Usaha Jaya Printing – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan Indonesia mengalami perkembangan menarik — semakin banyak perempuan terjun sebagai peternak sapi, baik sapi potong maupun sapi perah. Kondisi ini membuktikan bahwa beternak sapi bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan, ketelitian, dan kemampuan manajemen.
Menurut data dari Kementerian Pertanian, kontribusi perempuan dalam sektor peternakan meningkat terutama di daerah pedesaan, di mana mereka tidak hanya membantu pekerjaan keluarga tetapi juga mulai mengelola usaha mereka sendiri. Ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Artikel ini akan membahas inspirasi dari para peternak perempuan, cara mereka bertahan di tengah tantangan, sekaligus memberikan panduan beternak sapi yang sederhana untuk pemula.
1. Peran Perempuan dalam Dunia Peternakan
Perempuan sering dianggap memiliki keterampilan manajemen yang baik, termasuk dalam hal merawat ternak, menjaga kebersihan kandang, dan memastikan nutrisi sapi tercukupi. Menurut laporan FAO (Food and Agriculture Organization), perempuan mampu memberikan kontribusi besar dalam produktivitas peternakan karena sifat telaten dan konsisten.
Di berbagai desa, perempuan juga dikenal lebih rajin mencatat kebutuhan dan perkembangan sapi — seperti jumlah pakan, kesehatan harian, hingga masa kawin dan kelahiran. Hal sederhana seperti ini sebenarnya sangat membantu meningkatkan efektivitas usaha ternak.
Banyak kisah perempuan yang memulai dari satu ekor sapi bantuan pemerintah, kemudian berkembang hingga memiliki belasan ekor berkat konsistensi dan kemauan belajar.
2. Kisah Nyata: Dari Kandang Sederhana Menjadi Sumber Penghasilan
Salah satu inspirasi yang sering diceritakan di berbagai forum peternakan adalah kisah seorang ibu di Jawa Tengah yang memulai usahanya hanya dari seekor sapi betina. Dengan tekun merawatnya, ia berhasil mengembangbiakkan sapi hingga berjumlah lebih dari tujuh ekor dalam beberapa tahun.
Ia bercerita bahwa kekuatan terbesar bukan pada modal besar, tetapi pada kesabaran dan ketekunan. Setiap hari ia memastikan sapinya diberi pakan hijauan, konsentrat sederhana, dan air bersih. Ia juga mencatat perkembangan kondisi sapi, sesuatu yang banyak peternak laki-laki justru sering lewatkan.
Menurut penuturannya, ia belajar dasar-dasar peternakan dari penyuluh lapangan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan setempat. Itulah yang membuatnya semakin percaya diri untuk maju.
3. Langkah Dasar Memulai Usaha Ternak Sapi
Bagi Anda yang ingin memulai usaha peternakan — baik laki-laki maupun perempuan — ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan. Sumber pedoman ini mengacu pada arahan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta pengalaman lapangan para peternak.
a. Menentukan Tujuan Usaha
Tentukan apakah usaha Anda fokus pada:
-
Sapi potong
-
Sapi perah
-
Penggemukan sapi
-
Pembibitan
Tujuan ini penting untuk menentukan jenis sapi, pakan, dan manajemen yang dipakai.
b. Memilih Bibit yang Tepat
Menurut panduan peternakan nasional, bibit berkualitas harus:
-
Matanya cerah
-
Nafsu makan baik
-
Tubuh proporsional
-
Tidak cacat
-
Bulu mengilap
Jika memilih sapi betina, pastikan memiliki catatan reproduksi baik.
c. Membangun Kandang Ideal
Kandang yang baik harus:
-
Memiliki ventilasi cukup
-
Tidak lembap
-
Mendapat sinar matahari
-
Mudah dibersihkan
-
Jarak aman dari rumah
Perempuan peternak biasanya sangat teliti dalam hal kebersihan kandang, yang membuat sapi lebih sehat dan produksinya meningkat.
d. Pakan dan Nutrisi
Menurut pedoman nutrisi ternak dari Balai Besar Pelatihan Peternakan, sapi membutuhkan:
-
Rumput segar 10% dari bobot tubuh
-
Konsentrat
-
Air bersih 30–40 liter per hari
-
Mineral tambahan
Perempuan dikenal lebih cermat dalam menjaga kualitas pakan, yang membuat sapi lebih cepat gemuk dan lebih produktif.
4. Ketangguhan Perempuan Menghadapi Tantangan
Beternak sapi bukan tanpa tantangan — mulai dari harga pakan naik, penyakit hewan, hingga cuaca yang tak menentu. Namun perempuan sering kali mampu bertahan karena sifat adaptif dan kreatif.
Beberapa tantangan yang sering dihadapi:
a. Keterbatasan Modal
Banyak perempuan memulai usaha ternak dengan modal terbatas. Namun mereka memaksimalkan potensi lokal, seperti:
-
Membuat pakan fermentasi sendiri
-
Menggunakan limbah pertanian sebagai hijauan
-
Menjadikan kotoran sapi sebagai pupuk kompos
b. Keterbatasan Tenaga
Karena pekerjaan fisik cukup berat, perempuan biasanya mengatur waktu lebih efektif dan menggunakan alat bantu sederhana seperti mesin pencacah rumput atau ember besar untuk memudahkan pekerjaan.
c. Minimnya Pengetahuan Awal
Namun dengan adanya penyuluhan dari pemerintah, pelatihan, dan komunitas peternak, perempuan kini jauh lebih siap dan teredukasi.
5. Manfaat Sosial dan Ekonomi dari Peternak Perempuan
Kehadiran perempuan dalam peternakan menciptakan efek berantai positif. Menurut kajian Badan Penyuluhan Pertanian, peningkatan partisipasi perempuan dalam peternakan berpengaruh langsung pada:
-
Perbaikan ekonomi keluarga
-
Peningkatan pendidikan anak
-
Kemandirian finansial
-
Keberlanjutan usaha keluarga
Banyak perempuan kini mampu membiayai sekolah anak, membangun rumah, dan meningkatkan taraf hidup melalui usaha ternak sapi.
6. Tips Sukses Menurut Peternak Perempuan
Dari berbagai kisah inspiratif yang sering dibagikan dalam acara penyuluhan, berikut tips sederhana yang selalu mereka tekankan:
-
Belajar hal dasar sebelum memulai
-
Rawat sapi seperti merawat anggota keluarga
-
Catat semua pengeluaran dan pemasukan
-
Jangan malu bertanya kepada penyuluh
-
Selalu siapkan pakan cadangan
-
Jaga kebersihan kandang setiap hari
-
Berani mulai dari kecil
-
Tetap konsisten meski hasil belum terlihat
Inspirasi dari peternak sapi perempuan membuktikan bahwa kekuatan, ketekunan, dan keberanian jauh lebih penting daripada modal besar. Perempuan yang awalnya tidak memiliki pengalaman kini mampu membangun usaha peternakan yang stabil, bahkan berkembang.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



