari langsung. -
Konsultasikan dengan dokter hewan.
Bila peternak belum berpengalaman, sebaiknya vaksinasi dilakukan dengan pendampingan dokter hewan agar hasilnya maksimal.
Peran Peternak dalam Menjaga Keberhasilan Vaksinasi
Vaksinasi tidak akan efektif jika tidak disertai dengan manajemen peternakan yang baik. Peternak harus menjaga kebersihan kandang, menyediakan pakan bergizi, dan memastikan sirkulasi udara yang baik.
Menurut Kementerian Pertanian (2023), kombinasi antara vaksinasi dan manajemen kandang yang higienis bisa menurunkan risiko penyakit hingga 80%. Artinya, vaksin bukanlah solusi tunggal, tetapi bagian dari sistem pencegahan menyeluruh.
Dampak Positif Vaksinasi terhadap Produktivitas Peternakan
Peternak yang rutin melakukan vaksinasi biasanya melihat perbedaan signifikan pada hasil ternaknya. Beberapa dampak positif yang bisa dirasakan antara lain:
-
Penurunan angka kematian anak kambing (cempe).
-
Produksi susu meningkat karena kambing tidak mudah stres.
-
Pertumbuhan bobot badan lebih cepat.
-
Pengeluaran untuk pengobatan jauh berkurang.
Dengan begitu, vaksinasi bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang yang memberikan keuntungan besar bagi peternak.
Vaksinasi kambing bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan utama untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Melalui pemberian vaksin secara teratur — seperti vaksin Anthrax, PPR, dan Enterotoksemia — kambing akan lebih tahan terhadap penyakit mematikan.
Selain itu, peternak juga harus menjaga kebersihan lingkungan, memberi pakan bergizi, dan mencatat jadwal vaksin secara rutin. Dengan begitu, kambing akan tumbuh sehat, kuat, dan menghasilkan keuntungan maksimal bagi peternak.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



