Ternak Tani – Dalam dunia peternakan sapi, kesehatan ternak menjadi hal yang sangat penting. Sapi yang sehat akan tumbuh optimal, menghasilkan daging dan susu berkualitas, serta memberikan keuntungan maksimal bagi peternak. Sebaliknya, bila sapi mudah sakit, biaya pengobatan meningkat, produktivitas menurun, bahkan bisa menyebabkan kematian sapi.
Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk mengenali jenis-jenis penyakit sapi dan cara pencegahannya sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, peternak dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit di kandang dan menjaga kesejahteraan hewan. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), upaya pencegahan lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan setelah sapi sakit.
1. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Gejala dan Penyebab
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease Virus (FMDV). Penyakit ini menyerang sapi, kambing, domba, dan hewan berkuku belah lainnya.
Gejalanya meliputi:
-
Luka lepuh di mulut, lidah, dan kuku.
-
Air liur berlebihan.
-
Sapi sulit makan atau berjalan pincang.
-
Penurunan produksi susu secara drastis.
Cara Pencegahan
Pencegahan PMK dapat dilakukan dengan:
-
Vaksinasi rutin sesuai jadwal dari dinas peternakan setempat.
-
Menjaga kebersihan kandang dan peralatan ternak.
-
Mengisolasi sapi baru atau sapi yang sakit agar tidak menular ke yang sehat.
-
Menghindari pembelian sapi dari daerah yang sedang terkena wabah.
Menurut FAO (2022), tindakan biosekuriti seperti desinfeksi alat dan kendaraan sangat efektif mencegah penyebaran PMK di peternakan.
2. Penyakit Antraks
Gejala dan Penyebab
Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini bisa menular ke manusia (zoonosis), sehingga sangat berbahaya.
Gejala pada sapi:
-
Demam tinggi.
-
Kesulitan bernapas.
-
Keluarnya darah dari lubang hidung, mulut, atau anus.
-
Kematian mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Cara Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan:
-
Melakukan vaksinasi antraks secara berkala.
-
Tidak membuka bangkai sapi yang mati mendadak, karena bakteri bisa menyebar ke tanah.
-
Mengubur atau membakar bangkai sapi sesuai prosedur dinas kesehatan hewan.
-
Menjaga kebersihan lingkungan peternakan dan sumber air.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian RI (2023), kasus antraks sering terjadi akibat kurangnya pengawasan dan vaksinasi pada sapi di daerah endemik.
3. Penyakit Jembrana
Gejala dan Penyebab
Jembrana adalah penyakit virus yang banyak menyerang sapi Bali. Penyakit ini disebabkan oleh Jembrana Disease Virus (JDV).
Gejala umum:
-
Demam tinggi hingga 41°C.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening.
-
Berat badan menurun cepat.
-
Kadang disertai diare berdarah.
Cara Pencegahan
Cara terbaik untuk mencegah Jembrana adalah dengan:
-
Melakukan vaksinasi pada sapi Bali.
-
Menghindari perpindahan sapi dari daerah endemik ke daerah bebas penyakit.
-
Menjaga sanitasi dan ventilasi kandang agar tidak lembab.
-
Memberikan pakan bergizi dan suplemen vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh sapi.
Menurut Balai Besar Veteriner Denpasar (2022), tingkat kematian sapi akibat Jembrana bisa mencapai 20–30% jika tidak segera ditangani.
4. Penyakit Mastitis
Gejala dan Penyebab
Mastitis merupakan peradangan pada ambing atau kelenjar susu, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus atau E. coli. Penyakit ini sering menyerang sapi perah.
Tanda-tandanya antara lain:
-
Ambing membengkak dan terasa panas.
-
Produksi susu menurun.
-
Susu menjadi kental, bercampur darah, atau menggumpal.
Cara Pencegahan
-
Rajin membersihkan ambing sebelum dan sesudah pemerahan.
-
Gunakan alat pemerahan yang steril.
-
Berikan nutrisi cukup agar daya tahan tubuh sapi tetap kuat.
-
Isolasi sapi yang terinfeksi agar tidak menular ke yang lain.
Sumber dari Dinas Peternakan Jawa Barat (2023) menyebutkan bahwa mastitis menjadi penyebab kerugian ekonomi besar pada peternakan sapi perah karena menurunkan kualitas susu hingga 40%.
5. Penyakit Cacingan
Gejala dan Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing parasit seperti Fasciola hepatica atau Haemonchus contortus yang hidup di dalam saluran pencernaan sapi.
Gejalanya:
-
Nafsu makan menurun.
-
Bulu kusam dan rontok.
-
Sapi kurus meskipun diberi makan cukup.
-
Diare berkepanjangan.
Cara Pencegahan
Pencegahan bisa dilakukan dengan:
-
Memberikan obat cacing (anthelmintik) setiap 3–6 bulan.
-
Membersihkan kotoran di kandang secara rutin.
-
Hindari penggembalaan di tempat lembab atau genangan air.
Menurut Journal of Veterinary Parasitology (2021), pemberian obat cacing secara teratur terbukti menurunkan angka infeksi hingga 90%.
6. Penyakit Bloat (Kembung)
Gejala dan Penyebab
Bloat atau perut kembung terjadi ketika gas menumpuk di rumen (lambung pertama sapi). Penyebabnya bisa karena terlalu banyak makan hijauan muda atau fermentasi yang berlebihan.
Gejala:
-
Perut sebelah kiri membesar.
-
Sapi gelisah, sering menendang perutnya.
-
Sulit bernapas dan nafsu makan menurun.
Cara Pencegahan
-
Jangan memberikan pakan hijau segar secara berlebihan.
-
Campur pakan hijauan dengan jerami kering.
-
Pastikan sapi memiliki waktu cukup untuk mengunyah dan mencerna pakan.
-
Hindari pakan yang terkontaminasi pestisida.
Sumber dari Livestock Research Institute (2022) menjelaskan bahwa kasus bloat dapat dicegah dengan manajemen pakan yang seimbang dan pengawasan setelah pemberian pakan hijauan baru.
7. Penyakit Brucellosis
Gejala dan Penyebab
Brucellosis adalah penyakit bakteri menular yang disebabkan oleh Brucella abortus. Penyakit ini dapat menyebabkan keguguran pada sapi betina dan kemandulan pada jantan.
Gejala lain:
-
Produksi susu menurun.
-
Sapi terlihat lemas.
-
Kadang disertai pembengkakan sendi.
Cara Pencegahan
-
Vaksinasi brucellosis pada sapi betina muda.
-
Jangan membeli sapi dari sumber yang tidak jelas kesehatannya.
-
Gunakan sarung tangan dan alat pelindung saat membantu proses kelahiran sapi.
-
Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada ternak.
Menurut WHO (2023), brucellosis termasuk penyakit zoonosis berbahaya karena dapat menular ke manusia, menyebabkan demam berkepanjangan dan gangguan sendi.
Langkah Umum Menjaga Kesehatan Sapi
Selain pencegahan khusus setiap penyakit, peternak perlu menerapkan langkah umum untuk menjaga kesehatan sapi secara keseluruhan:
-
Kebersihan kandang: Bersihkan setiap hari, ganti alas kandang, dan pastikan sirkulasi udara baik.
-
Pakan bergizi: Berikan pakan seimbang antara hijauan, konsentrat, dan vitamin tambahan.
-
Air bersih: Pastikan sapi mendapatkan air minum yang cukup dan bersih setiap hari.
-
Pengawasan rutin: Cek suhu tubuh, nafsu makan, dan kondisi fisik sapi secara berkala.
-
Karantina sapi baru: Sebelum digabung ke kandang utama, pastikan sapi baru sehat.
-
Konsultasi dokter hewan: Bila ada tanda-tanda sakit, segera hubungi tenaga medis hewan.
Mengetahui jenis penyakit umum pada sapi dan cara pencegahannya sangat penting bagi setiap peternak. Penyakit seperti PMK, antraks, jembrana, mastitis, cacingan, bloat, dan brucellosis bisa dicegah melalui vaksinasi, sanitasi yang baik, manajemen pakan yang tepat, dan pemeriksaan rutin.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



