Ternak Tani – Desain kandang kambing bukan sekadar soal tempat tinggal hewan, tetapi juga memengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas kambing. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), kandang yang baik harus menjaga kebersihan, kenyamanan, serta mempermudah peternak dalam perawatan.
Kandang yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan kambing mudah stres, rentan terkena penyakit, bahkan menurunkan hasil produksi susu dan daging. Karena itu, desain kandang yang efisien membantu peternak menghemat tenaga dan biaya perawatan dalam jangka panjang.
Konsep Dasar Kandang Kambing yang Efisien
Kandang yang efisien harus mampu mengoptimalkan ruang dan fungsi, serta mudah dibersihkan. Umumnya, desain kandang kambing dibuat bertipe panggung untuk memisahkan kambing dari tanah sehingga kotoran bisa jatuh ke bawah.
Menurut laman Pusat Penelitian Peternakan Indonesia (pustaka.setjen.pertanian.go.id), kandang panggung dengan tinggi sekitar 70–100 cm dari tanah dapat menjaga kebersihan dan mencegah infeksi cacing atau bakteri. Lantai dibuat dari kayu renggang 1,5–2 cm agar urin dan kotoran bisa langsung turun tanpa menempel pada kaki kambing.
Selain itu, kandang efisien harus menyediakan ruang gerak yang cukup. Idealnya, satu ekor kambing dewasa membutuhkan ruang sekitar 1,2 x 1 meter agar tetap leluasa tanpa saling berdesakan.
Pemilihan Bahan Bangunan yang Ekonomis dan Tahan Lama
Dalam mendesain kandang yang ekonomis, pemilihan bahan sangat penting. Gunakan bahan lokal yang murah tapi kuat dan tahan lama. Misalnya:
-
Rangka dan lantai: kayu jati belanda, bambu petung, atau kayu kelapa.
-
Dinding: bilah bambu atau papan kayu agar udara mudah masuk.
-
Atap: genteng, seng, atau asbes bergantung pada kondisi cuaca dan anggaran.
Bahan bambu banyak disarankan karena mudah ditemukan, ramah lingkungan, dan bisa bertahan hingga 5 tahun jika dirawat dengan baik (Sumber: Balai Penelitian Ternak, 2022). Untuk menambah daya tahan, bambu sebaiknya direndam dalam larutan garam atau diasapi sebelum digunakan agar tahan rayap.
Ventilasi dan Pencahayaan yang Ideal
Ventilasi dan pencahayaan alami sangat penting untuk menjaga kandang tetap kering dan tidak lembap. Kambing membutuhkan sirkulasi udara yang lancar agar terhindar dari penyakit pernapasan.
Berdasarkan panduan dari Fakultas Peternakan UGM (2023), sebaiknya bagian dinding kandang tidak ditutup rapat seluruhnya. Sisakan celah 20–30 cm di antara bilah kayu atau bambu untuk sirkulasi udara. Selain itu, pencahayaan alami dari sinar matahari pagi membantu membunuh bakteri serta menjaga suhu kandang tetap hangat.
Letakkan kandang dengan arah timur–barat, agar sinar matahari dapat masuk di pagi hari dan tidak terlalu panas pada siang hari.
Tata Letak Ruangan di Dalam Kandang
Desain kandang yang efisien juga tergantung pada tata letak ruangan. Dalam kandang kelompok, biasanya terdapat:
-
Ruang indukan dan anak: agar kambing betina dan anaknya lebih nyaman.
-
Ruang pejantan: terpisah untuk menghindari perkelahian.
-
Ruang pakan dan minum: ditempatkan di luar sekat agar pakan tidak terinjak.
-
Tempat penampungan kotoran: di bawah lantai, memudahkan pembersihan.
Menurut Balai Penyuluhan Peternakan Nasional (2023), sekat antar ruang sebaiknya menggunakan bambu dengan jarak antar bilah sekitar 10 cm agar tetap terlihat tetapi tidak bisa dilewati kambing. Dengan tata letak yang rapi, peternak bisa bekerja lebih cepat dan efisien.
Sistem Drainase dan Kebersihan Kandang
Drainase atau sistem aliran air menjadi aspek penting untuk menjaga kebersihan kandang. Kandang yang lembap akan memicu jamur dan bakteri penyebab penyakit kulit. Pastikan ada saluran air miring di bawah kandang agar urin dan air hujan bisa langsung mengalir keluar.
Selain itu, lakukan pembersihan rutin setiap hari untuk membuang kotoran dan mengganti alas pakan. Gunakan cairan disinfektan alami seperti larutan kapur atau air garam untuk mengurangi bau dan kuman (Sumber: Jurnal Peternakan Tropis, 2022).
Desain Atap dan Perlindungan dari Cuaca
Atap kandang harus mampu melindungi kambing dari panas dan hujan. Idealnya, atap dibuat miring ke satu sisi agar air hujan mengalir lancar. Gunakan bahan ringan seperti seng bergelombang atau genteng tanah liat.
Menurut Pusat Kajian Peternakan Rakyat (2024), kemiringan atap sekitar 30–45° adalah yang paling ideal. Tambahkan juga talang air di sisi bawah untuk menghindari genangan. Pada daerah panas, atap tinggi akan membantu sirkulasi udara agar suhu di dalam kandang tetap sejuk.
Efisiensi Biaya Pembuatan Kandang
Untuk kandang sederhana berkapasitas 10 ekor kambing, biaya bisa ditekan dengan cara berikut:
-
Gunakan bahan lokal seperti bambu atau kayu bekas.
-
Bangun bertahap sesuai jumlah kambing.
-
Terapkan desain modular, sehingga mudah diperluas tanpa bongkar total.
-
Manfaatkan tenaga kerja sendiri atau gotong royong dengan peternak sekitar.
Contoh perhitungan sederhana: kandang bambu ukuran 3×4 meter hanya membutuhkan biaya sekitar Rp1.500.000 – Rp2.500.000, tergantung bahan dan upah tukang (Data: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, 2023).
Tips Menjaga Kandang Tetap Efisien
Agar kandang tetap efisien dan tahan lama, lakukan beberapa langkah berikut:
-
Bersihkan kotoran setiap pagi dan sore.
-
Ganti pakan dan air setiap hari agar tidak basi.
-
Semprot kandang dengan disinfektan seminggu sekali.
-
Cat ulang bagian kayu atau bambu tiap 6 bulan agar tidak lapuk.
Kandang yang bersih dan terawat tidak hanya meningkatkan kenyamanan kambing, tetapi juga menjaga nilai investasi peternak tetap stabil dalam jangka panjang.
Contoh Desain Kandang Kambing Modern dan Ramah Lingkungan
Kini banyak peternak berinovasi dengan desain kandang modern menggunakan kombinasi bambu dan besi ringan. Beberapa bahkan menambahkan sistem pembuangan otomatis dan pemberian pakan terintegrasi.
Desain ramah lingkungan juga bisa diterapkan dengan memanfaatkan limbah kotoran kambing menjadi pupuk kompos. Ini membuat kandang bukan hanya tempat ternak, tapi juga bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Menurut FAO Indonesia (2024), konsep zero waste farming seperti ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi hingga 30%.
Desain kandang kambing yang efisien dan ekonomis bukan hanya tentang penghematan biaya, tapi juga tentang kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas ternak. Dengan perencanaan yang matang—mulai dari bahan, ventilasi, tata letak, hingga sistem kebersihan—peternak dapat menciptakan kandang yang ramah lingkungan dan tahan lama.
Kunci utama adalah memanfaatkan bahan lokal, menerapkan desain fungsional, dan menjaga kebersihan rutin. Dengan begitu, usaha ternak kambing bisa berjalan lebih optimal dan menguntungkan dalam jangka panjang.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



