Terbak Tani – Mengetahui ciri kambing sakit sangat penting karena penyakit pada kambing bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerugian besar bagi peternak. Menurut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), kambing yang sakit dapat menularkan penyakit ke kambing lain melalui udara, air minum, pakan, atau kontak langsung. Jika tidak segera ditangani, kambing bisa kehilangan berat badan, produksi susu menurun, bahkan mati.
Selain itu, mengenali gejala sejak dini membantu peternak memberikan perawatan yang tepat tanpa harus menunggu kambing terlalu lemah. Kesehatan kambing yang terjaga juga mencerminkan kualitas kandang dan pakan yang baik, yang menjadi kunci keberhasilan peternakan.
Ciri-Ciri Fisik Kambing yang Sedang Sakit
Kambing yang sakit biasanya menunjukkan perubahan fisik yang mudah dilihat. Berikut beberapa tanda utamanya:
🔹 a. Bulu Kusam dan Rontok
Kambing sehat memiliki bulu halus dan mengkilap. Jika bulunya mulai tampak kusam, kasar, atau rontok berlebihan, bisa jadi itu pertanda adanya kekurangan nutrisi atau infeksi kulit seperti kudis (scabies). Menurut Balai Veteriner Lampung (2022), penyakit kulit pada kambing sering disebabkan oleh parasit dan lingkungan kandang yang kotor.
🔹 b. Mata Sayu dan Berair
Mata kambing yang sehat biasanya jernih dan cerah. Namun jika terlihat sayu, berair, atau muncul kotoran, bisa jadi kambing mengalami infeksi mata atau dehidrasi. Kadang, mata yang merah juga bisa menunjukkan kambing terpapar penyakit menular seperti pink eye.
🔹 c. Hidung Berlendir atau Kering
Jika hidung kambing mengeluarkan lendir bening atau kental, kemungkinan kambing terkena infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini sering muncul saat perubahan cuaca ekstrem atau ventilasi kandang buruk.
🔹 d. Nafas Tidak Normal
Perhatikan cara kambing bernapas. Jika napasnya cepat, berat, atau terdengar suara “ngorok”, bisa jadi itu tanda paru-paru kambing terinfeksi. Penyakit seperti pneumonia sangat umum terjadi di musim hujan.
🔹 e. Suhu Tubuh Naik (Demam)
Kambing yang demam biasanya enggan makan dan tampak lemas. Suhu tubuh normal kambing adalah sekitar 38,5–40°C. Jika lebih dari itu, perlu segera dilakukan pemeriksaan.
Ciri-Ciri Perilaku Kambing yang Sakit
Selain tanda fisik, perilaku kambing juga bisa berubah saat ia sakit. Berikut ciri-ciri perilaku yang patut diwaspadai:
💤 a. Lesu dan Tidak Aktif
Kambing yang sehat selalu bergerak, melompat, atau mencari makan. Jika tiba-tiba terlihat diam di pojok kandang, sering berbaring, atau enggan bergerak, ini tanda kambing sedang tidak enak badan.
🍽️ b. Nafsu Makan Menurun
Menurut Direktorat Kesehatan Hewan (2023), penurunan nafsu makan merupakan tanda awal dari banyak penyakit, termasuk gangguan pencernaan dan infeksi cacing. Kambing yang tidak makan lebih dari satu hari bisa mengalami dehidrasi dan kekurangan energi.
💩 c. Feses Tidak Normal
Perhatikan bentuk dan warna kotoran kambing. Jika kotorannya cair, keras berlebihan, atau bercampur darah, kemungkinan kambing mengalami diare atau infeksi usus. Penyakit ini bisa disebabkan oleh pakan busuk, air kotor, atau bakteri E. coli.
🗣️ d. Sering Mengembik dengan Suara Lemah
Kambing yang sakit kadang mengembik pelan karena merasa tidak nyaman atau kesakitan. Suara mengembik yang lemah dan sering juga bisa menandakan stres atau demam.
Penyebab Umum Kambing Sakit
Agar bisa mencegah, peternak perlu tahu apa penyebab kambing bisa jatuh sakit. Berikut beberapa faktor umum:
🧫 a. Kuman dan Virus
Penyakit seperti brucellosis, pneumonia, dan scabies sering menyerang kambing akibat infeksi virus atau bakteri. Hewan yang baru dibeli tanpa karantina juga bisa menjadi pembawa penyakit.
🌧️ b. Kandang Lembab dan Kotor
Kandang yang lembab memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Idealnya, kandang kambing harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan selalu kering, terutama bagian lantai.
🥀 c. Pakan Tidak Berkualitas
Pakan basi, berjamur, atau tidak bergizi bisa membuat kambing kekurangan nutrisi. Menurut Balai Penyuluhan Pertanian (2023), kualitas pakan yang buruk menjadi salah satu penyebab utama kambing mudah sakit.
🪱 d. Parasit dan Cacingan
Infeksi cacing sering membuat kambing kurus dan lemas. Parasit biasanya menyerang sistem pencernaan dan kulit, terutama jika sanitasi kandang tidak dijaga.
Cara Mencegah Kambing Sakit
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah sederhana untuk menjaga kesehatan kambing:
🧹 a. Jaga Kebersihan Kandang
Bersihkan kandang setiap hari dari kotoran dan sisa pakan. Gunakan kapur kandang untuk menetralkan kelembapan dan bau tidak sedap.
🥦 b. Berikan Pakan Bergizi dan Segar
Pastikan kambing mendapat campuran rumput hijau segar, konsentrat, dan air bersih. Hindari memberi pakan yang sudah lama atau berjamur.
💉 c. Rutin Vaksinasi dan Obat Cacing
Vaksinasi mencegah penyakit menular seperti brucellosis dan anthrax, sedangkan obat cacing sebaiknya diberikan setiap 3 bulan sekali untuk mencegah parasit.
☀️ d. Jemur Kambing di Pagi Hari
Sinar matahari membantu membunuh kuman dan menjaga suhu tubuh kambing tetap stabil.
👩⚕️ e. Periksa ke Dokter Hewan Secara Berkala
Jangan menunggu kambing parah baru diperiksa. Pemeriksaan rutin bisa mendeteksi penyakit sejak dini.
Langkah Pertolongan Pertama Saat Kambing Terlihat Sakit
Jika kambing menunjukkan gejala sakit:
-
Pisahkan dari kambing sehat agar penyakit tidak menular.
-
Periksa suhu tubuh dan nafsu makan.
-
Berikan air minum cukup agar tidak dehidrasi.
-
Hubungi petugas kesehatan hewan untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Hindari memberi obat manusia atau jamu sembarangan karena bisa memperburuk kondisi kambing.
Peternak Cerdas, Kambing Sehat
Menjaga kesehatan kambing bukan hanya tentang memberi makan dan kandang, tapi juga memperhatikan perubahan kecil pada fisik dan perilaku. Dengan mengenali ciri-ciri kambing sakit seperti bulu kusam, nafsu makan menurun, feses tidak normal, dan lesu, peternak bisa segera mengambil tindakan cepat.
Menurut Kementerian Pertanian Indonesia (2023), kambing yang dirawat dengan baik bisa hidup lebih lama, tumbuh lebih cepat, dan menghasilkan lebih banyak susu atau daging berkualitas. Jadi, semakin cermat kita memperhatikan tanda-tanda kecil, semakin besar peluang sukses dalam beternak kambing.
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



