Ternak Tani – Susu segar adalah hasil dari pemerahan sapi yang belum melalui proses pemanasan atau pengawetan kimia. Kandungan nutrisi dalam susu seperti protein, kalsium, vitamin B kompleks, dan lemak sangat mudah terurai jika terpapar panas atau terkontaminasi bakteri. Menurut Kementerian Pertanian (2023), susu yang tidak segera didinginkan setelah pemerahan dapat mengalami penurunan kualitas hanya dalam waktu 2–3 jam.
Artinya, setiap peternak perlu memahami bahwa menjaga kualitas susu bukan hanya soal rasa dan tampilan, tetapi juga keamanan pangan dan nilai jual produk. Jika susu cepat basi, maka kerugian bisa meningkat, terutama bagi peternak kecil yang belum memiliki alat pendingin modern.
Proses Pemerahan yang Higienis
Langkah pertama menjaga kualitas susu dimulai dari cara pemerahan. Kebersihan tangan, alat, dan kondisi sapi sangat memengaruhi kualitas akhir susu.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
-
Cuci tangan dan puting sapi dengan air hangat sebelum pemerahan. Ini membantu mengurangi jumlah bakteri pada permukaan kulit.
-
Gunakan alat pemerahan bersih dan kering. Hindari ember atau wadah yang terbuat dari bahan berkarat.
-
Buang susu pertama dari setiap puting (sekitar 2–3 semprotan pertama), karena biasanya mengandung lebih banyak kuman yang menempel di ujung puting.
Menurut penelitian dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), susu hasil pemerahan yang higienis memiliki jumlah bakteri 10 kali lebih rendah dibanding pemerahan tanpa prosedur kebersihan yang tepat.
Penyaringan dan Pendinginan Segera Setelah Pemerahan
Setelah proses pemerahan, susu segar sebaiknya disaring menggunakan kain kasa bersih atau filter khusus untuk menghilangkan kotoran seperti rambut atau debu halus yang mungkin masuk selama proses pemerahan.
Langkah berikutnya adalah pendinginan cepat.
Suhu optimal penyimpanan susu segar adalah di bawah 4°C. Pendinginan ini bisa dilakukan dengan:
-
Menyimpan susu dalam cooler box berisi es batu,
-
Menggunakan chiller atau tangki pendingin susu (bulk tank) jika tersedia,
-
Atau menyimpan susu dalam ruangan ber-AC sementara sebelum diantar ke tempat pengolahan.
Menurut sumber dari FAO (Food and Agriculture Organization, 2021), proses pendinginan segera setelah pemerahan dapat memperpanjang masa simpan susu segar dari hanya 6 jam menjadi hingga 2–3 hari tanpa penurunan kualitas signifikan.
Wadah Penyimpanan yang Tepat
Wadah juga berperan penting dalam menjaga ketahanan susu. Gunakan wadah dari stainless steel atau plastik food grade yang memiliki tutup rapat. Hindari menggunakan ember aluminium atau besi karena dapat bereaksi dengan kandungan asam laktat dalam susu sehingga menimbulkan rasa logam.
Susu yang disimpan dalam wadah tertutup rapat juga akan terlindung dari kontaminasi udara dan debu, serta mencegah bau dari lingkungan sekitar masuk ke dalam susu. Pastikan wadah dibersihkan setiap kali sebelum dan sesudah digunakan.
Berdasarkan panduan Badan Standardisasi Nasional (SNI 01-3141-2011), wadah susu harus tahan terhadap panas, mudah dibersihkan, tidak berbau, dan tidak bereaksi dengan susu. Penerapan standar ini membantu menjaga mutu dan keamanan susu segar.
Proses Pasteurisasi Sederhana di Rumah
Jika kamu tidak memiliki pendingin yang memadai, maka pasteurisasi bisa menjadi solusi sederhana untuk memperpanjang umur susu. Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri tanpa merusak kandungan gizinya.
Berikut langkah mudahnya:
-
Panaskan susu hingga suhu 72°C selama 15 detik (metode HTST) atau 63°C selama 30 menit (metode LTLT).
-
Dinginkan segera hingga suhu di bawah 10°C.
-
Simpan dalam wadah tertutup di kulkas.
Menurut Journal of Dairy Science (2020), susu yang dipasteurisasi dengan benar bisa bertahan hingga 7–10 hari di dalam kulkas, jauh lebih lama dibanding susu mentah yang hanya tahan 1–2 hari.
Hindari Kontaminasi Silang
Kontaminasi silang bisa terjadi jika susu bersentuhan dengan bahan makanan lain, terutama yang mentah seperti daging atau sayuran belum dicuci. Oleh karena itu:
-
Pisahkan area penyimpanan susu dari bahan mentah lainnya.
-
Gunakan alat khusus untuk susu yang tidak dipakai untuk bahan lain.
-
Pastikan area dapur atau tempat penyimpanan bersih dan tidak lembap.
Sumber dari Healthline (2023) menjelaskan bahwa bakteri seperti E. coli dan Salmonella dapat berkembang cepat dalam susu yang terkontaminasi, bahkan di suhu dingin sekalipun. Maka kebersihan tempat penyimpanan menjadi kunci utama menjaga ketahanan produk.
Gunakan Susu Sebelum Kedaluwarsa
Susu segar, meskipun disimpan dalam kulkas, memiliki umur simpan terbatas. Idealnya, susu dikonsumsi maksimal 3 hari setelah pemerahan jika belum dipasteurisasi. Untuk susu yang sudah dipasteurisasi, batas aman konsumsi sekitar 7–10 hari.
Ciri-ciri susu yang mulai rusak antara lain:
-
Bau asam atau menyengat,
-
Tekstur menggumpal,
-
Rasa yang berubah atau tajam di lidah.
Apabila tanda-tanda tersebut muncul, susu sebaiknya tidak dikonsumsi lagi karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Strategi Peternak Lokal dalam Menjaga Kualitas Susu
Bagi peternak kecil di Indonesia, menjaga kualitas susu sering menjadi tantangan karena keterbatasan alat pendingin atau fasilitas pasteurisasi. Namun, beberapa strategi sederhana dapat dilakukan, antara lain:
-
Bergabung dalam koperasi susu agar memiliki akses ke alat pendingin bersama,
-
Mengatur jadwal pemerahan pagi dan sore agar susu segera dikirim ke unit pengolahan,
-
Menyediakan tempat penyimpanan sementara dengan air dingin atau es,
-
Melakukan pelatihan kebersihan pemerahan secara rutin bagi para peternak.
Menurut laporan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), peternak yang tergabung dalam koperasi mampu menurunkan angka kerusakan susu hingga 30% lebih rendah dibanding peternak yang bekerja sendiri tanpa sistem pendinginan bersama.
Inovasi untuk Memperpanjang Daya Tahan Susu
Teknologi juga mulai diterapkan untuk membantu memperpanjang masa simpan susu segar. Misalnya:
-
Susu UHT (Ultra High Temperature) yang dipanaskan hingga 135°C selama 2 detik bisa bertahan hingga 6 bulan tanpa kulkas.
-
Kemasan aseptik yang melindungi susu dari cahaya dan udara juga memperpanjang umur produk.
Meskipun teknologi ini lebih cocok untuk skala industri, peternak lokal bisa menjalin kerja sama dengan produsen pengolahan susu agar hasil panen tetap bernilai tinggi.
Menjaga kualitas susu segar agar tahan lama membutuhkan perhatian sejak proses pemerahan hingga penyimpanan akhir. Langkah-langkah seperti menjaga kebersihan, pendinginan cepat, pasteurisasi sederhana, serta penggunaan wadah yang tepat dapat memperpanjang umur simpan susu tanpa menurunkan nilai gizinya.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



