Perbandingan Ternak Kambing vs Domba: Mana Lebih Untung?

Gemini Generated Image Ruzlwjruzlwjruzl Gemini Generated Image Ruzlwjruzlwjruzl

Ternak Tani – Indonesia memiliki potensi besar dalam peternakan ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Kedua hewan ini banyak dipelihara karena cepat berkembang biak dan memiliki permintaan pasar yang stabil. Menurut data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), populasi kambing mencapai lebih dari 19 juta ekor, sementara domba sekitar 16 juta ekor.

Secara umum, kambing dan domba memang terlihat mirip, namun ada perbedaan mencolok. Kambing lebih aktif dan suka memanjat, sedangkan domba lebih tenang dan suka bergerombol. Perbedaan sifat inilah yang memengaruhi cara pemeliharaan serta efisiensi produksi di lapangan.

Biaya Awal dan Pemeliharaan: Mana yang Lebih Hemat?

Salah satu faktor utama dalam menentukan usaha ternak yang lebih menguntungkan adalah biaya awal dan biaya operasional.

  1. Kambing: Harga bibit kambing lokal (misalnya kambing kacang atau etawa campuran) berkisar antara Rp1 juta–Rp3 juta per ekor, tergantung usia dan kualitasnya.

  2. Domba: Harga bibit domba lokal seperti domba garut atau domba ekor tipis umumnya lebih murah, yaitu sekitar Rp800 ribu–Rp2 juta per ekor.

Dari segi pakan, kambing sedikit lebih hemat karena dapat memakan berbagai jenis daun dan semak. Sedangkan domba lebih menyukai rumput halus dan pakan yang lebih bersih. Menurut penelitian dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), konsumsi pakan domba cenderung lebih besar dibanding kambing dengan bobot tubuh yang sama.

Jadi, dari segi biaya awal dan pakan, ternak kambing lebih hemat dan fleksibel dalam pemeliharaan.

Pertumbuhan dan Reproduksi: Siapa yang Lebih Cepat Panen?

Pertumbuhan dan kecepatan reproduksi juga menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan.
Kambing biasanya melahirkan 1–2 anak per kelahiran dengan masa kebuntingan sekitar 150 hari (5 bulan). Sementara domba memiliki masa kebuntingan yang hampir sama, tetapi lebih sering melahirkan 2–3 anak sekaligus.

Baca Juga  Mengatur Pola Makan Sapi Agar Cepat Gemuk

Dari segi pertumbuhan bobot, domba cenderung lebih cepat gemuk. Domba potong bisa mencapai 20–30 kg dalam waktu 6 bulan, sedangkan kambing potong umumnya sekitar 18–25 kg.
Hal ini membuat domba unggul dalam kecepatan pertumbuhan dan produktivitas anak.

Namun, kambing memiliki nilai jual yang lebih tinggi per kilogram karena dagingnya lebih banyak dicari untuk kebutuhan aqiqah dan sate kambing.

Pasar dan Permintaan Daging: Mana yang Lebih Diminati?

Pasar menjadi faktor penentu utama apakah ternak kambing atau domba lebih menguntungkan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS, 2023), konsumsi daging kambing di Indonesia meningkat sekitar 5% per tahun, terutama menjelang Idul Adha dan musim aqiqah. Sementara permintaan domba meningkat signifikan di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Barat, terutama untuk acara keagamaan dan lomba domba garut.

Dari segi harga jual:

  1. Daging kambing rata-rata dijual Rp130.000–Rp160.000/kg.

  2. Daging domba berkisar Rp110.000–Rp140.000/kg.

Dengan selisih harga tersebut, ternak kambing lebih menguntungkan di pasar umum, sedangkan domba unggul di pasar lokal tertentu seperti daerah yang memiliki tradisi lomba atau kuliner berbasis domba.

Tantangan dalam Beternak Kambing dan Domba

Baik kambing maupun domba memiliki tantangan tersendiri dalam pemeliharaan.
Tantangan ternak kambing:

  1. Rentan terhadap penyakit kulit dan parasit.

  2. Sering merusak kandang atau pagar karena sifatnya aktif.

  3. Butuh kandang yang kuat dan tinggi.

Tantangan ternak domba:

  1. Lebih sensitif terhadap cuaca panas.

  2. Perlu perhatian khusus pada kebersihan bulu agar tidak mudah terinfeksi jamur.

  3. Cenderung mudah stres jika dipelihara sendirian.

Menurut Fakultas Peternakan UGM (2022), tingkat kematian anak kambing pada musim hujan lebih tinggi karena kelembapan kandang yang tidak terkontrol. Sementara domba lebih rentan terhadap serangan kutu dan jamur kulit di musim yang sama.

Baca Juga  Peluang Usaha Peternakan Sapi di Pedesaan

Dari sini dapat disimpulkan bahwa kambing lebih adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan, sedangkan domba memerlukan pengelolaan kebersihan yang lebih ketat.

Nilai Tambah dan Produk Turunan

Selain daging, kambing dan domba juga memiliki potensi dari produk turunan.

  1. Kambing: susu kambing etawa banyak diminati karena dipercaya menyehatkan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Harga susu kambing segar bisa mencapai Rp30.000–Rp50.000 per liter.

  2. Domba: bulu domba bisa dijual untuk kerajinan atau bahan tekstil dengan harga Rp15.000–Rp25.000 per kilogram.

Jika ditinjau dari sisi diversifikasi usaha, ternak kambing etawa lebih potensial karena bisa menghasilkan daging dan susu sekaligus. Namun, di sisi lain ternak domba juga memiliki peluang bisnis kreatif melalui produk kerajinan dari wol.

Analisis Keuntungan dan Waktu Balik Modal

Mari kita lihat simulasi sederhana berdasarkan data lapangan:

  1. Modal awal untuk ternak kambing (10 ekor): sekitar Rp20 juta–Rp25 juta.

  2. Modal awal untuk ternak domba (10 ekor): sekitar Rp18 juta–Rp22 juta.

Jika dirawat dengan baik, dalam waktu 8–12 bulan, kambing atau domba bisa dijual dengan harga Rp2 juta–Rp3 juta per ekor. Dengan margin keuntungan bersih sekitar 30–40% per siklus, usaha ini bisa balik modal dalam 1–1,5 tahun.

Namun, kambing memiliki keunggulan dari sisi permintaan pasar yang lebih stabil dan harga jual yang lebih tinggi, sehingga tingkat pengembalian modal biasanya lebih cepat.

Kambing atau Domba, Mana yang Lebih Untung?

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan:

  1. Kambing lebih unggul dalam hal adaptasi lingkungan, fleksibilitas pakan, dan harga jual.

  2. Domba lebih unggul dalam produktivitas anak, pertumbuhan bobot, dan potensi pasar daerah tertentu.

Jadi, jika Anda pemula yang ingin memulai usaha ternak dengan modal terbatas dan pasar yang luas, ternak kambing lebih disarankan. Namun, jika Anda memiliki lahan hijauan yang luas dan target pasar lokal (seperti Jawa Barat), ternak domba bisa menjadi pilihan yang sangat menguntungkan.

Baca Juga  Perawatan Sapi Hamil agar Melahirkan dengan Aman

Sebagai tambahan, kunci sukses dari kedua jenis ternak ini adalah manajemen kandang, kesehatan, dan pemasaran yang baik. Seperti disampaikan oleh Pusat Kajian Peternakan IPB (2023), peternak yang rutin memantau pakan dan kesehatan hewan mampu meningkatkan produktivitas hingga 25% lebih tinggi dibanding peternak tradisional.

Memilih antara ternak kambing atau domba bukan hanya soal mana yang lebih murah atau cepat panen, tetapi juga tentang kecocokan dengan sumber daya, lingkungan, dan target pasar. Dengan perencanaan matang dan strategi pemeliharaan yang baik, keduanya dapat menjadi usaha peternakan yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *