Ternak Tani – Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, dalam proses pemeliharaannya, sapi sering menghadapi berbagai masalah kesehatan, salah satunya cacingan. Penyakit ini sering dianggap sepele, padahal bisa menurunkan produktivitas sapi secara signifikan.
Menurut Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar (2022), infeksi cacing dapat menyebabkan penurunan berat badan, penurunan produksi susu, bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, penting bagi peternak untuk mengenali ciri-ciri sapi yang terkena cacingan agar bisa segera diobati.
Penyebab Sapi Terkena Cacingan
Cacingan pada sapi umumnya disebabkan oleh parasit cacing yang hidup di dalam saluran pencernaan, seperti cacing hati (Fasciola hepatica), cacing gelang (Toxocara vitulorum), dan cacing pita (Moniezia spp).
Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Ditjen PKH, 2023), penyebab utama infeksi cacing pada sapi antara lain:
-
Kebersihan kandang yang buruk – Kotoran yang tidak dibersihkan secara rutin bisa menjadi tempat berkembang biaknya telur cacing.
-
Pakan dan air yang tercemar – Rumput atau air yang terkontaminasi telur cacing akan membawa parasit masuk ke dalam tubuh sapi.
-
Kurangnya pemberian obat cacing secara berkala – Sapi yang tidak pernah diberikan obat cacing lebih rentan terinfeksi.
-
Lingkungan lembap dan becek – Kondisi seperti ini membuat telur dan larva cacing bertahan lebih lama di tanah.
Ciri-Ciri Sapi Terkena Cacingan
Untuk mengenali sapi yang terkena cacingan, peternak bisa memperhatikan beberapa tanda berikut:
1. Nafsu Makan Menurun
Sapi yang terinfeksi cacing biasanya mengalami gangguan pencernaan. Cacing mengambil nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sapi, sehingga hewan menjadi lemas dan kehilangan selera makan.
Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM, 2021), penurunan nafsu makan adalah tanda awal infeksi cacing pada sapi muda.
2. Berat Badan Turun Drastis
Karena sebagian nutrisi diserap oleh cacing, sapi kehilangan energi dan bobot tubuh berkurang meskipun sudah makan cukup. Dalam jangka panjang, sapi menjadi kurus, tulang terlihat menonjol, dan ototnya melemah.
3. Bulu Kusam dan Rontok
Sapi sehat biasanya memiliki bulu yang mengkilap. Namun, sapi yang cacingan tampak kusam, rontok, dan kulitnya kering. Hal ini disebabkan kekurangan vitamin dan protein akibat gangguan penyerapan nutrisi.
4. Perut Membesar (Kembung)
Sapi yang terkena cacingan sering terlihat seperti perutnya membesar, padahal tubuhnya kurus. Ini terjadi karena penumpukan gas dan gangguan pada saluran pencernaan.
5. Diare atau Kotoran Tidak Normal
Ciri lainnya adalah kotoran sapi menjadi encer, berbau menyengat, bahkan kadang mengandung cacing kecil. Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak, 2022), diare kronis sering muncul pada sapi dengan infeksi cacing berat.
6. Sapi Tampak Lemas dan Tidak Aktif
Sapi yang biasanya lincah bisa tampak lesu, banyak diam, dan sering berbaring. Ini disebabkan oleh anemia (kekurangan darah) akibat cacing menghisap darah di usus.
7. Mata dan Gusi Pucat
Cacing tertentu seperti cacing hati dan cacing tambang dapat menyebabkan kehilangan darah, sehingga warna mata dan gusi sapi menjadi pucat.
Dampak Cacingan pada Sapi
Cacingan bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga menurunkan produktivitas peternak. Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain:
-
Pertumbuhan terhambat pada sapi muda.
-
Penurunan produksi susu pada sapi perah.
-
Penurunan kualitas daging pada sapi potong.
-
Tingkat kematian meningkat jika tidak segera ditangani.
Sumber dari FAO (Food and Agriculture Organization, 2021) menyebutkan bahwa infeksi cacing merupakan salah satu penyebab utama kerugian ekonomi pada peternakan ruminansia di Asia Tenggara.
Cara Mengobati Sapi Cacingan
Setelah mengetahui gejalanya, langkah berikutnya adalah mengobati sapi yang terkena cacingan dengan cara yang tepat. Pengobatan harus disesuaikan dengan jenis cacing yang menyerang, tetapi secara umum berikut langkah-langkahnya:
1. Pemberian Obat Cacing
Gunakan obat cacing yang sesuai dan direkomendasikan oleh dokter hewan. Beberapa jenis obat yang umum digunakan antara lain:
-
Albendazole (efektif untuk cacing gelang dan cacing pita)
-
Levamisole (untuk cacing gelang dan cacing tambang)
-
Triclabendazole (khusus untuk cacing hati)
Obat biasanya diberikan setiap 3–6 bulan sekali tergantung kondisi lingkungan dan risiko infeksi (sumber: Ditjen PKH, 2023).
2. Perbaiki Kebersihan Kandang
Pastikan kandang selalu kering dan bersih. Kotoran harus dibersihkan setiap hari agar telur cacing tidak berkembang. Tempat makan dan minum juga perlu dicuci secara rutin untuk mencegah kontaminasi.
3. Pisahkan Sapi yang Sakit
Sapi yang sudah menunjukkan gejala cacingan sebaiknya dipisahkan dari sapi sehat untuk mencegah penularan. Meskipun penularan tidak langsung seperti flu, telur cacing bisa menyebar melalui kotoran dan pakan.
4. Ganti atau Jemur Pakan
Rumput segar yang basah dari area lembap sering mengandung telur cacing. Sebaiknya jemur pakan hijauan terlebih dahulu sebelum diberikan, atau pilih rumput dari tempat yang kering.
5. Konsultasi dengan Dokter Hewan
Jika infeksi cukup parah, segera hubungi dokter hewan untuk pemeriksaan feses dan penentuan jenis cacing. Dengan begitu, pengobatan bisa lebih tepat sasaran.
Pencegahan Cacingan pada Sapi
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
-
Rutin memberikan obat cacing minimal dua kali dalam setahun.
-
Menjaga kebersihan kandang dan area sekitar.
-
Tidak menggembalakan sapi di tempat lembap atau dekat genangan air.
-
Menyediakan air bersih untuk minum.
-
Melakukan rotasi padang penggembalaan agar tanah tidak menjadi sumber infeksi terus-menerus.
-
Memberikan pakan berkualitas dengan tambahan vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh sapi.
Menurut FAO (2021), strategi pencegahan yang konsisten dapat menurunkan risiko infeksi cacing hingga 70% pada peternakan sapi potong.
Cacingan pada sapi memang sering dianggap ringan, tetapi dampaknya bisa sangat besar terhadap produktivitas dan kesehatan ternak. Peternak harus waspada terhadap ciri-ciri sapi terkena cacingan seperti nafsu makan menurun, berat badan turun, bulu kusam, hingga diare.
Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian obat cacing secara teratur, menjaga kebersihan kandang, dan memperhatikan kualitas pakan. Dengan perawatan yang baik dan tindakan pencegahan yang tepat, sapi akan tetap sehat dan hasil ternak pun meningkat.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



