Cara Merawat Kambing Bunting agar Sehat

Gemini Generated Image W1rijsw1rijsw1ri Gemini Generated Image W1rijsw1rijsw1ri

Ternak Tani – Kambing bunting memerlukan perhatian ekstra karena kondisi tubuhnya sedang bekerja ganda—menjaga dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Menurut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), masa kebuntingan kambing berlangsung sekitar 150 hari atau 5 bulan, dan selama waktu tersebut nutrisi, lingkungan, serta pengawasan kesehatan harus diperhatikan secara rutin.

Perawatan yang baik akan mencegah risiko keguguran, kelahiran prematur, dan anak kambing lahir lemah. Selain itu, indukan yang dirawat dengan benar akan lebih cepat pulih setelah melahirkan dan siap untuk dikawinkan kembali dalam waktu yang ideal.

Berikan Pakan Bernutrisi untuk Kambing Bunting

Pakan adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan kambing bunting. Menurut Balai Penelitian Ternak Indonesia (Balitnak, 2022), kambing bunting membutuhkan energi 1,5 kali lebih banyak dibanding kambing biasa.

Pastikan pakan yang diberikan terdiri dari:

  1. Rumput segar seperti rumput gajah atau rumput odot.

  2. Daun hijauan seperti daun turi, daun lamtoro, atau daun singkong (dalam jumlah terbatas).

  3. Pakan tambahan (konsentrat) berupa dedak padi, ampas tahu, atau bungkil kelapa.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2–3 kali sehari, dan jangan lupa menyediakan air minum bersih secara terus-menerus. Hindari pakan yang basi, berjamur, atau terkontaminasi pestisida karena bisa menyebabkan keguguran.

Pastikan Kambing Mendapat Air Bersih dan Mineral

Air dan mineral sama pentingnya dengan pakan utama. Berdasarkan penelitian oleh FAO (Food and Agriculture Organization, 2021), kekurangan air pada kambing bunting dapat menurunkan nafsu makan dan menghambat pertumbuhan janin.

Sediakan air minum yang selalu bersih di wadah yang mudah dijangkau kambing. Selain itu, tambahkan batu garam mineral (mineral block) agar kebutuhan mineral seperti kalsium, fosfor, dan natrium terpenuhi. Mineral ini penting untuk memperkuat tulang janin dan membantu proses produksi susu setelah melahirkan.

Baca Juga  Membuat Pakan Alternatif dari Limbah Pertanian

Ciptakan Kandang yang Nyaman dan Aman

Kandang yang baik akan mendukung kesehatan kambing bunting. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), kandang kambing bunting sebaiknya memiliki ventilasi yang cukup, lantai kering, dan terlindung dari hujan serta angin kencang.

Tips kandang untuk kambing bunting:

  1. Jaga suhu kandang tetap hangat dan tidak lembap.

  2. Bersihkan kotoran setiap hari agar tidak muncul penyakit.

  3. Pisahkan kambing bunting dari kambing jantan atau yang agresif untuk mencegah stres dan cedera.

Lingkungan yang tenang akan membuat kambing lebih nyaman dan mengurangi risiko keguguran akibat stres.

Pantau Kondisi Kesehatan Secara Rutin

Kambing bunting harus diperiksa secara berkala untuk memastikan kesehatannya. Menurut panduan FAO (2021), pemeriksaan minimal dilakukan dua minggu sekali untuk memantau perubahan berat badan, nafsu makan, dan aktivitas.

Beberapa tanda kambing bunting yang sehat antara lain:

  1. Nafsu makan baik

  2. Bulu tampak halus dan mengkilap

  3. Perut membesar secara simetris

  4. Gerakan janin terasa setelah usia 3 bulan

Jika kambing tampak lemas, tidak mau makan, atau keluar cairan aneh dari vagina, segera hubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan terdekat.

Jaga Berat Badan Kambing Selama Masa Bunting

Menjaga berat badan kambing sangat penting. Kambing yang terlalu kurus bisa melahirkan anak kecil dan lemah, sedangkan kambing yang terlalu gemuk berisiko sulit melahirkan (distokia).

Menurut Journal of Animal Science (2020), kambing bunting idealnya mengalami kenaikan berat badan antara 10–15% dari berat awal. Jika kenaikan terlalu drastis, kurangi pakan konsentrat dan perbanyak hijauan. Sebaliknya, bila terlalu kurus, tambahkan sumber energi seperti jagung giling atau dedak halus.

Kurangi Stres pada Kambing Bunting

Kambing yang stres selama kebuntingan bisa mengalami gangguan hormon, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan berisiko mengalami keguguran. Menurut Livestock Research for Rural Development (LRRD, 2021), kambing sangat peka terhadap perubahan lingkungan dan perlakuan kasar.

Baca Juga  Energi Terbarukan dari Peternakan Sapi

Untuk mencegah stres:

  1. Hindari suara bising atau perpindahan mendadak.

  2. Jangan memegang bagian perut terlalu sering.

  3. Berikan suasana kandang yang tenang dan rutin dibersihkan.

Perlakuan lembut dan lingkungan yang stabil membuat kambing merasa aman dan nyaman.

Lakukan Vaksinasi dan Pengobatan Pencegahan

Vaksinasi membantu melindungi kambing bunting dari penyakit yang bisa menular ke janin. Berdasarkan panduan dari Kementerian Pertanian RI (2022), vaksinasi penting untuk mencegah penyakit seperti SE (Septicaemia Epizootica) dan PPR (Peste des Petits Ruminants).

Selain vaksin, lakukan juga pemberian obat cacing setiap 3 bulan sekali dengan dosis yang sesuai anjuran dokter hewan. Obat cacing diberikan minimal 1 bulan sebelum perkiraan melahirkan agar tidak mengganggu janin.

Persiapkan Masa Menjelang Kelahiran

Mendekati waktu kelahiran (sekitar bulan ke-5), induk kambing perlu perhatian ekstra. Menurut FAO (2021), beberapa tanda kambing akan melahirkan meliputi:

  1. Perut tampak turun

  2. Ambing membesar dan terasa keras

  3. Kambing tampak gelisah dan sering mengais tanah

Pada masa ini, pindahkan kambing ke kandang khusus melahirkan yang lebih tenang dan bersih. Siapkan alas jerami kering agar bayi kambing lahir di tempat yang hangat dan tidak licin.

Perawatan Setelah Kambing Melahirkan

Setelah melahirkan, induk kambing harus segera diberi air hangat dan pakan ringan. Bersihkan tubuh anak kambing dengan kain kering, lalu biarkan induk menjilati anaknya sebagai bentuk ikatan alami.

Menurut Balitnak (2022), pemberian kolostrum (air susu pertama) sangat penting dalam 2 jam pertama kelahiran karena mengandung antibodi tinggi yang melindungi anak dari penyakit. Pastikan induk kambing makan dengan baik agar produksi susunya lancar.

Merawat kambing bunting agar sehat bukanlah hal sulit jika dilakukan dengan disiplin dan kasih sayang. Kunci utamanya terletak pada pakan bergizi, kebersihan kandang, pengawasan kesehatan, serta penanganan stres.

Baca Juga  Tips Menjalin Kerjasama dengan Rumah Potong Hewan

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu tidak hanya membantu indukan melahirkan anak yang sehat dan kuat, tetapi juga meningkatkan produktivitas ternak secara keseluruhan. Seperti yang disampaikan oleh FAO (2021), keberhasilan peternakan kecil dimulai dari perawatan yang teliti terhadap setiap hewan ternak—terutama saat masa bunting.

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *