Ternak Tani – Menjaga kebersihan kandang adalah salah satu langkah paling penting dalam beternak. Kandang yang bersih bukan hanya membuat ternak nyaman, tetapi juga mencegah timbulnya berbagai penyakit yang bisa menyebabkan kerugian besar bagi peternak. Banyak penyakit hewan ternak seperti scabies, diare, infeksi kulit, hingga penyakit menular seperti anthrax atau leptospirosis muncul karena lingkungan kandang yang kotor dan lembap.
Menurut Kementerian Pertanian RI (Ditjen Peternakan, 2023), lebih dari 60% kasus penyakit pada ternak disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis. Karena itu, menjaga kebersihan kandang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari manajemen kesehatan ternak yang wajib dilakukan setiap hari.
1. Mengapa Kebersihan Kandang Itu Penting
Kandang merupakan tempat tinggal utama bagi ternak. Seperti halnya manusia, ternak juga membutuhkan lingkungan yang nyaman dan bersih untuk tumbuh sehat. Jika kandang kotor, kuman dan parasit dapat berkembang biak dengan cepat, lalu menular ke hewan.
Beberapa dampak dari kandang yang tidak bersih antara lain:
-
Penyakit mudah menular antar hewan melalui kotoran atau pakan yang terkontaminasi.
-
Pertumbuhan ternak terganggu karena stres dan penurunan nafsu makan.
-
Kualitas hasil ternak menurun, baik itu daging, susu, atau telur.
-
Lingkungan sekitar menjadi bau, sehingga mengganggu masyarakat sekitar dan menurunkan nilai ekonomi peternakan.
Seperti dijelaskan oleh FAO (Food and Agriculture Organization, 2022), kebersihan kandang yang baik bisa menekan angka kematian ternak hingga 40% dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.
2. Jenis Kebersihan yang Harus Diperhatikan di Kandang
Kebersihan kandang tidak hanya soal membuang kotoran ternak, tetapi juga meliputi berbagai aspek penting berikut:
a. Kebersihan Lantai dan Dinding
Lantai kandang sebaiknya dibersihkan setiap hari dari sisa kotoran, urin, dan sisa pakan. Gunakan air bersih dan sikat untuk membersihkan bagian yang menempel. Dinding kandang juga perlu disemprot seminggu sekali agar tidak berjamur.
b. Kebersihan Tempat Pakan dan Minum
Tempat pakan dan air minum sering menjadi sumber penyakit jika tidak dibersihkan. Bersihkan wadah setiap hari dan ganti air minimal dua kali sehari agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti E. coli.
c. Sirkulasi Udara
Kandang harus memiliki ventilasi yang cukup. Udara yang lembap dan pengap menjadi tempat favorit bagi bakteri dan virus untuk berkembang. Pastikan ada aliran udara yang baik agar kandang tetap kering dan segar.
d. Pengelolaan Kotoran dan Limbah
Kotoran ternak harus dikelola dengan baik. Buang kotoran ke tempat penampungan khusus atau jadikan kompos. Jangan biarkan menumpuk di dekat kandang karena bisa menghasilkan gas amonia yang berbahaya bagi pernapasan ternak.
Menurut Balai Penelitian Veteriner (Balitvet, 2021), pengelolaan limbah ternak yang benar bisa mengurangi risiko penyebaran penyakit seperti Salmonellosis dan Colibacillosis.
3. Langkah-Langkah Menjaga Kebersihan Kandang
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan oleh peternak:
a. Rutin Membersihkan Kotoran
Setiap pagi dan sore, bersihkan kotoran di lantai kandang. Jika dibiarkan, kotoran dapat menjadi sarang lalat dan sumber penyakit.
b. Semprot dengan Disinfektan
Gunakan cairan disinfektan seperti larutan kaporit ringan atau cairan khusus peternakan seminggu sekali untuk membunuh kuman. Pastikan ternak tidak berada di dalam kandang saat penyemprotan dilakukan.
c. Ganti Alas atau Sekam
Untuk kandang ayam atau kambing, alas kandang seperti sekam atau jerami perlu diganti secara rutin agar tidak lembap. Alas yang basah bisa menyebabkan jamur dan infeksi kulit.
d. Jaga Kebersihan Pekerja
Peternak atau pekerja kandang juga harus menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ternak, serta memakai sepatu atau sandal khusus di area kandang. Ini membantu mencegah penularan penyakit dari manusia ke hewan (zoonosis).
e. Pisahkan Ternak Sakit
Jika ada ternak yang menunjukkan gejala sakit, segera pisahkan ke kandang isolasi. Ini mencegah penularan ke ternak lainnya.
Seperti disarankan oleh Direktorat Kesehatan Hewan (Kementan, 2023), langkah pemisahan ternak sakit dan pemberian disinfeksi rutin adalah dua cara paling efektif dalam mencegah wabah di peternakan.
4. Dampak Buruk Jika Kandang Tidak Dibersihkan
Tidak menjaga kebersihan kandang bisa menimbulkan banyak masalah. Selain menurunkan produktivitas, hal ini juga bisa menimbulkan penyakit berbahaya bagi hewan dan manusia.
Beberapa penyakit yang sering muncul akibat kandang kotor antara lain:
-
Penyakit kulit dan kudis (scabies)
-
Infeksi saluran pencernaan (diare, kolera)
-
Penyakit pernapasan akibat gas amonia
-
Leptospirosis, penyakit menular dari urin hewan ke manusia
Selain itu, kandang yang kotor menyebabkan ternak stres karena lingkungan tidak nyaman. Stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh ternak, membuatnya mudah terserang penyakit.
Menurut Jurnal Peternakan Tropika (2022), kandang yang dibersihkan setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit kulit hingga 80% dibanding kandang yang dibersihkan hanya seminggu sekali.
5. Manfaat Menjaga Kebersihan Kandang Secara Rutin
Kebersihan kandang memberikan banyak manfaat jangka panjang bagi peternak, di antaranya:
-
Ternak lebih sehat dan produktif
Hewan yang tinggal di lingkungan bersih memiliki nafsu makan yang baik dan pertumbuhan optimal. -
Menurunkan biaya pengobatan
Dengan sedikit penyakit, peternak tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk obat-obatan. -
Lingkungan peternakan lebih nyaman
Tidak ada bau menyengat atau serangan lalat yang mengganggu. -
Meningkatkan kepercayaan konsumen
Peternakan yang bersih menandakan pengelolaan profesional, sehingga produk seperti susu atau daging lebih mudah diterima pasar.
Seperti dikutip dari Dinas Peternakan Jawa Barat (2023), peternakan yang menjaga kebersihan dengan baik mampu meningkatkan hasil produksi susu hingga 15–20% karena ternak merasa lebih nyaman.
6. Tips Tambahan untuk Peternak
Selain kebersihan rutin, beberapa hal tambahan bisa membantu menjaga kesehatan kandang:
-
Gunakan penerangan yang cukup agar kandang tidak lembap.
-
Lakukan fogging insektisida alami untuk mengendalikan lalat dan nyamuk.
-
Gunakan desain kandang terbuka agar sinar matahari bisa masuk dan membunuh bakteri alami.
-
Cat ulang dinding kandang setiap beberapa bulan agar tetap steril dan tidak berjamur.
Peternak juga disarankan untuk mencatat jadwal kebersihan kandang secara teratur. Catatan ini membantu memastikan tidak ada bagian yang terlewat.
Menjaga kebersihan kandang bukan hanya soal tampilan, tetapi soal kesehatan dan keberlanjutan peternakan. Kandang yang bersih mencegah penyakit, meningkatkan kenyamanan ternak, dan menjamin hasil panen yang lebih berkualitas.
Kebersihan kandang harus dilakukan setiap hari dengan langkah-langkah sederhana seperti membersihkan kotoran, mengganti air minum, serta melakukan disinfeksi secara rutin. Dengan menerapkan kebersihan yang konsisten, peternak tidak hanya menjaga kesehatan hewan, tetapi juga menjaga kepercayaan konsumen dan keuntungan usaha.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



