Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Biogas

Gemini Generated Image Js58a0js58a0js58 Gemini Generated Image Js58a0js58a0js58

Ternak Tani – Peternakan sapi tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menghasilkan limbah berupa kotoran sapi yang jumlahnya sangat besar setiap hari. Sayangnya, banyak peternak yang belum memanfaatkan limbah tersebut secara optimal. Padahal, kotoran sapi bisa diolah menjadi biogas, yaitu gas yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob (tanpa oksigen).

Menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM, 2023), satu ekor sapi dewasa dapat menghasilkan sekitar 15–20 kilogram kotoran per hari, dan dari jumlah itu bisa dihasilkan biogas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan memasak satu keluarga. Dengan kata lain, limbah sapi dapat diubah menjadi energi yang berguna, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Apa Itu Biogas dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Biogas adalah campuran gas yang sebagian besar terdiri dari metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂). Gas ini dihasilkan dari proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob). Proses ini disebut fermentasi anaerob.

Kotoran sapi menjadi bahan baku yang sangat baik untuk pembuatan biogas karena kaya akan bahan organik dan mudah terurai. Selain kotoran sapi, bahan lain seperti limbah sayuran, jerami, atau limbah dapur juga bisa dicampurkan untuk meningkatkan produksi gas.

Menurut penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN, 2022), kandungan metana dalam biogas bisa mencapai 50–70%, yang artinya memiliki nilai kalor cukup tinggi untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif, baik untuk memasak, menyalakan genset, atau penerangan.

Manfaat Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Biogas

Mengubah kotoran sapi menjadi biogas memberikan banyak manfaat, baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Berikut beberapa manfaat utamanya:

  1. Menghasilkan Energi Alternatif Ramah Lingkungan
    Biogas bisa digunakan sebagai pengganti elpiji atau kayu bakar. Dengan memanfaatkan biogas, peternak bisa menghemat biaya energi hingga 30–50% per bulan (sumber: ESDM, 2023).

  2. Mengurangi Polusi dan Bau Tak Sedap
    Kotoran sapi yang dibiarkan menumpuk bisa menghasilkan gas metana yang mencemari udara dan menimbulkan bau. Dengan mengolahnya menjadi biogas, limbah tersebut tidak lagi mencemari lingkungan.

  3. Menghasilkan Pupuk Organik Cair dan Padat
    Sisa hasil pembuatan biogas (disebut slurry) bisa digunakan sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi untuk tanaman. Ini membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia di lahan pertanian.

  4. Meningkatkan Pendapatan Peternak
    Selain menghemat energi, peternak juga bisa menjual biogas atau pupuk organik hasil olahan limbah, menambah sumber penghasilan baru.

Baca Juga  Cara Merawat Kambing Bunting agar Sehat

Langkah-Langkah Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Biogas

Proses pembuatan biogas sebenarnya tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan di skala rumahan. Berikut langkah-langkah sederhananya:

1. Menyiapkan Bahan dan Alat

Bahan utama yang diperlukan adalah:

  1. Kotoran sapi segar

  2. Air (perbandingan 1:1 dengan kotoran sapi)

  3. Bahan tambahan seperti jerami atau limbah sayur (opsional)

Alat yang dibutuhkan meliputi:

  1. Digester (tangki fermentasi tertutup)

  2. Pipa penyalur gas

  3. Tabung penampung gas

  4. Kompor biogas atau generator gas

Peternak bisa menggunakan drum plastik besar atau tangki semen sebagai digester, tergantung skala produksinya.

2. Proses Fermentasi

Campurkan kotoran sapi dan air dengan perbandingan yang seimbang hingga menjadi lumpur kental. Masukkan campuran tersebut ke dalam digester, lalu tutup rapat agar tidak ada udara masuk.

Proses fermentasi ini membutuhkan waktu 15–30 hari, tergantung pada suhu dan jumlah bahan. Di dalam digester, bakteri anaerob akan menguraikan bahan organik dan menghasilkan gas metana.

3. Penyaluran dan Pemanfaatan Gas

Gas metana yang terbentuk akan naik ke bagian atas digester dan dialirkan melalui pipa menuju tabung penampung. Dari sana, gas bisa langsung digunakan untuk memasak atau sebagai bahan bakar generator.

Menurut panduan dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (2023), satu meter kubik biogas dapat menghasilkan energi setara dengan:

  1. 0,46 liter elpiji, atau

  2. 0,62 liter minyak tanah, atau

  3. 1,54 kilogram kayu bakar.

Contoh Penerapan di Lapangan

Di beberapa daerah di Indonesia, program biogas dari kotoran sapi sudah mulai berjalan dan memberikan dampak positif. Misalnya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, para peternak sapi perah di bawah binaan Koperasi Susu Sapi Setia Kawan (KSSK) telah berhasil mengolah kotoran sapi menjadi biogas.

Baca Juga  Inovasi Kandang Otomatis untuk Efisiensi Tenaga Kerja

Menurut laporan Kompas.com (2022), satu unit reaktor biogas berkapasitas 6 m³ mampu menampung kotoran dari 4–5 ekor sapi dan menghasilkan gas cukup untuk kebutuhan memasak dua keluarga setiap hari. Selain itu, pupuk sisa hasil fermentasi juga dijual kepada petani sekitar.

Tantangan dalam Pengolahan Biogas

Meskipun banyak manfaatnya, pengembangan biogas dari kotoran sapi juga memiliki beberapa tantangan:

  1. Biaya Awal Pembuatan Reaktor cukup tinggi bagi peternak kecil, sekitar Rp 5–10 juta tergantung ukuran.

  2. Kurangnya Pengetahuan Teknis, terutama dalam merawat digester agar tetap berfungsi optimal.

  3. Masalah Teknis Seperti Kebocoran Gas jika peralatan tidak dirawat dengan baik.

Namun, tantangan tersebut bisa diatasi dengan adanya pelatihan, dukungan dari pemerintah, atau program bantuan CSR dari perusahaan.

Tips Sukses Membuat Biogas di Rumah

  1. Gunakan kotoran sapi segar karena kandungan bakterinya masih aktif.

  2. Jaga suhu digester antara 30–35°C, karena suhu dingin bisa memperlambat produksi gas.

  3. Lakukan pengadukan rutin untuk menjaga keseimbangan mikroba di dalam tangki.

  4. Pastikan pipa dan sambungan tidak bocor agar gas tidak terbuang percuma.

  5. Manfaatkan sisa fermentasi sebagai pupuk organik cair untuk tanaman di sekitar rumah atau lahan pertanian.

Mengolah kotoran sapi menjadi biogas adalah langkah nyata menuju peternakan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain membantu mengurangi limbah dan polusi, biogas juga menyediakan sumber energi murah dan bersih bagi masyarakat pedesaan.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *