Ternak Tani – Sebelum mengambil tindakan, penting untuk mengetahui penyebab kambing tidak mau makan. Menurut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (2022), penyebab utama kambing kehilangan nafsu makan bisa berasal dari faktor kesehatan, pakan, dan lingkungan.
Beberapa penyebab umum antara lain:
-
Penyakit cacingan atau infeksi parasit. Parasit di dalam saluran pencernaan menyebabkan kambing lemas dan malas makan.
-
Perubahan pakan secara mendadak. Kambing butuh waktu beradaptasi jika pakan baru berbeda tekstur atau aroma.
-
Stres akibat pindah kandang atau perjalanan jauh. Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan kambing.
-
Kualitas pakan yang buruk. Pakan yang basi, berjamur, atau lembap bisa membuat kambing enggan memakannya.
-
Masalah gigi. Kambing tua sering mengalami gigi aus atau lepas sehingga sulit mengunyah.
💡 Tips: Catat perubahan perilaku kambing setiap hari, seperti berapa kali makan, aktivitas, dan kondisi fesesnya. Ini membantu menemukan penyebab lebih cepat.
Periksa Kondisi Kesehatan Kambing
Langkah pertama dalam menangani kambing yang tidak mau makan adalah memeriksa kondisi kesehatannya secara menyeluruh.
Coba perhatikan tanda-tanda berikut:
-
Suhu tubuh di atas normal (lebih dari 40°C)
-
Perut kembung atau tidak buang kotoran
-
Air liur berlebihan
-
Lesu, sering berbaring
-
Mata sayu atau bulu kusam
Jika kambing menunjukkan gejala tersebut, segera hubungi dokter hewan atau petugas Puskeswan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Kementerian Pertanian (2021), diagnosis dini dapat mencegah penyebaran penyakit menular pada seluruh ternak di kandang.
Perbaiki Kualitas dan Variasi Pakan
Kambing adalah hewan pemakan rumput, tetapi mereka juga butuh variasi untuk menjaga selera makan. Pakan yang monoton atau terlalu kering bisa membuat kambing bosan.
Langkah yang bisa dilakukan:
-
Berikan pakan hijauan segar, seperti daun turi, lamtoro, atau kaliandra.
-
Tambahkan konsentrat alami seperti bekatul, jagung giling, atau bungkil kedelai untuk meningkatkan energi.
-
Pastikan pakan bebas jamur dan kotoran.
-
Gunakan teknik “pakan bertahap” — misalnya campurkan sedikit pakan lama ke pakan baru agar kambing beradaptasi.
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2020), pemberian pakan yang seimbang dan segar dapat meningkatkan nafsu makan hingga 30% dibanding pakan kering atau sisa lama.
Pastikan Ketersediaan Air Bersih
Air sering diabaikan, padahal berperan penting dalam pencernaan kambing.
Kambing yang kekurangan air bisa mengalami dehidrasi, sehingga tidak mau makan. Pastikan selalu ada air bersih dan segar di dekat kandang.
Gunakan ember atau wadah yang mudah dibersihkan setiap hari. Hindari air yang mengandung lumpur atau sisa pakan karena bisa memicu bakteri.
💧 Tips tambahan: Pada musim kemarau, tambahkan sedikit garam mineral dalam air minum untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh kambing (sumber: Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2022).
Perbaiki Kondisi Kandang
Kambing tidak akan mau makan dengan nyaman jika kandangnya kotor, lembap, atau terlalu panas.
Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik dan kebersihan terjaga.
Langkah yang bisa dilakukan:
-
Bersihkan kotoran kambing setiap hari.
-
Ganti alas kandang bila sudah lembap.
-
Berikan pencahayaan alami yang cukup.
-
Jauhkan kambing dari sumber suara bising atau hewan pengganggu.
Menurut penelitian dari Universitas Gadjah Mada (2020), kambing yang dipelihara di kandang bersih dan nyaman memiliki tingkat konsumsi pakan 25% lebih tinggi dibandingkan dengan kandang lembap dan berdebu.
Berikan Suplemen atau Vitamin Penambah Nafsu Makan
Jika kambing tetap tidak mau makan meski sudah diperbaiki pakannya, kamu bisa memberikan suplemen penambah nafsu makan.
Suplemen biasanya mengandung vitamin B kompleks, zat besi, dan mineral yang membantu metabolisme tubuh.
Contoh produk alami yang bisa digunakan:
-
Temulawak atau kunyit parut yang dicampur sedikit air dan diberikan secara oral.
-
Campuran madu dan telur puyuh sebagai tambahan energi.
Namun, hindari pemberian secara berlebihan. Selalu konsultasikan dosis kepada petugas peternakan setempat.
Menurut Jurnal Ilmu Ternak Indonesia (2021), pemberian suplemen alami dapat meningkatkan konsumsi pakan harian kambing hingga 20%.
Obati Jika Terkena Penyakit Tertentu
Jika kambing mengalami penyakit seperti cacingan, kembung, atau infeksi bakteri, maka perlu penanganan medis khusus.
Berikut tindakan umum berdasarkan penyakitnya:
-
Cacingan: berikan obat cacing (antelmintik) seperti albendazole sesuai dosis.
-
Kembung: pijat perut perlahan dan berikan minyak kelapa hangat.
-
Infeksi bakteri: konsultasikan untuk pemberian antibiotik yang tepat.
Perawatan sendiri tanpa pemahaman dosis bisa berbahaya. Oleh karena itu, selalu lakukan diagnosa dan pengobatan di bawah pengawasan petugas kesehatan hewan.
Kurangi Stres dan Beri Perhatian
Kambing adalah hewan sosial. Mereka bisa stres jika dipisahkan dari kelompoknya atau sering berpindah tempat.
Stres ini dapat menurunkan hormon nafsu makan.
Untuk mengatasinya:
-
Jangan terlalu sering memindahkan kambing antar kandang.
-
Pelihara kambing secara berkelompok agar tidak kesepian.
-
Beri waktu kambing untuk berjemur di pagi hari agar mendapat vitamin D alami.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2020), kambing yang hidup dalam kelompok memiliki tingkat stres lebih rendah dan produktivitas pakan lebih tinggi dibanding kambing yang dipelihara sendirian.
Lakukan Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan kesehatan kambing sebaiknya dilakukan setiap 1–2 bulan sekali. Tujuannya untuk mendeteksi masalah sejak dini, terutama cacingan dan defisiensi mineral.
Hal-hal yang perlu diperiksa:
-
Berat badan kambing
-
Kondisi bulu dan kuku
-
Warna feses (kotoran)
-
Nafsu makan dan aktivitas
Dengan pemeriksaan rutin, kamu dapat mengetahui perkembangan kambing dan menyesuaikan pakan serta suplemen sesuai kebutuhannya.
Langkah Pencegahan agar Kambing Tetap Sehat dan Lahap
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu menjaga kambing agar tetap sehat dan lahap makan:
-
Jadwalkan vaksinasi dan obat cacing secara rutin.
-
Berikan pakan segar dan bersih setiap hari.
-
Jaga kebersihan kandang dan lingkungan.
-
Hindari pakan yang basi atau lembap.
-
Pantau kondisi kambing setiap hari.
Menurut Pusat Penelitian Peternakan Nasional (2021), kambing yang mendapatkan perawatan teratur memiliki produktivitas daging dan susu 40% lebih tinggi dibanding yang dirawat seadanya.
Menangani kambing yang tidak mau makan membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Mulailah dengan mengenali penyebabnya — apakah karena sakit, stres, atau kualitas pakan yang buruk. Lakukan langkah-langkah sederhana seperti memperbaiki kandang, memastikan air bersih tersedia, serta memberikan pakan yang bervariasi dan segar.
Dengan penanganan yang tepat dan rutin, kambing akan kembali sehat, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik.
Ingat, kesehatan kambing adalah kunci utama keberhasilan peternakan.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



