Kualitas Susu Sapi Dipengaruhi oleh Pakan, Benarkah?

Gemini Generated Image Vo0v5vvo0v5vvo0v Gemini Generated Image Vo0v5vvo0v5vvo0v

Ternak Tani – Bagi peternak sapi perah, pakan bukan hanya soal kenyang atau tidaknya sapi. Pakan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan. Susu sapi yang berkualitas tinggi biasanya mengandung kadar lemak, protein, dan vitamin yang seimbang. Menurut penelitian dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2020), sekitar 60–70% faktor yang memengaruhi produksi dan kualitas susu berasal dari jenis dan kualitas pakan yang diberikan.

Dengan kata lain, jika pakan yang dikonsumsi sapi tidak bergizi seimbang atau kurang berkualitas, maka hasil susunya pun tidak akan maksimal. Inilah sebabnya para peternak perlu memahami dengan baik apa saja kandungan penting dalam pakan dan bagaimana cara pemberiannya yang benar.

1. Hubungan Langsung antara Pakan dan Kualitas Susu

Pakan berfungsi sebagai sumber energi, protein, mineral, dan vitamin untuk sapi. Setiap unsur tersebut memiliki peran penting dalam pembentukan komponen susu. Misalnya, lemak susu dipengaruhi oleh jenis serat dalam pakan, sementara protein susu sangat bergantung pada kadar protein kasar dalam ransum sapi.

Menurut Kementerian Pertanian (2021), pakan sapi perah idealnya terdiri dari:

  1. 60% pakan hijauan, seperti rumput gajah, leguminosa, atau jerami fermentasi.

  2. 40% pakan konsentrat, seperti dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, dan ampas tahu.

Kombinasi ini mampu memberikan energi dan protein yang seimbang, sehingga sapi dapat menghasilkan susu dengan kadar lemak sekitar 3,5% dan protein 3,2%, yang merupakan standar mutu susu segar nasional (SNI 01-3141-2011).

2. Kandungan Nutrisi dalam Pakan yang Berpengaruh pada Susu

Untuk menghasilkan susu berkualitas tinggi, sapi perah membutuhkan pakan yang mengandung unsur gizi lengkap. Berikut adalah kandungan nutrisi penting yang harus diperhatikan:

Baca Juga  Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi

a. Protein

Protein dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel tubuh dan komponen protein dalam susu. Kekurangan protein dapat membuat produksi susu menurun dan kandungan proteinnya rendah.
Sumber protein yang baik: bungkil kedelai, ampas tahu, dan leguminosa (lamtoro, kaliandra).

b. Energi

Energi berasal dari karbohidrat dan lemak dalam pakan. Energi yang cukup membantu proses metabolisme sapi dan meningkatkan produksi susu.
Sumber energi: jagung giling, dedak halus, dan molases.

c. Serat Kasar

Serat menjaga kesehatan sistem pencernaan sapi dan berpengaruh pada kadar lemak susu. Sapi yang kekurangan serat cenderung menghasilkan susu dengan lemak rendah.
Sumber serat: rumput gajah, jerami, daun pisang, dan kulit singkong.

d. Mineral dan Vitamin

Mineral seperti kalsium (Ca) dan fosfor (P) berperan penting dalam pembentukan susu dan tulang sapi. Sedangkan vitamin seperti A, D, dan E membantu menjaga kesehatan sapi perah.
Sumber alami: garam mineral, bekatul, dan hijauan segar.

Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2022), kekurangan mineral dapat menyebabkan produksi susu menurun hingga 20%.

3. Jenis Pakan yang Meningkatkan Kualitas Susu

Tidak semua pakan memiliki pengaruh yang sama terhadap hasil susu. Beberapa jenis pakan bahkan dapat meningkatkan cita rasa dan aroma susu. Berikut contoh pakan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas:

  1. Rumput Gajah dan Odot
    Mengandung serat tinggi dan kaya mineral. Rumput ini mudah ditanam dan sangat disukai sapi.

  2. Leguminosa (Daun Gamal, Kaliandra, Lamtoro)
    Kaya akan protein nabati alami yang membantu meningkatkan kadar protein susu.

  3. Ampas Tahu dan Bungkil Kelapa
    Sumber protein dan lemak nabati yang memperbaiki cita rasa dan kekentalan susu.

  4. Fermentasi Jerami atau Silase Jagung
    Proses fermentasi meningkatkan daya cerna dan kandungan nutrisi pakan.

  5. Konsentrat Tambahan
    Campuran dedak, jagung, dan molases dapat diberikan 1–2 kali sehari untuk menambah energi produksi.

Baca Juga  4 Faktor Kunci Sukses Usaha Ternak Sapi yang Wajib Kamu Tahu!

Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM, 2023) menemukan bahwa pemberian pakan fermentasi berbasis silase jagung dapat meningkatkan produksi susu hingga 15% dan kadar lemak susu sebesar 0,4% dibanding pakan biasa.

4. Dampak Pakan Buruk terhadap Kualitas Susu

Pakan yang tidak berkualitas, tercemar, atau tidak seimbang dapat menurunkan kualitas susu secara signifikan. Berikut dampak yang sering terjadi:

  1. Penurunan produksi susu hingga 30% karena kekurangan energi dan protein.

  2. Kadar lemak dan protein susu rendah, membuat susu terasa encer.

  3. Aroma susu menjadi tidak sedap jika pakan mengandung bahan fermentasi busuk atau jamur.

  4. Susu cepat rusak, karena sapi yang kekurangan mineral dan vitamin menghasilkan susu dengan ketahanan simpan rendah.

Contohnya, penelitian dari Balai Besar Penelitian Veteriner (2021) menunjukkan bahwa sapi yang diberi jerami tanpa fermentasi menghasilkan susu dengan kadar lemak hanya 2,5%, jauh di bawah standar ideal.

5. Cara Memberikan Pakan agar Produksi Susu Optimal

Selain jenis pakan, cara pemberian pakan juga berpengaruh besar terhadap hasil susu. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan peternak:

  1. Pakan diberikan secara teratur, minimal 3 kali sehari (pagi, siang, sore).

  2. Air minum selalu tersedia, karena 87% komposisi susu adalah air.

  3. Campurkan pakan hijauan dan konsentrat secara proporsional (60:40).

  4. Gunakan pakan fermentasi untuk meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan.

  5. Berikan suplemen mineral dan vitamin minimal 2–3 kali seminggu.

Menurut panduan dari FAO (Food and Agriculture Organization, 2020), sapi perah dewasa memerlukan sekitar 3–4% dari berat badannya dalam bentuk bahan kering pakan per hari untuk menjaga produktivitas susu yang stabil.

6. Tips Praktis untuk Peternak Pemula

Bagi peternak pemula, memahami teori pakan saja tidak cukup. Diperlukan kebiasaan dan perhatian harian untuk menjaga kualitas susu sapi. Berikut beberapa tips sederhana:

  1. Catat jenis dan jumlah pakan setiap hari. Ini membantu memantau apakah ada perubahan pada hasil susu.

  2. Perhatikan kondisi sapi. Jika nafsu makan menurun, segera cek kualitas pakan.

  3. Lakukan pemerahan secara higienis. Pakan baik tidak akan berarti jika kebersihan saat pemerahan buruk.

  4. Gunakan pakan lokal yang mudah didapat. Misalnya, kulit singkong atau ampas tahu, agar biaya efisien tapi tetap bergizi.

  5. Konsultasi dengan penyuluh peternakan. Banyak daerah memiliki penyuluh yang siap membantu memberikan formulasi pakan sesuai kebutuhan sapi.

Baca Juga  Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Sapi

Benar, Pakan Menentukan Kualitas Susu Sapi

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pakan memang sangat memengaruhi kualitas susu sapi perah. Nutrisi yang lengkap, pemberian yang teratur, serta kebersihan pakan akan menentukan hasil akhir susu, baik dari segi rasa, aroma, maupun kandungan gizinya.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *