Ternak Tani – Sapi yang sehat dan produktif sangat bergantung pada keseimbangan gizinya setiap hari. Sama seperti manusia, sapi membutuhkan berbagai nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, dan meningkatkan hasil produksi daging maupun susu. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), pemberian pakan dengan kandungan gizi seimbang menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha peternakan sapi (Sumber: Ditjen PKH, 2023).
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara sederhana apa saja kandungan gizi utama yang dibutuhkan sapi setiap hari, berapa jumlah idealnya, serta bagaimana cara memenuhi kebutuhan gizi tersebut agar sapi cepat gemuk dan tidak mudah sakit.
1. Energi: Sumber Tenaga Utama untuk Aktivitas Sapi
Energi merupakan komponen paling penting dalam pakan sapi karena dibutuhkan untuk semua proses metabolisme tubuh, mulai dari pertumbuhan, produksi susu, hingga reproduksi. Energi biasanya diperoleh dari karbohidrat dan lemak yang ada dalam bahan pakan.
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), kebutuhan energi sapi bervariasi tergantung pada jenis dan tujuan pemeliharaannya. Misalnya, sapi potong memerlukan energi sekitar 55–65% Total Digestible Nutrient (TDN) dari total bahan kering pakan per hari, sedangkan sapi perah membutuhkan lebih banyak energi untuk produksi susu (Sumber: Balitnak, 2022).
Beberapa bahan pakan yang menjadi sumber energi terbaik antara lain:
-
Hijauan berkualitas tinggi seperti rumput gajah dan odot.
-
Konsentrat sumber energi seperti dedak padi, jagung giling, atau molases.
Pastikan pemberian energi tidak berlebihan, karena bisa menyebabkan sapi menjadi obesitas atau gangguan pencernaan.
2. Protein: Membangun Jaringan Tubuh dan Otot
Protein adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan otot, pembentukan jaringan tubuh, dan produksi susu. Kekurangan protein dapat menyebabkan pertumbuhan sapi menjadi lambat, bulu kusam, dan daya tahan tubuh menurun.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), sapi potong membutuhkan protein kasar sekitar 12–14% dari total pakan kering per hari, sedangkan sapi perah bisa membutuhkan hingga 16% tergantung fase laktasinya (Sumber: FAO, 2021).
Beberapa bahan pakan yang kaya protein antara lain:
-
Bungkil kedelai dan bungkil kelapa
-
Daun lamtoro, kaliandra, dan turi
-
Ampas tahu dan ampas bir
Kombinasi antara protein nabati (dari tanaman) dan hewani (misalnya tepung ikan) dapat memberikan hasil yang lebih optimal untuk pertumbuhan sapi.
3. Serat: Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Sapi termasuk hewan ruminansia yang memerlukan serat kasar dalam jumlah cukup untuk mendukung fungsi rumennya (lambung utama sapi). Serat membantu proses fermentasi alami di rumen yang menghasilkan energi dalam bentuk asam lemak volatil.
Menurut penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), kebutuhan serat kasar sapi sebaiknya tidak kurang dari 18% dari total pakan kering agar sistem pencernaan tetap optimal (Sumber: UGM, 2022).
Sumber serat yang baik:
-
Rumput segar (rumput gajah, setaria, brachiaria)
-
Jerami padi fermentasi
-
Hijauan leguminosa seperti gamal dan lamtoro
Kekurangan serat dapat menyebabkan sapi mengalami gangguan pencernaan seperti kembung (bloat) atau penurunan nafsu makan.
4. Lemak: Sumber Energi Tambahan
Lemak memang hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, namun memiliki peran penting sebagai sumber energi tinggi dan pembawa vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Menurut Journal of Dairy Science (2021), sapi hanya memerlukan 2–4% lemak dari total bahan kering pakan per hari. Jika terlalu tinggi, justru dapat menghambat fermentasi di rumen.
Sumber lemak alami yang bisa digunakan antara lain:
-
Dedak padi (mengandung minyak alami)
-
Bungkil kelapa
-
Minyak nabati dalam dosis kecil
5. Vitamin: Penunjang Kesehatan dan Produktivitas
Vitamin memiliki fungsi penting untuk menjaga metabolisme tubuh dan meningkatkan kekebalan sapi terhadap penyakit.
Jenis vitamin yang paling dibutuhkan sapi meliputi:
-
Vitamin A: penting untuk pertumbuhan dan kesehatan mata.
-
Vitamin D: membantu penyerapan kalsium dan fosfor untuk pertumbuhan tulang.
-
Vitamin E: meningkatkan daya tahan tubuh dan kesuburan.
Kebutuhan vitamin biasanya dapat dipenuhi dari hijauan segar. Namun pada musim kemarau, peternak bisa menambahkan suplemen vitamin atau pakan fermentasi untuk mencegah kekurangan (Sumber: Ditjen PKH, 2023).
6. Mineral: Kunci Keseimbangan Nutrisi Tubuh
Mineral berperan dalam pembentukan tulang, enzim, serta fungsi saraf dan otot sapi. Mineral dibagi menjadi dua jenis: makromineral dan mikromineral.
-
Makromineral: kalsium (Ca), fosfor (P), natrium (Na), kalium (K), dan magnesium (Mg).
-
Mikromineral: seng (Zn), besi (Fe), tembaga (Cu), dan selenium (Se).
Kekurangan mineral dapat menyebabkan sapi mudah lemas, pertumbuhan lambat, dan penurunan produksi susu.
Menurut Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), kebutuhan kalsium sapi sekitar 0,4–0,8% dari total pakan kering, sedangkan fosfor sekitar 0,3–0,6% (Sumber: BBLitvet, 2022).
Peternak dapat memberikan mineral tambahan melalui:
-
Garam mineral blok (mineral lick)
-
Campuran mineral premix pada konsentrat
-
Air minum yang mengandung mineral alami
7. Air: Unsur Gizi yang Sering Diabaikan
Meski sering terlupakan, air adalah nutrisi paling vital bagi sapi. Air membantu proses pencernaan, menjaga suhu tubuh, dan melarutkan zat gizi dalam darah.
Sapi dewasa membutuhkan sekitar 30–50 liter air per hari, tergantung pada suhu lingkungan dan jenis pakan yang diberikan (Sumber: FAO Livestock Manual, 2021).
Pastikan air yang diberikan bersih, tidak berbau, dan selalu tersedia setiap saat agar sapi tidak mengalami dehidrasi.
8. Cara Menyusun Pakan Berdasarkan Kebutuhan Gizi Harian
Untuk memastikan semua kandungan gizi terpenuhi, peternak perlu membuat formulasi pakan seimbang. Kombinasikan antara hijauan, konsentrat, dan suplemen dalam takaran yang sesuai.
Berikut contoh sederhana formulasi pakan harian untuk sapi potong:
-
60% hijauan berkualitas (rumput gajah, odot, jerami fermentasi)
-
30% konsentrat (dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa)
-
10% tambahan (mineral, vitamin, garam, air bersih)
Pakan dapat diberikan dua kali sehari: pagi dan sore. Pastikan sapi selalu mendapat waktu cukup untuk mengunyah dan mencerna makanan dengan baik.
Kandungan gizi yang dibutuhkan sapi setiap hari terdiri dari energi, protein, serat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Semua unsur tersebut harus diberikan dalam jumlah seimbang sesuai kebutuhan sapi agar pertumbuhannya optimal dan kesehatannya terjaga.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



