Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi

Gemini Generated Image M3uardm3uardm3ua Gemini Generated Image M3uardm3uardm3ua

Ternak Tani – Susu sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi lengkap seperti kalsium, protein, dan vitamin B kompleks. Menurut Kementerian Pertanian (2023), kebutuhan susu di Indonesia masih jauh lebih tinggi dibandingkan produksi lokal, di mana hanya sekitar 20–25% kebutuhan nasional yang dapat dipenuhi dari peternak dalam negeri.

Karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi produksi susu sapi sangat penting agar peternak bisa meningkatkan efisiensi usaha dan kualitas hasil ternak mereka.

Faktor Genetika: Dasar dari Produksi Susu

Salah satu faktor utama yang menentukan jumlah produksi susu adalah genetika sapi perah. Setiap ras sapi memiliki potensi genetik yang berbeda-beda dalam menghasilkan susu.

Misalnya:

  1. Sapi Friesian Holstein (FH) dikenal sebagai penghasil susu tertinggi, dengan rata-rata produksi 15–25 liter per hari.

  2. Sapi Jersey menghasilkan susu dengan kadar lemak tinggi meskipun volumenya lebih rendah.

  3. Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH), hasil persilangan lokal, memiliki daya tahan tubuh lebih baik terhadap iklim tropis namun produksi susunya sedikit lebih rendah dibanding FH murni.

Menurut Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Baturraden (2022), pemilihan bibit unggul dan proses inseminasi buatan dengan pejantan berproduksi tinggi dapat meningkatkan produksi susu hingga 30%.

Dengan kata lain, faktor genetik menjadi pondasi utama yang akan menentukan seberapa optimal sapi mampu menghasilkan susu dalam kondisi ideal.

Pakan dan Nutrisi: Kunci Produksi Maksimal

Selain genetika, pakan dan nutrisi adalah faktor paling penting yang dapat dikendalikan langsung oleh peternak. Sapi perah membutuhkan pakan yang seimbang antara hijauan (rumput, daun leguminosa) dan konsentrat (bekatul, bungkil kedelai, jagung giling).

Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2023), komposisi ideal pakan untuk sapi perah dewasa adalah:

  1. 60–70% hijauan segar

  2. 30–40% konsentrat

  3. Tambahan mineral dan vitamin

Baca Juga  Langkah Awal Menjadi Peternak Sapi Sukses

Jika pakan tidak mencukupi, produksi susu bisa menurun drastis. Kekurangan energi dalam pakan menyebabkan sapi menggunakan cadangan lemak tubuh, yang berakibat pada penurunan bobot badan dan penurunan produksi susu.

Contoh nyata bisa dilihat di peternakan rakyat di Jawa Barat, di mana peternak yang memberikan pakan fermentasi berkualitas (seperti silase jagung) mampu meningkatkan hasil susu hingga 20% lebih banyak dibanding pakan rumput biasa.

Kondisi Kesehatan Sapi

Kesehatan sapi sangat berpengaruh pada produktivitas susu. Sapi yang sakit tidak hanya mengeluarkan susu lebih sedikit, tetapi juga kualitasnya menurun. Penyakit umum yang sering menyerang sapi perah antara lain:

  1. Mastitis (radang ambing) — mengurangi volume susu dan menurunkan kualitasnya.

  2. Ketosis — akibat kekurangan energi.

  3. Cacingan dan gangguan pencernaan — menurunkan nafsu makan dan efisiensi pakan.

Menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2021), mastitis dapat menyebabkan penurunan produksi susu hingga 25% per ekor per hari. Oleh karena itu, peternak harus rutin memeriksa kesehatan sapi, menjaga kebersihan kandang, dan memastikan proses pemerahan dilakukan secara higienis.

Pemeriksaan rutin oleh dokter hewan, vaksinasi, dan pemberian vitamin tambahan juga dapat membantu menjaga kondisi sapi tetap prima.

Manajemen Pemerahan dan Kandang

Proses pemerahan juga menjadi salah satu faktor penting dalam produksi susu. Pemerahan yang tidak teratur atau dilakukan dengan cara kasar dapat menyebabkan stres pada sapi dan mengurangi produksi susu.

Menurut Jurnal Ilmu Ternak Tropika (2022), pemerahan ideal dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) pada waktu yang sama setiap hari. Waktu yang konsisten akan membantu menjaga ritme produksi susu sapi.

Selain itu, kondisi kandang juga memengaruhi produktivitas. Kandang yang kotor, sempit, atau tidak memiliki ventilasi baik akan membuat sapi stres. Suhu lingkungan yang terlalu panas (lebih dari 30°C) dapat menurunkan konsumsi pakan dan menurunkan produksi susu hingga 15%.

Baca Juga  Pemanfaatan Bioteknologi untuk Produksi Daging Sapi Berkualitas

Oleh karena itu, penting untuk menyediakan kandang dengan ventilasi cukup, tempat tidur kering, serta sistem pembuangan limbah yang baik agar sapi merasa nyaman dan bebas stres.

Faktor Lingkungan dan Iklim

Sapi perah, terutama ras Eropa seperti FH, lebih menyukai lingkungan yang sejuk. Indonesia yang beriklim tropis sering menjadi tantangan tersendiri. Suhu tinggi dan kelembapan ekstrem bisa membuat sapi cepat lelah, malas makan, dan akhirnya menurunkan produksi susu.

Menurut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2020), produksi susu bisa menurun hingga 30% pada musim kemarau jika sapi tidak mendapatkan cukup air minum atau tempat berteduh yang memadai.

Untuk mengatasi hal ini, peternak dapat melakukan langkah sederhana seperti:

  1. Memberikan kipas angin atau sprinkler di kandang.

  2. Menyediakan air bersih yang cukup.

  3. Memastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik.

Dengan langkah kecil ini, suhu tubuh sapi bisa tetap stabil, dan produksi susu dapat dipertahankan di level optimal.

Tahap Laktasi dan Umur Sapi

Produksi susu sapi tidak sama sepanjang hidupnya. Sapi betina mulai menghasilkan susu setelah melahirkan, dan jumlahnya mencapai puncak pada 1–3 bulan pertama setelah melahirkan. Setelah itu, produksi perlahan menurun hingga masa kering (sekitar 10 bulan setelah melahirkan).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2023), produksi susu tertinggi umumnya dihasilkan oleh sapi pada laktasi ke-2 hingga ke-4, di mana kondisi tubuh dan sistem reproduksinya paling optimal. Setelah usia 7–8 tahun, kemampuan produksi biasanya menurun.

Peternak yang memahami siklus laktasi ini dapat mengatur strategi perkawinan dan pemerahan agar produktivitas selalu maksimal.

Stres dan Penanganan Sapi

Sapi yang stres akibat suara bising, perlakuan kasar, atau perubahan lingkungan secara tiba-tiba akan menurunkan produksi susunya. Menurut National Dairy Council (2022), stres dapat menyebabkan penurunan hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam pengeluaran susu.

Baca Juga  Mengenal Sorgum, Solusi Cerdas dan Hemat untuk Pakan Sapi Penggemukan

Penanganan yang lembut, pemberian waktu istirahat yang cukup, dan rutinitas yang teratur akan membantu sapi merasa lebih tenang dan nyaman. Peternak juga sebaiknya membatasi interaksi berlebihan dari orang asing di sekitar kandang, karena sapi bisa menjadi cemas dan sulit diperah.

Pemberian Air Minum yang Cukup

Banyak peternak yang mengabaikan pentingnya air minum. Padahal, sekitar 87% kandungan susu adalah air. Sapi perah dewasa dapat membutuhkan 60–100 liter air per hari, tergantung suhu dan jenis pakan.

Jika air tidak mencukupi, sapi akan mengurangi konsumsi pakan dan otomatis menurunkan produksi susu. Menurut penelitian oleh Universitas Gadjah Mada (2021), sapi yang mendapatkan akses air bersih bebas setiap saat memiliki produksi susu 15% lebih tinggi dibanding sapi yang hanya diberi air dua kali sehari.

Jadi, penyediaan air bersih dan mudah dijangkau menjadi langkah sederhana tapi sangat penting untuk menjaga produksi susu tetap tinggi.

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa produksi susu sapi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan: genetika, pakan, kesehatan, manajemen kandang, iklim, dan kenyamanan sapi.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *