Ternak Tani – Sapi yang kehilangan nafsu makan merupakan salah satu tanda awal adanya gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Ketika sapi enggan makan, bobot tubuhnya akan cepat menurun, produksi susu berkurang, dan daya tahan tubuh melemah. Dalam dunia peternakan, hal ini dapat berdampak pada kerugian ekonomi yang cukup besar.
Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2022), penurunan nafsu makan pada sapi sering disebabkan oleh kombinasi antara faktor lingkungan, pakan, dan penyakit. Oleh karena itu, peternak perlu memahami penyebab dan cara penanganannya agar sapi bisa cepat pulih dan kembali produktif.
1. Mengenali Tanda-Tanda Sapi Kehilangan Nafsu Makan
Sebelum mengobati sapi yang kehilangan nafsu makan, peternak harus mampu mengenali tanda-tandanya terlebih dahulu. Beberapa ciri umum sapi yang mengalami penurunan nafsu makan antara lain:
-
Sapi tampak lemas dan tidak aktif.
-
Konsumsi pakan dan air minum berkurang drastis.
-
Produksi susu menurun (pada sapi perah).
-
Frekuensi buang kotoran menjadi tidak teratur.
-
Kadang disertai gejala lain seperti demam, kembung, atau air liur berlebihan.
Menurut situs Livestock Research Center Indonesia (2023), mengenali tanda-tanda ini sejak dini sangat penting agar tindakan pengobatan bisa dilakukan secepat mungkin sebelum kondisi sapi memburuk.
2. Penyebab Sapi Kehilangan Nafsu Makan
Ada berbagai penyebab yang membuat sapi enggan makan, mulai dari masalah ringan hingga gangguan penyakit serius. Berikut beberapa penyebab umumnya:
a. Pakan yang Tidak Sesuai
Kualitas dan jenis pakan sangat memengaruhi nafsu makan sapi. Pakan yang terlalu kering, basi, atau berjamur akan menurunkan selera makan sapi. Pastikan pakan segar dan mengandung gizi seimbang antara hijauan, konsentrat, serta vitamin dan mineral.
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2023), 60% kasus sapi tidak mau makan disebabkan oleh pakan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
b. Stres Lingkungan
Sapi dapat mengalami stres akibat perubahan lingkungan, seperti perpindahan kandang, kebisingan, atau suhu ekstrem. Kondisi ini menyebabkan hormon kortisol meningkat, yang bisa menekan sistem pencernaan dan menurunkan nafsu makan.
Untuk menghindari hal ini, peternak disarankan menjaga kondisi kandang tetap nyaman, bersih, dan tenang.
c. Penyakit Pencernaan
Gangguan pencernaan seperti kembung (bloat), cacingan, dan sariawan mulut (akibat virus FMD atau PMK) juga sering menjadi penyebab utama sapi enggan makan. Jika sapi tampak kesakitan saat mengunyah atau perutnya membesar, segera lakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan.
Sumber: FAO Animal Health Manual (2021) menjelaskan bahwa penyakit pencernaan merupakan penyebab utama penurunan konsumsi pakan pada sapi di negara berkembang.
d. Kondisi Gigi dan Mulut
Masalah pada gigi seperti gigi patah, tajam, atau luka di rongga mulut dapat menyebabkan rasa sakit saat mengunyah. Sapi yang mengalami hal ini biasanya hanya minum tanpa mau makan pakan padat. Pemeriksaan rutin pada mulut sapi perlu dilakukan minimal setiap tiga bulan.
3. Cara Mengobati Sapi yang Kehilangan Nafsu Makan
Mengobati sapi yang kehilangan nafsu makan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan peternak secara sederhana namun efektif:
a. Periksa Kondisi Kesehatan Sapi
Langkah pertama adalah memeriksa apakah sapi mengalami demam, luka, atau gejala penyakit lain. Jika suhu tubuh sapi melebihi 39,5°C, kemungkinan ada infeksi atau radang. Dalam kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
b. Berikan Pakan yang Lebih Menarik
Ganti pakan dengan yang lebih segar dan harum, seperti campuran rumput gajah muda, dedak, dan sedikit molase (tetes tebu). Molase mengandung gula alami yang dapat menambah energi dan meningkatkan selera makan sapi.
Menurut Jurnal Ilmu Ternak Tropika (2022), penambahan molase hingga 5% dalam pakan dapat meningkatkan palatabilitas atau daya tarik pakan hingga 25%.
c. Suplementasi Vitamin dan Mineral
Kekurangan vitamin B kompleks dan mineral seperti kalsium, fosfor, serta magnesium dapat menurunkan metabolisme tubuh dan selera makan. Berikan suplemen yang sesuai dosis anjuran dokter hewan agar kondisi sapi cepat pulih.
d. Berikan Ramuan Alami Penambah Nafsu Makan
Peternak tradisional di Indonesia sering menggunakan ramuan alami seperti jahe, temulawak, kunyit, dan bawang putih yang dicampur air hangat lalu diberikan sebagai minuman herbal. Ramuan ini berfungsi merangsang enzim pencernaan dan memperbaiki fungsi hati.
Sumber: Pusat Penelitian Pertanian dan Peternakan (Puslitbangtan, 2021) menemukan bahwa ekstrak temulawak dapat meningkatkan aktivitas enzim pencernaan pada sapi hingga 30%.
e. Menjaga Kebersihan Kandang
Sapi yang tinggal di kandang kotor rentan terkena infeksi bakteri dan jamur yang menurunkan nafsu makan. Bersihkan kandang setiap hari, ganti alas tidur yang lembap, dan pastikan ventilasi udara cukup baik.
f. Pemberian Cairan Elektrolit
Jika sapi tampak lemas dan dehidrasi, berikan cairan elektrolit melalui air minumnya. Ini membantu menyeimbangkan cairan tubuh dan mempercepat pemulihan.
4. Kapan Harus Memanggil Dokter Hewan
Jika setelah 2–3 hari sapi masih tidak mau makan meski sudah diberi perawatan dasar, segera hubungi dokter hewan. Penanganan medis mungkin diperlukan, seperti:
-
Pemberian antibiotik untuk infeksi.
-
Obat cacing (anthelmintik).
-
Injeksi vitamin dan mineral.
-
Terapi infus untuk mengatasi dehidrasi.
Dokter hewan juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium seperti tes darah atau feses untuk mengetahui penyebab pasti. Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 45 Tahun 2023, setiap peternak wajib melaporkan kasus penyakit hewan yang mencurigakan agar dapat ditangani secara cepat.
5. Tips Pencegahan Agar Sapi Tidak Kehilangan Nafsu Makan
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk menjaga sapi tetap sehat dan lahap makan, peternak bisa menerapkan langkah-langkah berikut:
-
Berikan pakan segar dan berkualitas. Hindari pakan busuk atau berjamur.
-
Jaga kebersihan kandang dan air minum.
-
Lakukan vaksinasi dan obat cacing secara rutin.
-
Hindari stres pada sapi dengan menjaga lingkungan tenang dan sejuk.
-
Pantau suhu tubuh dan kotoran sapi setiap hari.
Menurut Kementerian Pertanian (Kementan, 2023), pencegahan penyakit pencernaan dan manajemen pakan yang baik dapat menurunkan kasus kehilangan nafsu makan hingga 70%.
Sapi yang kehilangan nafsu makan tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan serius. Peternak harus cepat tanggap dengan memeriksa penyebabnya, memperbaiki kualitas pakan, menjaga kebersihan kandang, dan memberikan suplemen atau ramuan alami bila diperlukan.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



