Ternak Tani – Dalam dunia peternakan, bibit ayam memiliki peran besar terhadap hasil akhir dari usaha ternak. Bibit ayam yang sehat akan tumbuh cepat, tahan terhadap penyakit, dan menghasilkan daging atau telur yang berkualitas tinggi. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), sekitar 60% keberhasilan ternak ayam ditentukan oleh kualitas bibit yang digunakan.
Jika kamu salah memilih bibit, risiko kematian ayam akan meningkat dan produktivitas akan menurun. Maka dari itu, pemilihan bibit harus dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan panduan yang benar.
Ciri-Ciri Bibit Ayam yang Sehat
Bibit ayam yang sehat memiliki ciri-ciri fisik dan perilaku tertentu yang mudah dikenali. Berikut beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli:
-
Bulu mengkilap dan rapi.
Ayam yang sehat biasanya memiliki bulu yang halus, rapi, dan tidak kusam. Bulu yang kusam bisa menandakan ayam sedang sakit atau kekurangan nutrisi. -
Mata jernih dan tidak berair.
Mata ayam harus terlihat cerah dan waspada. Jika mata tampak sayu, berair, atau bengkak, kemungkinan besar ayam tersebut terinfeksi penyakit seperti Newcastle Disease (ND) atau infeksi pernapasan. -
Paruh dan kaki kuat.
Paruh ayam yang baik terlihat kokoh dan tidak bengkok. Kaki ayam juga harus lurus, kuat, dan tidak terdapat luka atau bengkak. -
Gerak aktif dan responsif.
Bibit ayam yang sehat akan terlihat lincah dan aktif. Jika ayam tampak lemas atau sering berdiam diri, hindari memilihnya.
Menurut Balai Penelitian Ternak (2022), ciri fisik seperti ini bisa dijadikan indikator utama dalam menilai kualitas bibit ayam, baik untuk ayam pedaging (broiler) maupun ayam petelur (layer).
Perhatikan Asal Usul dan Usia Bibit
Selain kondisi fisik, asal usul bibit juga sangat menentukan kualitasnya. Pastikan kamu membeli dari peternak atau penjual terpercaya yang memiliki reputasi baik.
-
Cek sertifikat atau dokumen asal bibit.
Bibit ayam yang berasal dari hatchery (penetasan) bersertifikat biasanya sudah melalui proses seleksi dan vaksinasi dasar. -
Perhatikan usia DOC (Day Old Chick).
Untuk ayam potong, idealnya pilih bibit berumur 1 hari (DOC) yang tampak aktif dan tidak cacat. DOC yang terlalu lama disimpan bisa mengalami stres, yang nantinya menghambat pertumbuhan. -
Hindari bibit dari sumber tidak jelas.
Bibit murah dari penjual tanpa reputasi sering kali membawa penyakit menular seperti CRD (Chronic Respiratory Disease) atau pullorum.
Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia (2023) menyarankan agar calon peternak hanya membeli bibit ayam dari hatchery yang terdaftar resmi agar menjamin kualitas dan kesehatan ayam.
Pentingnya Vaksinasi dan Perawatan Awal
Bibit ayam yang baik juga harus sudah divaksinasi sejak dini. Vaksin membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit menular.
Beberapa vaksin dasar yang wajib diberikan pada ayam adalah:
-
Vaksin ND (Newcastle Disease) – untuk mencegah penyakit tetelo.
-
Vaksin Gumboro – untuk melindungi sistem kekebalan ayam.
-
Vaksin IB (Infectious Bronchitis) – mencegah infeksi saluran pernapasan.
Menurut Jurnal Peternakan Indonesia (2022), ayam yang divaksin sejak dini memiliki peluang hidup 85% lebih tinggi dibandingkan ayam yang tidak divaksin sama sekali.
Selain vaksinasi, perawatan awal seperti menjaga suhu kandang tetap hangat (sekitar 32–35°C untuk DOC), pemberian air minum yang bersih, dan pakan bergizi juga sangat penting.
Tips Membeli Bibit Ayam Berkualitas
Berikut beberapa tips sederhana agar kamu tidak salah dalam membeli bibit ayam:
-
Kunjungi langsung peternak atau hatchery.
Hindari membeli secara online tanpa melihat kondisi ayam. Dengan datang langsung, kamu bisa menilai kondisi ayam dan lingkungan tempat penetasan. -
Perhatikan keseragaman bibit.
Pilih bibit yang ukurannya seragam. Bibit yang ukurannya berbeda-beda menandakan proses penetasan yang tidak merata. -
Minta jaminan kesehatan.
Penjual profesional biasanya memberikan jaminan atau sertifikat kesehatan ayam. Ini bisa menjadi tanda bahwa bibit tersebut layak untuk diternakkan. -
Gunakan pakan awal (starter feed) berkualitas.
Setelah membeli, pastikan bibit ayam diberi pakan khusus starter selama 10–14 hari agar pertumbuhan maksimal.
Sumber: Majalah Poultry Indonesia (2024) menekankan bahwa seleksi bibit dengan cara ini bisa meningkatkan produktivitas ayam hingga 25%.
Kesalahan Umum Saat Memilih Bibit Ayam
Banyak peternak pemula sering melakukan kesalahan dalam memilih bibit. Berikut beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari:
-
Terlalu fokus pada harga murah.
Harga murah sering kali sebanding dengan kualitas yang buruk. Lebih baik membayar sedikit lebih mahal tapi mendapatkan bibit unggul. -
Tidak memperhatikan kondisi lingkungan penetasan.
Lingkungan penetasan yang kotor dapat menularkan penyakit sejak ayam menetas. -
Mengabaikan faktor genetik.
Bibit ayam hasil persilangan yang tidak jelas dapat memiliki pertumbuhan tidak stabil dan produksi rendah.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), kesalahan memilih bibit menjadi salah satu penyebab utama gagalnya 40% usaha ternak skala kecil di Asia Tenggara.
Menentukan Jenis Bibit Sesuai Tujuan Ternak
Sebelum membeli bibit, tentukan dulu tujuan ternak kamu — apakah untuk daging, telur, atau ayam kampung hias.
-
Ayam pedaging (broiler).
Cocok bagi yang ingin hasil cepat. Umur panen sekitar 35–45 hari. Pilih bibit seperti Cobb atau Ross 308 yang terkenal cepat tumbuh. -
Ayam petelur (layer).
Cocok untuk produksi jangka panjang. Pilih strain seperti Hy-Line Brown atau Lohmann Brown karena produksi telurnya tinggi. -
Ayam kampung atau lokal.
Cocok bagi yang ingin usaha alami dengan modal kecil. Pilih bibit ayam kampung super atau hasil persilangan yang lebih tahan penyakit.
Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak, 2023) menjelaskan bahwa pemilihan jenis ayam sesuai tujuan akan meningkatkan efisiensi usaha hingga 30%.
Memilih bibit ayam yang sehat dan berkualitas merupakan pondasi utama dalam memulai usaha ternak ayam. Perhatikan ciri fisik ayam, asal usul bibit, vaksinasi, serta kondisi hatchery tempat pembelian. Jangan tergoda harga murah, tetapi utamakan kualitas dan kesehatan ayam.
Dengan pemilihan bibit yang tepat, ditambah perawatan awal yang baik, peluang sukses dalam usaha ternak ayam akan meningkat secara signifikan.
Seperti yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian RI (2024), “Bibit unggul adalah investasi jangka panjang bagi peternak yang ingin sukses.” Jadi, pastikan kamu selalu memilih bibit ayam terbaik untuk hasil yang maksimal.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



