Proses Pemerahan Susu yang Benar dan Higienis

Gemini Generated Image 6g2q9u6g2q9u6g2q Gemini Generated Image 6g2q9u6g2q9u6g2q

Ternak Tani –  Pemerahan susu adalah tahap penting dalam peternakan sapi perah yang sangat menentukan kualitas akhir susu yang dihasilkan. Susu segar yang keluar dari ambing sapi sebenarnya steril dan bebas bakteri, namun bisa tercemar jika proses pemerahan tidak dilakukan dengan benar dan higienis.
Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2023), kontaminasi susu paling sering terjadi pada saat pemerahan karena peralatan, tangan pemerah, atau kondisi kandang yang kurang bersih. Oleh karena itu, menjaga kebersihan saat pemerahan bukan hanya soal kualitas, tapi juga kesehatan konsumen.

1. Persiapan Sebelum Pemerahan Susu

Sebelum proses pemerahan dilakukan, ada beberapa langkah penting yang harus disiapkan agar susu yang dihasilkan tetap higienis:

a. Kebersihan Kandang dan Lingkungan

Kandang sapi harus dalam kondisi bersih dan kering. Sisa kotoran atau urine sapi sebaiknya dibersihkan sebelum pemerahan dimulai. Menurut panduan dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP, 2022), lantai kandang yang lembab bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti E. coli yang dapat mencemari susu.

b. Kesehatan Sapi

Pastikan sapi dalam kondisi sehat. Sapi yang terkena mastitis (radang ambing) sebaiknya dipisahkan dan tidak diperah bersama sapi lain karena dapat menularkan bakteri ke susu lainnya. Pemeriksaan ambing secara rutin juga sangat dianjurkan agar kualitas susu tetap baik.

c. Kebersihan Pemerah

Tangan pemerah harus dicuci bersih dengan sabun dan air hangat sebelum memerah. Gunakan pakaian kerja yang bersih dan hindari merokok atau makan saat proses pemerahan berlangsung agar tidak ada kontaminasi udara.

2. Pembersihan Ambing Sapi

Langkah ini merupakan kunci utama dari pemerahan higienis. Sebelum memerah, bersihkan ambing dan puting susu dengan air hangat (suhu sekitar 40°C) lalu lap dengan kain bersih atau tisu sekali pakai.
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Dairy Science (2021), pembersihan ambing menggunakan air hangat membantu melancarkan aliran susu dan menurunkan risiko bakteri masuk ke dalam susu.

Baca Juga  Penggunaan Teknologi Modern dalam Desain Kandang

Setelah dibersihkan, lakukan uji awal (forestripping) dengan memerah sedikit susu ke dalam wadah kecil untuk memeriksa apakah ada perubahan warna atau tekstur. Jika susu tampak menggumpal atau mengandung nanah, sapi tersebut kemungkinan terinfeksi mastitis dan harus segera diobati.

3. Proses Pemerahan Susu yang Benar

Pemerahan dapat dilakukan dengan dua cara: manual (tangan) dan mesin perah (milking machine). Keduanya harus memperhatikan kebersihan dan teknik yang benar.

a. Pemerahan Manual

Untuk peternak kecil, pemerahan manual masih menjadi pilihan utama. Caranya adalah dengan memegang puting sapi menggunakan ibu jari dan telunjuk, kemudian menekan secara lembut ke bawah dengan jari-jari lain.
Penting untuk tidak menarik puting karena dapat menyebabkan luka dan infeksi. Pemerahan dilakukan dengan ritme yang konsisten hingga susu berhenti keluar. Gunakan wadah stainless steel atau aluminium karena bahan ini mudah dibersihkan dan tidak menyerap bau.

b. Pemerahan Menggunakan Mesin

Pada peternakan besar, penggunaan mesin perah lebih efisien dan higienis. Mesin perah bekerja dengan prinsip vakum yang meniru gerakan hisapan anak sapi. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2020), mesin pemerahan modern mampu mengurangi risiko kontaminasi hingga 60% dibandingkan pemerahan manual, asalkan dilakukan dengan perawatan dan pembersihan alat yang benar.

4. Kebersihan Peralatan Pemerahan

Peralatan yang digunakan harus dicuci bersih setiap kali selesai digunakan. Gunakan air panas (sekitar 70–80°C) dan deterjen khusus untuk peralatan susu agar tidak ada sisa lemak yang menempel.
Setelah dicuci, keringkan di tempat yang bersih dan tertutup agar tidak terkena debu atau serangga. Menurut National Dairy Development Board (NDDB, 2022), peralatan pemerahan yang kotor merupakan penyebab utama kontaminasi bakteri seperti Listeria monocytogenes dan Salmonella pada susu segar.

Baca Juga  Tips Menghemat Biaya Pakan Kambing tanpa Menurunkan Kualitas

5. Penyimpanan Susu Setelah Pemerahan

Setelah pemerahan selesai, susu harus segera disaring menggunakan kain kasa steril untuk memisahkan kotoran atau rambut halus yang mungkin ikut terbawa.
Selanjutnya, susu harus segera didiginkan hingga suhu 4°C untuk memperlambat pertumbuhan bakteri. Proses pendinginan ini disebut chilling dan merupakan langkah penting agar susu tetap segar.
Menurut SNI 3141.1:2011 tentang Susu Segar, susu yang disimpan pada suhu di atas 10°C selama lebih dari 2 jam dapat mengalami peningkatan jumlah bakteri secara drastis dan menurunkan mutu susu.

Jika peternak belum memiliki pendingin susu (milk chiller), susu sebaiknya segera diserahkan ke koperasi atau tempat pengumpulan susu yang memiliki fasilitas pendingin.

6. Penanganan Setelah Pemerahan

Selain pendinginan, langkah lanjutan yang juga penting adalah pencatatan produksi harian dan kondisi sapi. Dengan mencatat hasil pemerahan setiap sapi, peternak dapat memantau produktivitas dan kesehatan sapi secara lebih baik.
Selain itu, lakukan pembersihan alat dan area pemerahan setiap selesai kegiatan untuk mencegah berkembangnya mikroorganisme berbahaya.

7. Tips Tambahan agar Pemerahan Lebih Efisien dan Aman

Berikut beberapa tips tambahan yang bisa diterapkan:

  1. Gunakan sarung tangan bersih saat memerah agar kontak langsung dengan kulit sapi berkurang.

  2. Jaga suasana tenang, karena sapi yang stres akan menurunkan produksi susu.

  3. Lakukan pemerahan pada waktu yang sama setiap hari (misalnya pagi dan sore), agar sapi terbiasa dan hormon oksitosin dapat bekerja maksimal.

  4. Gunakan air bersih dan aman (tidak berbau dan tidak mengandung zat kimia berbahaya) untuk membersihkan ambing dan peralatan.

  5. Periksa kualitas susu secara rutin, misalnya dengan uji alkohol atau uji reduktase untuk memastikan tidak ada kontaminasi bakteri.

Proses pemerahan susu yang benar dan higienis merupakan kunci utama dalam menghasilkan susu berkualitas tinggi dan aman dikonsumsi. Mulai dari kebersihan kandang, kesehatan sapi, pembersihan ambing, hingga penyimpanan susu, semua tahapan memiliki peran penting.

Baca Juga  Desain Kandang Kambing yang Efisien dan Ekonomis

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *