Ternak Tani – Penyakit menular merupakan ancaman besar bagi keberlangsungan usaha peternakan kambing. Ketika satu kambing terinfeksi, virus atau bakteri dapat dengan cepat menyebar ke seluruh kandang. Menurut Kementerian Pertanian RI (2023), penyakit seperti brucellosis, antraks, dan orf termasuk jenis penyakit yang paling sering menyerang kambing dan dapat menular antar hewan bahkan ke manusia (zoonosis).
Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, karena biaya pengobatan seringkali lebih besar daripada tindakan pencegahan. Selain itu, kambing yang sakit juga bisa kehilangan nafsu makan dan menurunkan produktivitas, baik untuk daging maupun susu.
Jaga Kebersihan Kandang Secara Rutin
Kebersihan kandang adalah kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit. Kandang yang lembap, kotor, dan penuh kotoran menjadi tempat ideal bagi berkembangnya kuman dan parasit.
Setiap hari, lakukan pembersihan dasar seperti membuang kotoran kambing, mengganti alas kandang, dan mencuci tempat makan serta minum. Sementara itu, pembersihan menyeluruh bisa dilakukan seminggu sekali menggunakan disinfektan ramah hewan, seperti cairan yang mengandung benzalkonium chloride atau iodin (sumber: Balai Veteriner Denpasar, 2022).
Selain itu, pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik agar tidak lembap. Kambing lebih sehat hidup di lingkungan yang kering dan memiliki pencahayaan alami yang cukup.
Pemberian Pakan dan Air yang Bersih
Kualitas pakan dan air sangat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh kambing. Air yang kotor atau pakan yang basi bisa menjadi sumber penyakit seperti diare dan keracunan pakan.
Gunakan tempat makan dan minum yang terpisah serta mudah dibersihkan. Gantilah air minum setiap hari dan pastikan pakan seperti rumput hijau, jerami, atau dedak disimpan di tempat kering agar tidak berjamur.
Menurut penelitian dari Balitnak (Balai Penelitian Ternak, 2021), kambing yang mengonsumsi pakan berkualitas dan air bersih memiliki daya tahan tubuh 40% lebih kuat terhadap infeksi bakteri dibandingkan yang diberi pakan asal-asalan.
Lakukan Vaksinasi Secara Teratur
Vaksinasi adalah langkah preventif paling efektif untuk mencegah penyakit menular pada kambing. Beberapa jenis vaksin yang umum diberikan antara lain vaksin SE (Septicaemia Epizootica), PPR (Peste des Petits Ruminants), dan vaksin antraks.
Peternak disarankan berkonsultasi dengan dokter hewan atau petugas dinas peternakan setempat untuk jadwal vaksinasi yang tepat. Biasanya, vaksinasi dilakukan setiap 6–12 bulan sekali tergantung jenis penyakit yang berisiko di wilayah tersebut (sumber: Direktorat Kesehatan Hewan, 2023).
Selain melindungi kambing dari penyakit, vaksinasi juga membantu meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga seluruh kawanan lebih terlindungi.
Karantina Kambing Baru dan yang Sakit
Kambing baru yang dibeli dari pasar atau peternak lain berpotensi membawa penyakit tanpa gejala. Karena itu, kambing baru sebaiknya dikarantina selama 10–14 hari sebelum dicampur dengan kawanan lama.
Selama masa karantina, perhatikan gejala seperti demam, batuk, luka di mulut, atau mencret. Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera pisahkan kambing dan konsultasikan dengan dokter hewan.
Hal yang sama juga berlaku untuk kambing yang sakit. Kambing yang terinfeksi penyakit seperti scabies (kudis), orf, atau pneumonia harus dipisahkan dari kandang utama agar tidak menulari kambing sehat (sumber: FAO Animal Health Guidelines, 2022).
Gunakan Peralatan yang Terpisah
Salah satu penyebab utama penularan penyakit adalah penggunaan alat kandang secara bergantian tanpa disterilkan. Alat seperti sikat, ember, dan alat potong kuku sebaiknya digunakan secara khusus untuk setiap kelompok kambing.
Jika harus digunakan bergantian, bersihkan alat-alat tersebut dengan air panas atau disinfektan sebelum dan sesudah pemakaian.
Selain itu, peternak sebaiknya mencuci tangan dengan sabun setelah menangani kambing sakit. Kebersihan diri peternak juga menjadi faktor penting dalam mencegah penularan penyakit zoonosis seperti brucellosis dan antraks.
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Kambing
Kambing yang memiliki sistem imun kuat akan lebih tahan terhadap penyakit. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, berikan pakan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, dan mineral.
Tambahkan suplemen seperti garam mineral blok atau molasses untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan. Pemberian vitamin A, D, dan E juga penting untuk memperkuat sistem kekebalan kambing (sumber: Jurnal Peternakan Tropika, 2021).
Selain itu, biarkan kambing berjemur di bawah sinar matahari pagi minimal 30 menit setiap hari untuk membantu pembentukan vitamin D alami yang penting bagi kesehatan tulang dan metabolisme.
Kendalikan Hama dan Serangga di Sekitar Kandang
Hama seperti lalat, kutu, dan tikus sering menjadi pembawa penyakit dari satu kambing ke kambing lain. Lalat misalnya, dapat menyebarkan bakteri penyebab infeksi kulit dan luka.
Untuk mengatasinya, jaga kebersihan lingkungan sekitar kandang dan semprotkan cairan pengusir serangga alami dari minyak sereh, cengkeh, atau daun mint. Hindari penggunaan pestisida kimia berlebihan karena bisa membahayakan kambing.
Pasang perangkap tikus dan pastikan pakan disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.
Catat dan Pantau Kesehatan Kambing Secara Rutin
Membuat catatan kesehatan kambing membantu peternak memantau kondisi setiap hewan. Catatan tersebut bisa meliputi tanggal vaksinasi, jadwal pemberian vitamin, serta riwayat penyakit.
Dengan mencatat data ini, peternak bisa cepat mengenali pola penyakit dan melakukan tindakan pencegahan lebih dini.
Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin minimal setiap tiga bulan oleh dokter hewan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit tersembunyi seperti infeksi internal atau kekurangan mineral.
Edukasi dan Kedisiplinan Peternak
Langkah terakhir, tetapi paling penting, adalah edukasi dan disiplin peternak itu sendiri. Banyak kasus penyakit menular yang sebenarnya bisa dihindari jika peternak memahami dasar kesehatan ternak dan menerapkan manajemen peternakan yang baik.
Mengikuti pelatihan atau membaca panduan resmi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dapat menambah wawasan tentang cara penanganan dan pencegahan penyakit menular.
Disiplin dalam menjalankan rutinitas kebersihan, vaksinasi, serta pemantauan kesehatan akan membuat kambing lebih sehat dan produktif dalam jangka panjang.
Mencegah penyakit menular di peternakan kambing tidak harus sulit atau mahal. Dengan menjaga kebersihan kandang, memberi pakan dan air bersih, melakukan vaksinasi, karantina, serta meningkatkan imun kambing, peternak sudah melakukan langkah besar untuk melindungi ternaknya.
Kunci utama adalah kedisiplinan dan pengetahuan. Peternak yang rajin memantau kondisi kambing dan terus belajar akan lebih siap menghadapi risiko penyakit menular.
Dengan penerapan langkah-langkah sederhana ini, peternakan kambing akan menjadi lebih sehat, produktif, dan menguntungkan secara berkelanjutan. 🌿🐐
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



