Ternak Tani – Biaya pakan adalah salah satu komponen terbesar dalam usaha peternakan, bisa mencapai 60โ70% dari total biaya produksi (sumber: Kementerian Pertanian RI, 2023). Karena itu, banyak peternak mulai mencari cara agar bisa menekan biaya tersebut. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif.
Limbah pertanian seperti jerami, dedak padi, tongkol jagung, atau kulit kacang sebenarnya masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk pakan ternak. Jika diolah dengan benar, bahan-bahan ini tidak hanya menghemat biaya, tapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah.
Kata kunci utama: pakan alternatif, limbah pertanian, pakan ternak murah, pakan kambing alami, pakan sapi dari jerami
1. Apa Itu Pakan Alternatif dari Limbah Pertanian?
Pakan alternatif dari limbah pertanian adalah pakan yang dibuat dari sisa hasil panen atau pengolahan tanaman yang masih bisa dimanfaatkan untuk ternak. Misalnya jerami padi, ampas tahu, kulit singkong, dan dedak padi.
Menurut penelitian Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), sebagian besar limbah pertanian masih mengandung karbohidrat, serat, dan protein yang cukup untuk kebutuhan dasar ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba.
Namun, bahan-bahan tersebut sering kali memiliki kadar serat kasar tinggi dan protein rendah, sehingga perlu dilakukan pengolahan sederhana agar lebih mudah dicerna dan nilai nutrisinya meningkat.
2. Manfaat Menggunakan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak
Menggunakan limbah pertanian sebagai pakan memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun keberlanjutan pertanian.
๐พ a. Hemat Biaya Produksi
Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, peternak bisa menekan biaya pakan hingga 30โ50% (sumber: Dirjen Peternakan, 2023). Misalnya, jerami padi yang biasanya dibakar dapat difermentasi menjadi pakan berkualitas.
๐ b. Mengurangi Limbah dan Polusi
Setiap musim panen, Indonesia menghasilkan jutaan ton limbah pertanian. Jika tidak dimanfaatkan, limbah ini bisa menimbulkan polusi udara dan pencemaran tanah. Dengan diolah menjadi pakan, limbah tersebut memiliki nilai tambah.
๐ c. Meningkatkan Kemandirian Peternak
Peternak yang mampu membuat pakan sendiri tidak tergantung pada harga pakan pabrikan yang fluktuatif. Ini penting untuk menjaga stabilitas usaha ternak jangka panjang.
3. Jenis Limbah Pertanian yang Bisa Dijadikan Pakan
Berikut beberapa contoh bahan limbah pertanian yang umum digunakan sebagai pakan alternatif:
| Jenis Limbah | Kandungan Utama | Ternak yang Cocok | Cara Pengolahan |
|---|---|---|---|
| Jerami Padi | Serat, karbohidrat | Sapi, kambing | Fermentasi dengan EM4 |
| Ampas Tahu | Protein tinggi | Sapi, babi, ayam | Dikeringkan atau difermentasi |
| Dedak Padi | Energi, lemak | Unggas, kambing | Langsung dicampur dengan bahan lain |
| Kulit Singkong | Karbohidrat | Sapi, kambing | Direbus atau difermentasi |
| Tongkol Jagung | Serat kasar | Sapi, domba | Digiling halus lalu dicampur dedak |
Menurut jurnal Animal Feed Science (2023), kombinasi antara jerami padi dan ampas tahu yang difermentasi bisa meningkatkan kadar protein kasar hingga 10โ12%, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ruminansia.
4. Cara Membuat Pakan Fermentasi dari Limbah Pertanian
Pakan fermentasi menjadi cara populer karena mudah dilakukan dan bisa meningkatkan daya cerna bahan pakan. Berikut langkah-langkah membuatnya:
๐งบ Bahan-Bahan:
-
50 kg jerami padi kering
-
10 kg dedak padi
-
5 liter air gula merah
-
1 botol EM4 (efektif mikroorganisme)
-
Terpal atau drum untuk fermentasi
๐ง Langkah-Langkah Pembuatan:
-
Cacah jerami menjadi potongan kecil (3โ5 cm) agar mudah tercampur dan difermentasi.
-
Campurkan dedak padi dan jerami dalam wadah besar.
-
Larutkan EM4 dan air gula merah dalam air bersih, lalu siramkan ke campuran bahan hingga lembap (tidak terlalu basah).
-
Tutup rapat dengan terpal dan simpan selama 7 hari di tempat teduh.
-
Setelah 7 hari, pakan siap digunakan. Pakan yang berhasil difermentasi memiliki aroma asam manis, tidak berjamur, dan berwarna kecoklatan.
Fermentasi ini membantu menurunkan kadar serat kasar dan meningkatkan kecernaan pakan, sehingga ternak lebih cepat gemuk (sumber: Balitnak, 2023).
5. Tips agar Pakan Alternatif Tetap Bergizi
Agar pakan dari limbah pertanian tetap bergizi dan aman untuk ternak, perhatikan hal-hal berikut:
๐ง a. Gunakan Bahan Segar dan Bersih
Pastikan bahan tidak berjamur, busuk, atau terkontaminasi pestisida. Bahan kotor dapat menurunkan nafsu makan ternak dan menyebabkan gangguan pencernaan.
โ๏ธ b. Kombinasikan Beberapa Jenis Limbah
Jangan hanya menggunakan satu jenis bahan. Campurkan jerami dengan ampas tahu, dedak, dan garam mineral agar komposisi nutrisi lebih seimbang.
โ๏ธ c. Simpan dengan Baik
Pakan fermentasi harus disimpan di tempat teduh dan kering. Jika sudah terbuka, segera habiskan dalam 3โ5 hari agar tidak terkontaminasi udara.
6. Analisis Keuntungan Ekonomi
Mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak bisa menjadi sumber penghematan besar. Contohnya:
| Jenis Pakan | Harga per kg | Biaya per Ekor/Tahun |
|---|---|---|
| Pakan pabrikan | Rp5.000 | Rp2.000.000 |
| Pakan limbah fermentasi | Rp1.500 | Rp600.000 |
Dengan perbandingan di atas, peternak bisa menghemat sekitar Rp1,4 juta per ekor per tahun, tergantung jenis ternak dan bahan yang digunakan (sumber: BPS Peternakan, 2024).
Selain itu, jika produksi pakan dilakukan dalam skala besar, hasilnya juga bisa dijual ke peternak lain sebagai tambahan pendapatan.
7. Dampak Positif terhadap Lingkungan
Selain menguntungkan secara ekonomi, pemanfaatan limbah pertanian juga membantu menjaga keberlanjutan lingkungan. Limbah yang sebelumnya dibakar dan menghasilkan gas rumah kaca, kini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi ternak.
Menurut FAO (2023), pendekatan circular agriculture atau pertanian melingkar seperti ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 20% dan memperpanjang siklus produktif lahan.
8. Langkah Sederhana Memulai di Rumah
Untuk peternak kecil, tidak perlu peralatan mahal. Cukup mulai dengan bahan yang tersedia di sekitar.
Langkah awal:
-
Kumpulkan limbah dari sawah atau kebun.
-
Pelajari proses fermentasi sederhana.
-
Coba uji pada beberapa ekor ternak.
-
Catat hasilnya, lalu kembangkan jika berhasil.
Kunci utamanya adalah konsistensi dan kebersihan proses.
Membuat pakan alternatif dari limbah pertanian bukan hanya solusi hemat biaya, tetapi juga langkah cerdas menuju peternakan berkelanjutan. Dengan sedikit pengetahuan dan kreativitas, limbah yang dulunya tidak bernilai kini bisa menjadi sumber gizi ternak yang murah, berg
Intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino



