Gubuku –

Kenapa Angkutan Umum di Desa Sering Mati Suri?

Sebelum ngebangun sistemnya, kenali dulu beberapa alasan kenapa trayek angdes (angkutan perdesaan) jaman dulu banyak yang gulung tikar:

  • Rute Kurang Efektif: Jalur trayek terlalu kaku dan tidak menyentuh kantong-kantong pemukiman padat atau pusat aktivitas warga.

  • Kalah Saing Sama Kendaraan Pribadi: Kemudahan kredit motor bikin hampir tiap rumah punya kendaraan sendiri, bikin angkutan umum sepi penumpang.

  • Manajemen Jadwal Nggak Jelas: Warga malas naik angkutan umum karena jadwal keberangkatannya tidak pasti, alias harus nunggu sampai penuh baru jalan.

Langkah Taktis Menata Transportasi Publik Desa yang Efektif

Biar transportasi umum di desa kembali hidup dan fungsional, terapkan strategi pembenahan berbasis kebutuhan warga ini:

  1. Gunakan Konsep Angkutan Pengumpan (Feeder System): Jangan paksakan bus besar masuk ke jalan desa yang sempit. Gunakan armada yang lincah dan ramah lingkungan—seperti mikrolet listrik, shuttle roda tiga, atau ojek listrik komunal—yang menghubungkan perkampungan pelosok langsung ke terminal hub utama di kecamatan.

  2. Atur Sistem Jadwal Pasti dan Terintegrasi: Buat kepastian waktu operasional (misalnya tiap jam 6 pagi dan 3 sore) agar warga bisa menyesuaikan jadwal aktivitas mereka tanpa harus buang waktu nunggu tanpa kejelasan.

  3. Kolaborasi Lewat BUMDes atau Koperalisasi: Serahkan pengelolaannya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi lokal. Jadi, keuntungan dari operasional transportasi bisa diputar balik untuk subsidi pemeliharaan armada dan jadi tambahan pendapatan desa.

penulis: nur aliza smk ss 2

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more
Baca Juga  Strategi Penataan Jalur Evakuasi dan Edukasi Mitigasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *