Cara Membuat Kandang Kambing dari Bambu

Gemini Generated Image Oqs0gfoqs0gfoqs0 Gemini Generated Image Oqs0gfoqs0gfoqs0

Ternak Tani – Banyak peternak memilih bahan bambu untuk membuat kandang kambing karena harganya murah dan mudah didapat, terutama di pedesaan. Bambu memiliki sifat kuat, lentur, dan tahan lama jika diolah dengan benar. Selain itu, kandang dari bambu juga memberikan sirkulasi udara yang baik, membuat kambing lebih sehat dan tidak mudah stres.

Menurut laman Pertanian.go.id (2023), bahan bambu merupakan pilihan ideal untuk kandang tradisional karena ramah lingkungan dan bisa bertahan hingga 5 tahun bila dirawat dengan benar. Dengan begitu, bambu menjadi solusi efisien bagi peternak dengan modal terbatas.

Persiapan Sebelum Membuat Kandang

Sebelum mulai membuat kandang kambing bambu, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan. Pertama, tentukan jumlah kambing yang akan dipelihara. Ini penting untuk menyesuaikan ukuran kandang agar kambing tidak berdesakan.

Kedua, pilih lokasi kandang yang strategis. Tempatkan kandang di area yang kering, tidak tergenang air, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Menurut sumber dari Dinas Peternakan Indonesia (2022), posisi kandang yang ideal adalah sedikit lebih tinggi dari tanah agar air hujan tidak menggenang dan memicu penyakit.

Terakhir, siapkan alat dan bahan seperti:

  1. Bambu tua (lebih dari 3 tahun, agar kuat)

  2. Gergaji atau parang

  3. Paku dan palu

  4. Tali ijuk atau kawat pengikat

  5. Atap seng atau daun rumbia

Dengan persiapan yang matang, proses pembuatan kandang akan lebih cepat dan hasilnya juga lebih rapi.

Menentukan Desain Kandang

Desain kandang menentukan kenyamanan kambing dan kemudahan dalam perawatan. Kandang yang baik harus memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sistem pembuangan kotoran.

Ada dua jenis desain utama kandang kambing:

  1. Kandang panggung – lantainya ditinggikan sekitar 50–70 cm dari tanah. Model ini cocok di daerah lembap agar kotoran bisa jatuh ke bawah dan mudah dibersihkan.

  2. Kandang tanah – lantainya langsung di atas tanah, lebih hemat tapi sulit dijaga kebersihannya.

Baca Juga  Cara Meningkatkan Efisiensi Produksi Peternakan

Untuk peternak pemula, desain kandang panggung dari bambu lebih direkomendasikan. Selain menjaga kebersihan, kandang panggung juga mengurangi risiko kambing terkena penyakit kulit akibat kelembapan.

Sumber dari Jurnal Peternakan Tropika (2021) menyebutkan bahwa kandang panggung meningkatkan efisiensi perawatan hingga 30% dibanding kandang tanah.

Proses Pembuatan Rangka Kandang

Langkah pertama dalam membuat kandang kambing bambu adalah membangun rangkanya. Potong bambu sesuai ukuran yang direncanakan. Umumnya, satu kandang untuk dua ekor kambing berukuran 1,5 meter x 2 meter sudah cukup.

  1. Buat tiang utama dari bambu berdiameter besar (minimal 10 cm) agar kuat menopang beban.

  2. Pasang balok penyangga secara horizontal menggunakan paku atau tali kawat.

  3. Pastikan kerangka tegak lurus dan stabil, karena ini akan menentukan kekuatan seluruh bangunan.

Gunakan bambu tua yang sudah diawetkan dengan cara direndam air garam atau lumpur selama 7–14 hari untuk mencegah rayap dan jamur. Cara ini banyak direkomendasikan oleh para peternak di kanal YouTube “Peternakan Nusantara” (2023) karena murah dan efektif.

Membuat Lantai Kandang

Lantai merupakan bagian penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kambing. Untuk kandang bambu, lantai bisa dibuat dari potongan bambu yang dibelah dan disusun sejajar.

Tips membuat lantai kandang:

  1. Gunakan potongan bambu dengan jarak antar bilah sekitar 1,5–2 cm agar kotoran bisa jatuh ke bawah.

  2. Pastikan permukaan rata dan tidak licin supaya kambing tidak tergelincir.

  3. Jika memungkinkan, lapisi bagian bawah dengan wadah atau saluran kotoran agar mudah dibersihkan setiap hari.

Menurut Majalah Trobos Livestock (2022), sistem lantai berjarak mampu mengurangi tingkat amonia di kandang hingga 40%, membuat udara di sekitar kandang lebih segar.

Dinding dan Pintu Kandang

Dinding kandang berfungsi sebagai pelindung dari angin kencang, hujan, dan sinar matahari langsung. Untuk bahan bambu, buat dinding dari anyaman atau potongan bambu vertikal yang disusun rapat di bagian luar dan sedikit renggang di bagian dalam.

Baca Juga  Kandang Sapi Ideal, Bikin Cuan dan Ternak Nyaman!

Buat pintu dengan tinggi sekitar 1 meter agar mudah keluar-masuk saat memberi pakan. Gunakan engsel sederhana dari bambu atau kawat baja agar tetap kuat meski sering digunakan.

Tambahkan ventilasi di bagian atas kandang untuk sirkulasi udara. Ini penting agar suhu kandang tidak terlalu panas di siang hari.

Membuat Atap Kandang

Atap berfungsi melindungi kambing dari hujan dan terik matahari. Gunakan bahan ringan seperti daun rumbia, genteng ringan, atau seng.

Bila menggunakan seng, tambahkan lapisan insulasi (seperti plastik hitam) di bawahnya agar suhu kandang tidak terlalu panas. Sementara jika memakai daun rumbia, pastikan penutup rapat agar tidak bocor saat hujan deras.

Sumber dari AgroTekno.id (2023) menyebutkan bahwa bahan alami seperti rumbia memiliki keunggulan dalam menjaga suhu stabil dan lebih ramah lingkungan dibanding seng.

Membuat Tempat Pakan dan Minum

Setelah struktur utama selesai, tambahkan tempat pakan dan minum di dalam kandang. Gunakan potongan bambu yang dibelah dua, lalu pasang di bagian depan atau samping kandang dengan posisi miring sedikit agar mudah dibersihkan.

Sediakan tempat pakan terpisah untuk hijauan dan konsentrat agar tidak tercampur. Untuk air minum, gunakan wadah plastik atau ember kecil yang mudah diganti setiap hari.

Kebersihan tempat pakan sangat penting. Menurut FAO (2021), pakan yang terkontaminasi kotoran dapat menyebabkan penyakit pencernaan pada kambing, menurunkan produktivitas hingga 25%.

Finishing dan Perawatan Kandang

Setelah semua bagian selesai, lakukan pengecekan ulang pada seluruh sambungan bambu. Pastikan tidak ada ujung bambu yang tajam agar kambing tidak terluka.

Olesi bagian luar bambu dengan oli bekas atau larutan kapur untuk melindungi dari rayap dan kelembapan. Bersihkan kandang setiap hari, terutama bagian bawah lantai yang menampung kotoran.

Baca Juga  Teknik Inseminasi Buatan pada Sapi

Selain itu, lakukan perbaikan rutin setiap 6 bulan untuk memperpanjang usia kandang. Dengan perawatan yang baik, kandang kambing bambu bisa bertahan hingga 7 tahun.

Estimasi Biaya dan Efisiensi

Salah satu kelebihan utama kandang bambu adalah biaya pembuatannya yang sangat murah. Berikut perkiraan biaya sederhana untuk kandang ukuran 2×2 meter:

  1. Bambu: Rp150.000

  2. Paku & kawat: Rp30.000

  3. Atap rumbia/seng: Rp100.000

  4. Tenaga kerja (opsional): Rp100.000

Total: Sekitar Rp380.000 – Rp400.000, jauh lebih hemat dibanding kandang kayu atau baja ringan yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Menurut survei Peternak Lokal Indonesia (2023), penggunaan bambu dapat menghemat biaya pembuatan kandang hingga 60% dibanding bahan lain, tanpa mengurangi kekuatan struktural.

Membuat kandang kambing bambu adalah pilihan terbaik bagi peternak pemula yang ingin efisien, ekonomis, dan tetap menjaga kenyamanan hewan ternak. Dengan bahan mudah didapat, desain sederhana, dan biaya rendah, kandang ini bisa menjadi solusi tepat untuk memulai usaha peternakan kambing skala kecil.

Perawatan rutin dan pemilihan bambu berkualitas menjadi kunci agar kandang awet dan kambing tetap sehat. Jadi, tak perlu ragu mencoba membuat kandang bambu sendiri di rumah — sederhana tapi fungsional.

Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *