Cara Membuat Silase untuk Pakan Kambing

Gemini Generated Image Qmtzupqmtzupqmtz 1 Gemini Generated Image Qmtzupqmtzupqmtz 1

Ternak Tani – Silase adalah pakan hasil fermentasi dari bahan hijauan seperti rumput, jagung, atau daun legum yang disimpan dalam kondisi anaerob (tanpa udara). Tujuan dari pembuatan silase adalah mengawetkan pakan agar kandungan nutrisinya tetap tinggi walaupun disimpan dalam waktu lama (sumber: Balai Penelitian Ternak, 2020).

Bagi peternak kambing, silase menjadi solusi praktis saat musim kemarau. Biasanya, kambing sulit mendapatkan hijauan segar di musim kering, sehingga produksi susu atau pertumbuhan tubuhnya menurun. Dengan silase, kebutuhan nutrisi kambing tetap terpenuhi karena fermentasi membantu meningkatkan daya cerna pakan dan menekan pembusukan.

Bahan yang Dapat Digunakan untuk Silase Kambing

Tidak semua bahan hijauan cocok dijadikan silase. Berdasarkan referensi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia (2023), bahan yang baik untuk silase adalah yang memiliki kadar air sekitar 60–70%. Jika terlalu basah, silase akan membusuk; jika terlalu kering, fermentasi tidak berjalan optimal.

Beberapa bahan terbaik untuk membuat silase kambing antara lain:

  1.  Tanaman jagung (terutama batang dan daun muda).
    Kandungan karbohidratnya tinggi, mendukung proses fermentasi.

  2. Rumput gajah (Pennisetum purpureum).
    Mudah diperoleh dan sangat disukai kambing.

  3.  Daun ubi jalar atau daun singkong.
    Kaya protein, tetapi sebaiknya dicampur dengan rumput agar seimbang.

  4. Jerami padi atau jagung.
    Cocok digunakan jika ditambahkan molase (tetes tebu) untuk menambah gula sebagai bahan fermentasi.

  5. Daun dan batang pisang muda.
    Sumber serat yang baik jika diolah dengan benar.

Campuran dari berbagai bahan di atas akan menghasilkan silase dengan nutrisi seimbang, yaitu karbohidrat, protein, dan serat.

Alat dan Bahan Tambahan untuk Proses Fermentasi

Selain bahan hijauan, dibutuhkan beberapa perlengkapan dan bahan tambahan untuk mendukung proses fermentasi, yaitu:

  1. Pisau atau chopper: untuk mencacah bahan menjadi ukuran kecil (3–5 cm).

  2. Drum plastik, tong, atau silo: wadah kedap udara untuk fermentasi.

  3. Terpal plastik: untuk menutup rapat bahan.

  4. Molase atau tetes tebu: sebagai sumber gula bagi bakteri fermentasi.

  5. Dedak halus atau bekatul: membantu penyerapan cairan berlebih dan menambah nutrisi.

  6. Inokulan atau bakteri fermentasi (opsional): seperti Lactobacillus plantarum untuk mempercepat fermentasi (sumber: Jurnal Ilmu Peternakan Tropika, 2022).

Baca Juga  Studi Kasus Peternak Sapi Sukses di Indonesia

Langkah-Langkah Cara Membuat Silase Pakan Kambing

Berikut cara paling mudah membuat silase yang bisa dilakukan bahkan oleh peternak kecil di rumah:

Cacah Bahan Hijauan

Cacah semua bahan (rumput, jagung, daun singkong, dll.) menjadi potongan kecil sekitar 3–5 cm. Tujuannya agar bahan mudah dipadatkan dan proses fermentasi berjalan merata.
Menurut BPTP Jawa Tengah (2023), bahan yang dicacah halus akan mempercepat kerja bakteri asam laktat yang sangat penting dalam pembentukan silase.

Campur Bahan Tambahan

Setelah dicacah, campurkan bahan-bahan tambahan seperti:

  1. Molase sebanyak 2–3% dari berat bahan hijauan.

  2. Dedak halus sekitar 5% untuk membantu fermentasi dan mengurangi kadar air.

Aduk hingga rata. Jika bahan terasa terlalu basah, bisa ditambahkan dedak atau jerami kering agar kadar airnya ideal.

Masukkan ke Wadah Fermentasi

Masukkan bahan ke dalam drum atau silo secara bertahap sambil dipadatkan menggunakan kaki atau alat penumbuk.
Tujuan utama langkah ini adalah mengeluarkan udara sebanyak mungkin, karena silase hanya berhasil jika fermentasi terjadi dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen).

Setiap lapisan bahan yang sudah dimasukkan perlu ditekan kuat-kuat, kemudian ditutup rapat dengan plastik. Setelah penuh, tutup drum dengan rapat dan beri pemberat agar udara tidak masuk.

Proses Fermentasi

Simpan drum atau silo tersebut di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Biarkan fermentasi berjalan selama 21–30 hari.

Menurut Lembaga Riset Pertanian Indonesia (2021), pada periode ini bakteri asam laktat akan bekerja mengubah gula menjadi asam laktat, yang berfungsi sebagai pengawet alami.

Ciri-Ciri Silase yang Sudah Jadi

Setelah 3–4 minggu, buka drum dan periksa hasilnya. Silase yang baik memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Warna hijau kekuningan atau cokelat muda.

  2. Aroma asam segar seperti tape, bukan busuk.

  3. Tekstur lembap, tapi tidak berair.

  4. Tidak ada jamur putih atau hitam.

Baca Juga  Perencanaan Produksi Kambing Jangka Panjang

Jika muncul bau busuk atau jamur, berarti proses fermentasi gagal — kemungkinan karena udara masuk atau bahan terlalu basah.

Cara Memberikan Silase ke Kambing

Berikan silase kepada kambing secara bertahap agar sistem pencernaannya menyesuaikan. Awalnya cukup 0,5–1 kg per ekor per hari, lalu naikkan hingga 2–3 kg setelah seminggu.

Kambing biasanya sangat menyukai silase karena aromanya mirip tape. Selain itu, silase juga mudah dicerna dan meningkatkan nafsu makan (sumber: Jurnal Nutrisi Ternak Indonesia, 2023).

Silase bisa diberikan langsung atau dicampur dengan pakan tambahan seperti bekatul, bungkil kelapa, atau ampas tahu agar gizinya lebih seimbang.

Cara Menyimpan Silase Agar Awet

Silase yang sudah matang bisa disimpan hingga 6–12 bulan, asalkan wadahnya tetap tertutup rapat dan tidak ada udara masuk.
Jika ingin mengambil sebagian, buka wadah secukupnya saja dan segera tutup kembali dengan plastik yang rapat. Udara yang masuk bisa menyebabkan bagian atas silase cepat berjamur.

Tips tambahan:

  1. Gunakan drum kecil agar mudah diambil sedikit demi sedikit.

  2. Pastikan tidak ada air hujan atau air tanah yang masuk ke wadah.

  3. Simpan di tempat teduh dan kering.

Keunggulan Silase Dibanding Pakan Segar

Berdasarkan penelitian FAO (2022) dan Kementerian Pertanian RI (2023), silase memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

  1. Tahan lama – bisa disimpan berbulan-bulan tanpa kehilangan banyak nutrisi.

  2. Kaya nutrisi – proses fermentasi meningkatkan kecernaan dan kandungan protein.

  3. Menghemat biaya pakan – peternak tidak perlu mencari rumput setiap hari.

  4. Meningkatkan produksi susu dan pertumbuhan kambing.

  5. Cocok untuk skala kecil maupun besar.

Dengan semua keunggulan ini, silase bisa menjadi solusi bagi peternak yang ingin meningkatkan efisiensi pakan dan produktivitas kambing mereka.

Baca Juga  Mengelola Air Limbah dari Kandang Sapi

Membuat silase untuk pakan kambing sebenarnya tidak sulit dan tidak mahal, asalkan dilakukan dengan benar.
Langkah utamanya adalah mencacah bahan, mencampur dengan molase dan dedak, memadatkan dalam wadah kedap udara, serta menunggu fermentasi selama 3–4 minggu.

Silase membantu peternak mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau, sekaligus menyediakan pakan bergizi tinggi sepanjang tahun.
Dengan sedikit ketelatenan, peternak bisa menghemat biaya pakan, menjaga kesehatan kambing, dan meningkatkan hasil ternak.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *