Menjaga Kesehatan Anak Sapi yang Baru Lahir

Gemini Generated Image B5ocfwb5ocfwb5oc Gemini Generated Image B5ocfwb5ocfwb5oc

Ternak Tani – Menjaga kesehatan anak sapi yang baru lahir adalah hal yang sangat penting dalam dunia peternakan. Anak sapi atau pedet yang sehat akan tumbuh menjadi sapi dewasa yang produktif, baik untuk produksi susu maupun daging. Masa awal kelahiran merupakan masa yang sangat kritis karena sistem kekebalan tubuh anak sapi belum terbentuk sempurna. Oleh karena itu, perawatan yang tepat sejak lahir menjadi kunci utama keberhasilan dalam beternak sapi.

Menurut Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu (BBPP Batu, 2023), tingkat kematian anak sapi dalam 30 hari pertama setelah lahir bisa mencapai 10–20% jika tidak dirawat dengan benar. Angka ini bisa ditekan dengan manajemen kesehatan yang baik sejak kelahiran.

1. Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak Sapi Sejak Lahir

Ketika anak sapi lahir, ia belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Tubuhnya rentan terhadap bakteri dan virus dari lingkungan sekitar. Karena itu, peternak perlu memberikan perhatian ekstra pada jam-jam pertama setelah kelahiran.

Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2022), 70% masalah kesehatan anak sapi disebabkan oleh manajemen kelahiran yang kurang baik, seperti keterlambatan pemberian kolostrum, kandang kotor, atau suhu lingkungan yang tidak sesuai.

Dengan menjaga kesehatan anak sapi sejak awal, peternak tidak hanya mengurangi angka kematian, tetapi juga meningkatkan produktivitas jangka panjang. Anak sapi yang sehat akan memiliki pertumbuhan optimal, cepat beradaptasi, dan lebih tahan terhadap penyakit.

2. Pemberian Kolostrum: Kunci Utama Kesehatan Anak Sapi

Langkah pertama yang paling penting adalah pemberian kolostrum. Kolostrum adalah susu pertama yang keluar dari induk sapi setelah melahirkan, biasanya berwarna kekuningan dan kental. Kolostrum mengandung antibodi alami yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak sapi.

Baca Juga  Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh

Menurut Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (2021), anak sapi sebaiknya mendapatkan kolostrum paling lambat 2 jam setelah lahir dan dalam jumlah sekitar 10% dari berat badannya. Misalnya, jika anak sapi memiliki berat 30 kg, maka kolostrum yang diberikan sekitar 3 liter.

Kolostrum yang terlambat diberikan akan menurunkan kemampuan tubuh anak sapi menyerap antibodi, sehingga anak sapi mudah sakit. Selain itu, pastikan kolostrum bersih dan berasal dari induk sapi yang sehat untuk menghindari penularan penyakit.

3. Menjaga Kebersihan Kandang dan Lingkungan

Kebersihan kandang juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan anak sapi. Lingkungan yang kotor menjadi sumber bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan penyakit seperti diare, infeksi pernapasan, atau radang pusar.

Pastikan kandang anak sapi:

  1. Kering dan hangat, terutama di malam hari.

  2. Bersih dari kotoran dan sisa makanan induk.

  3. Terlindung dari angin kencang dan hujan langsung.

Menurut Badan Standardisasi Nasional (SNI 01-3141-2011), suhu ideal untuk anak sapi baru lahir adalah sekitar 25–30°C, dan kelembapan udara sebaiknya tidak lebih dari 70%.

Selain itu, alas kandang sebaiknya menggunakan jerami kering atau serbuk gergaji agar nyaman dan mudah diganti setiap hari. Kandang yang bersih dan kering membantu mencegah penyakit kulit serta menjaga suhu tubuh anak sapi tetap stabil.

4. Perawatan Tali Pusar dan Kebersihan Tubuh

Setelah anak sapi lahir, tali pusarnya biasanya masih menempel. Tali pusar ini harus segera dipotong dan dibersihkan menggunakan larutan antiseptik seperti yodium 10%. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi pada bagian tersebut.

Infeksi pada pusar bisa menyebabkan penyakit omphalitis (radang pusar), yang berbahaya karena dapat menyebar ke seluruh tubuh anak sapi. Menurut Balai Veteriner Subang (2023), kasus infeksi pusar merupakan salah satu penyebab utama kematian pedet di minggu pertama kelahiran.

Baca Juga  5 Fakta Unik Sapi yang Bikin Melongo, Lebih dari Sekadar Hewan Ternak!

Selain itu, tubuh anak sapi juga perlu dibersihkan dari lendir kelahiran menggunakan kain bersih dan kering. Jika cuaca dingin, anak sapi sebaiknya dikeringkan lebih cepat agar tidak kedinginan.

5. Pemberian Pakan dan Air yang Tepat

Pada minggu pertama, anak sapi hanya membutuhkan susu dari induknya. Setelah berumur 10–14 hari, anak sapi mulai bisa dikenalkan pada pakan tambahan berupa starter feed atau pakan awal yang kaya protein dan energi.

Menurut Dinas Peternakan Jawa Barat (2022), pemberian pakan tambahan sejak dini membantu mempercepat pertumbuhan rumen (lambung pertama sapi), sehingga anak sapi lebih cepat beralih dari susu ke pakan padat.

Air bersih juga harus selalu tersedia di dekat kandang anak sapi. Kekurangan air bisa menyebabkan dehidrasi dan menurunkan daya tahan tubuh.

6. Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi

Sama seperti hewan ternak lainnya, anak sapi juga membutuhkan vaksinasi untuk mencegah penyakit. Beberapa vaksin yang umum diberikan antara lain vaksin untuk mencegah penyakit SE (Septicemia Epizootica), antraks, dan IBR (Infectious Bovine Rhinotracheitis).

Selain vaksin, langkah pencegahan lain adalah dengan menjaga biosekuriti kandang, yaitu membatasi orang yang keluar-masuk area kandang agar tidak membawa bibit penyakit dari luar.

Jika anak sapi menunjukkan tanda-tanda seperti lesu, tidak mau menyusu, atau mengalami diare, segera hubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan terdekat.

Menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2021), pencegahan lebih murah dan efektif dibanding pengobatan penyakit pada ternak.

7. Pemantauan Pertumbuhan dan Berat Badan

Untuk memastikan anak sapi tumbuh dengan baik, lakukan penimbangan berat badan setiap minggu. Anak sapi yang sehat umumnya mengalami pertambahan berat badan sekitar 0,5–1 kg per hari, tergantung jenis dan pakan yang diberikan.

Baca Juga  Jenis Penyakit Umum pada Sapi dan Cara Pencegahannya

Catat hasil pertambahan berat badan ini dalam buku ternak agar peternak dapat mengetahui perkembangan setiap anak sapi secara jelas. Jika pertumbuhannya lambat, berarti ada masalah pada pola makan, lingkungan, atau kesehatan yang perlu diperbaiki.

8. Peran Peternak dalam Perawatan Harian

Peternak memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan anak sapi. Setiap hari, peternak harus memastikan:

  1. Anak sapi menyusu dengan baik.

  2. Tidak ada luka, infeksi, atau tanda-tanda sakit.

  3. Kandang tetap bersih dan kering.

  4. Suhu kandang stabil.

Selain itu, peternak perlu memiliki jadwal pemeriksaan rutin bersama dokter hewan agar kondisi anak sapi selalu terpantau. Dengan begitu, risiko penyakit dapat dideteksi sejak dini.

Menjaga kesehatan anak sapi yang baru lahir bukan hanya tentang memberi makan, tetapi juga mencakup seluruh aspek perawatan — mulai dari pemberian kolostrum, kebersihan kandang, hingga pencegahan penyakit.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *