Ternak Tani – Kambing yang mendadak sakit bisa menunjukkan tanda-tanda seperti kehilangan nafsu makan, lemas, demam, atau bahkan tidak mau berdiri. Dalam situasi ini, waktu menjadi faktor utama. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2022), tindakan cepat dalam 6–12 jam pertama dapat menyelamatkan hingga 80% kambing yang sakit mendadak.
Keterlambatan dalam penanganan bisa memperparah kondisi kambing dan membuat pengobatan menjadi lebih sulit. Karena itu, peternak perlu memahami langkah-langkah dasar yang bisa dilakukan sebelum dokter hewan datang.
### Mengenali Gejala Awal Kambing Sakit
Langkah pertama dalam menghadapi kambing sakit adalah mengenali gejala awalnya. Kambing yang sehat biasanya aktif, suka makan, dan memiliki bulu yang mengkilap. Namun, jika kambing mulai:
-
Tidak mau makan atau minum
-
Terlihat lemas dan sering berbaring
-
Nafasnya cepat atau tersengal
-
Kotoran encer atau tidak keluar sama sekali
-
Telinga atau tubuh terasa panas
maka itu pertanda kambing sedang tidak sehat.
Menurut Balai Besar Veteriner Denpasar (2023), pemeriksaan suhu tubuh normal kambing berkisar antara 38–40°C. Jika suhu melebihi itu, bisa jadi kambing sedang demam akibat infeksi atau cacingan.
### Pisahkan Kambing yang Sakit
Langkah berikutnya adalah memisahkan kambing yang sakit dari kambing lain. Hal ini penting untuk mencegah penularan penyakit, terutama jika penyebabnya infeksi bakteri atau virus. Tempatkan kambing di kandang terpisah dengan ventilasi yang baik, kering, dan tidak terlalu dingin.
Selain itu, peternak perlu menjaga kebersihan kandang. Bersihkan kotoran dan ganti alas kandang setiap hari agar kambing yang sakit merasa lebih nyaman dan tidak terpapar kuman tambahan.
### Periksa Kondisi Tubuh dan Nafas
Setelah dipisahkan, lakukan pemeriksaan sederhana. Coba perhatikan:
-
Suhu tubuh: gunakan termometer rektal untuk memastikan apakah kambing demam.
-
Pernapasan: jika terdengar bunyi tidak normal atau terlalu cepat, kemungkinan kambing mengalami gangguan pernapasan.
-
Perut kambing: raba bagian perut. Jika terasa keras, kambing bisa saja kembung.
-
Mulut dan gusi: jika terlihat pucat, kambing bisa mengalami kekurangan darah akibat cacingan.
Menurut Peternakan Indonesia (2021), pemeriksaan fisik sederhana ini bisa membantu menentukan tindakan awal yang paling tepat sebelum mendapatkan bantuan dari tenaga medis hewan.
### Beri Cairan dan Elektrolit
Kambing yang sakit sering kehilangan cairan akibat diare atau demam. Untuk mencegah dehidrasi, berikan larutan gula garam atau oralit hewan ternak yang bisa dibeli di toko pakan.
Cara membuat larutan sederhana di rumah:
-
1 liter air hangat
-
2 sendok makan gula
-
1/2 sendok teh garam
Aduk hingga larut, lalu berikan sedikit demi sedikit menggunakan botol dot atau selang kecil. Berdasarkan saran dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), pemberian cairan elektrolit membantu menjaga keseimbangan ion tubuh dan mempercepat pemulihan energi.
### Berikan Pakan Ringan dan Bergizi
Kambing yang sakit sebaiknya tidak langsung diberi pakan berat seperti dedak atau rumput kering. Pilih pakan lembut seperti daun singkong muda, daun pepaya, atau hijauan segar yang mudah dicerna.
Selain itu, berikan sedikit campuran vitamin cair yang mengandung vitamin B kompleks dan mineral untuk membantu memperbaiki metabolisme tubuh kambing. Peternak juga bisa menambahkan ramuan herbal seperti air rebusan jahe atau kunyit (dalam dosis kecil) untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurut Jurnal Ilmu Ternak Tropika (2022), pakan bergizi dan vitamin alami membantu meningkatkan sistem imun kambing secara alami tanpa efek samping.
### Hindari Pemberian Obat Sembarangan
Salah satu kesalahan umum peternak adalah memberikan obat tanpa konsultasi dokter hewan. Tidak semua gejala kambing bisa diobati dengan obat cacing atau antibiotik biasa. Penggunaan dosis yang salah bisa menyebabkan kambing keracunan atau memperparah penyakit.
Sebaiknya, catat semua gejala yang muncul dan sampaikan secara detail kepada dokter hewan atau petugas kesehatan hewan terdekat. Dengan begitu, diagnosis bisa lebih akurat dan pengobatan lebih efektif.
Sumber dari FAO (2023) menegaskan bahwa 60% kematian kambing akibat penyakit menular disebabkan oleh penanganan awal yang salah dan penggunaan obat tanpa petunjuk ahli.
### Gunakan Obat Herbal Sebagai Pertolongan Awal
Jika akses ke dokter hewan sulit, peternak bisa memanfaatkan bahan herbal alami sebagai langkah awal. Beberapa contoh ramuan herbal yang aman digunakan:
-
Kunyit dan madu: untuk membantu menurunkan demam dan meningkatkan nafsu makan.
-
Jahe dan serai: membantu memperbaiki pencernaan kambing yang kembung.
-
Daun pepaya: bisa digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi infeksi ringan.
Namun, penggunaan herbal tetap harus dengan takaran yang wajar dan tidak berlebihan. Seperti dijelaskan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI (2022), bahan herbal bisa menjadi pelengkap, bukan pengganti utama pengobatan medis.
### Hubungi Dokter Hewan atau Petugas Peternakan
Langkah paling penting adalah menghubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat secepatnya. Jelaskan kondisi kambing secara detail, termasuk gejala, waktu mulai sakit, dan jenis pakan terakhir yang diberikan.
Dokter hewan akan membantu memberikan suntikan atau obat yang sesuai berdasarkan diagnosis. Dengan penanganan cepat dan tepat, kemungkinan kambing sembuh bisa meningkat hingga 90%.
### Cegah Penyakit Dengan Perawatan Rutin
Setelah kambing sembuh, jangan lupa melakukan langkah pencegahan agar tidak terulang lagi. Berikut beberapa cara sederhana:
-
Berikan pakan dan air bersih setiap hari
-
Lakukan vaksinasi rutin sesuai jadwal
-
Bersihkan kandang secara teratur
-
Tambahkan mineral blok atau garam untuk mencegah kekurangan nutrisi
-
Periksa kesehatan kambing minimal seminggu sekali
Menurut Ditjen Peternakan (2022), pencegahan lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan. Peternak yang rutin memeriksa kambingnya jarang mengalami kasus kematian mendadak.
Menangani kambing yang tiba-tiba sakit membutuhkan ketenangan, ketelitian, dan kecepatan tindakan. Langkah darurat seperti memisahkan kambing, memeriksa kondisi tubuh, memberikan cairan, dan menghubungi dokter hewan bisa menyelamatkan nyawa kambing.
Selain itu, pemeliharaan rutin, pemberian pakan bergizi, dan penggunaan herbal alami dapat menjadi kunci utama menjaga kesehatan kambing secara berkelanjutan.
Dengan menerapkan langkah-langkah darurat ini, peternak tidak hanya menghindari kerugian tetapi juga memastikan bahwa usaha peternakan tetap produktif dan berkelanjutan.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



