Ternak Tani – Nutrisi adalah faktor utama dalam menentukan kesehatan dan produktivitas kambing. Seperti manusia, kambing juga membutuhkan zat gizi lengkap agar dapat tumbuh optimal, menghasilkan susu atau daging yang berkualitas, dan memiliki sistem imun yang kuat.
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), kebutuhan nutrisi kambing meliputi energi, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jika salah satu unsur tersebut kurang, kambing akan mudah terserang penyakit, pertumbuhannya terhambat, bahkan bisa mengalami kematian.
Peternak sering kali mengira kambing hanya butuh hijauan seperti rumput atau daun. Padahal, pakan kambing yang seimbang juga harus mencakup sumber energi (seperti dedak atau jagung giling), sumber protein (seperti bungkil kelapa, daun lamtoro), serta suplemen mineral dan vitamin.
Ciri-Ciri Kambing Kekurangan Nutrisi
Mengetahui tanda-tanda kekurangan nutrisi sangat penting agar peternak dapat segera bertindak sebelum kondisi kambing memburuk. Berikut beberapa ciri umum yang perlu diwaspadai:1. ðĶī Kambing Terlihat Kurus dan Tulang Menonjol
Ciri paling jelas dari kambing kekurangan nutrisi adalah tubuhnya yang semakin kurus. Tulang pinggul dan tulang rusuk terlihat menonjol. Hal ini menandakan kambing tidak mendapat cukup energi dan protein dari pakan.
Menurut Direktorat Jenderal Peternakan (2021), kekurangan energi menyebabkan tubuh kambing menggunakan cadangan lemak dan otot untuk bertahan hidup.
ð Solusi:
Berikan pakan tambahan seperti dedak halus, jagung giling, atau ampas tahu yang sudah dikeringkan. Campurkan dengan hijauan segar agar pakan tetap seimbang.
2. ð Bulu Kasar, Kusam, dan Mudah Rontok
Bulu kambing yang sehat biasanya halus dan mengkilap. Jika bulu tampak kusam dan rontok, ini bisa menjadi tanda kekurangan protein atau mineral seperti seng dan tembaga.
Sumber dari Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (2023) menyebutkan bahwa protein membantu pertumbuhan jaringan termasuk bulu, sedangkan mineral mendukung proses metabolisme kulit dan rambut.
ð Solusi:
Tambahkan sumber protein seperti daun turi, lamtoro, atau bungkil kedelai. Jika perlu, berikan suplemen mineral dalam bentuk blok garam (mineral block) agar kebutuhan mineral tercukupi.
3. ð§ Kambing Terlihat Lesu dan Tidak Aktif
Kambing yang sehat biasanya lincah, aktif, dan suka bergerak. Jika terlihat malas berdiri, tidak bersemangat makan, atau sering menyendiri, kemungkinan besar kambing kekurangan energi atau vitamin B kompleks.
ð Solusi:
Berikan pakan yang mengandung energi tinggi seperti ubi rebus, dedak, atau campuran molase (tetes tebu) dalam jumlah kecil. Pastikan juga air minum tersedia setiap saat.
4. ðĶ· Pertumbuhan Lambat dan Tidak Sesuai Umur
Kambing yang kekurangan nutrisi cenderung mengalami pertumbuhan lambat, terutama pada kambing muda. Ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dibanding kambing seusianya. Kekurangan protein, kalsium, dan fosfor menjadi penyebab utama masalah ini.
ð Solusi:
Berikan pakan fermentasi dari jerami atau rumput gajah yang sudah dicampur EM4 dan dedak. Selain mudah dicerna, fermentasi meningkatkan nilai gizi pakan.
5. ð§ Kambing Mengalami Diare atau Kotoran Tidak Normal
Kotoran kambing yang sehat berbentuk bulat kecil dan kering. Jika kotoran menjadi lembek atau bahkan cair, bisa jadi kambing kekurangan serat kasar atau kelebihan pakan fermentasi. Kekurangan mineral dan air juga dapat memperburuk kondisi pencernaan.
ð Solusi:
Seimbangkan pakan antara hijauan dan konsentrat. Berikan rumput kering atau jerami untuk menambah serat kasar. Jika diare terus berlanjut, konsultasikan dengan petugas peternakan terdekat.
6. ð§Ž Produksi Susu Menurun (Untuk Kambing Perah)
Pada kambing perah, kekurangan nutrisi terutama energi dan protein dapat menurunkan produksi susu secara drastis. Hal ini dijelaskan dalam Panduan Ternak Kambing Perah oleh Kementerian Pertanian (2022), bahwa setiap 1 liter susu membutuhkan tambahan energi dan protein tertentu.
ð Solusi:
Berikan pakan dengan kandungan protein tinggi seperti bungkil kedelai, kacang tanah, atau daun leguminosa. Tambahkan juga mineral dan air dalam jumlah cukup setiap hari.
Penyebab Umum Kekurangan Nutrisi pada Kambing
Kekurangan nutrisi tidak hanya disebabkan oleh jenis pakan yang salah, tetapi juga karena manajemen pakan yang kurang baik. Beberapa penyebab umum antara lain:
-
Pemberian pakan tidak bervariasi, hanya rumput tanpa tambahan sumber protein atau energi.
-
Kualitas pakan menurun, misalnya rumput layu, terlalu tua, atau terkena hujan.
-
Pemberian pakan tidak sesuai umur kambing, kambing muda seharusnya mendapat pakan lebih halus dan mudah dicerna.
-
Kekurangan air minum, padahal air penting untuk proses pencernaan dan metabolisme.
-
Kondisi lingkungan kotor, menyebabkan kambing stres dan menurunkan nafsu makan.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, peternak dapat mencegah kambing dari kekurangan nutrisi sejak awal.
Cara Mengatasi dan Mencegah Kekurangan Nutrisi pada Kambing
Berikut beberapa langkah sederhana namun efektif untuk menjaga asupan nutrisi kambing tetap optimal:
1. ðū Gunakan Pakan Campuran (Kombinasi Hijauan dan Konsentrat)
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), komposisi pakan ideal kambing adalah 60â70% hijauan dan 30â40% konsentrat. Campuran ini membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein harian kambing.
2. ð§Ŧ Manfaatkan Pakan Fermentasi dari Limbah Pertanian
Kamu bisa memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, daun singkong, atau tongkol jagung yang difermentasi dengan EM4. Selain hemat, kandungan nutrisinya meningkat dan mudah dicerna.
3. ð§ Sediakan Air Minum yang Bersih Setiap Saat
Air adalah bagian penting dari pakan. Kekurangan air bisa mengganggu pencernaan dan membuat kambing malas makan. Gantilah air minum setiap hari agar tetap segar.
4. ð§ Tambahkan Suplemen Mineral dan Vitamin
Gunakan mineral block atau campurkan suplemen ke dalam pakan. Hal ini penting terutama untuk kambing betina bunting dan menyusui.
5. ð Berikan Waktu Penggembalaan yang Cukup
Kambing yang digembalakan mendapat sinar matahari yang membantu pembentukan vitamin D alami. Selain itu, mereka bisa memilih sendiri hijauan yang disukai.
6. ðĄ Jaga Kebersihan Kandang dan Lingkungan
Kandang yang bersih mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan nafsu makan kambing. Bersihkan kotoran setiap hari dan sediakan ventilasi udara yang baik.
Kekurangan nutrisi pada kambing bisa berdampak serius terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitasnya. Peternak harus peka terhadap tanda-tanda seperti kambing kurus, bulu kusam, lesu, atau pertumbuhan lambat.
Dengan pakan seimbang, manajemen yang baik, serta perhatian rutin terhadap kondisi kambing, masalah kekurangan nutrisi bisa dicegah. Gunakan bahan pakan alami yang mudah didapat seperti daun turi, lamtoro, dedak, dan jerami fermentasi untuk hasil optimal.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



