Ternak Tani – Usaha peternakan sapi di pedesaan memiliki peluang besar karena daerah pedesaan memiliki banyak faktor pendukung, seperti lahan luas, ketersediaan pakan alami, serta tenaga kerja yang masih relatif murah. Menurut data dari Kementerian Pertanian (Kementan, 2024), permintaan daging sapi di Indonesia terus meningkat sekitar 5% setiap tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 60–70% kebutuhan nasional. Artinya, masih ada peluang besar untuk mengisi kekurangan tersebut melalui peternakan rakyat di pedesaan.
Selain itu, di banyak daerah pedesaan, masyarakat sudah memiliki tradisi beternak sapi sebagai bagian dari kehidupan mereka. Kebiasaan ini mempermudah adaptasi dan pembelajaran dalam pengelolaan usaha ternak sapi secara modern. Dengan dukungan teknologi dan pengetahuan yang semakin mudah diakses, masyarakat desa kini bisa menjalankan peternakan sapi dengan cara yang lebih efisien dan menguntungkan.
Keuntungan Menjalankan Peternakan Sapi di Pedesaan
Ada beberapa keuntungan utama menjalankan usaha peternakan sapi di pedesaan, di antaranya:
a. Biaya Produksi Lebih Murah
Biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam peternakan sapi, bisa mencapai 60–70% dari total biaya produksi (Sumber: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2023). Namun di pedesaan, rumput dan jerami mudah diperoleh secara gratis atau murah. Petani dapat memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, tongkol jagung, atau daun singkong sebagai pakan ternak.
b. Tenaga Kerja Melimpah
Banyak masyarakat di desa yang memiliki waktu luang di luar musim tanam dan panen. Mereka bisa dilibatkan dalam kegiatan peternakan seperti memberi pakan, membersihkan kandang, atau merawat sapi. Hal ini menjadikan peternakan sapi sebagai peluang ekonomi tambahan bagi warga desa.
c. Akses Lahan yang Luas
Salah satu hambatan utama dalam beternak di kota adalah keterbatasan lahan. Di pedesaan, lahan masih luas dan bisa dimanfaatkan untuk membangun kandang serta area penggembalaan. Lahan kosong atau tegalan yang tidak digunakan bisa diubah menjadi kandang sapi produktif.
Jenis Usaha Peternakan Sapi yang Menguntungkan di Pedesaan
a. Sapi Potong
Sapi potong menjadi jenis usaha yang paling banyak dijalankan di pedesaan karena permintaan daging sapi selalu tinggi. Jenis sapi yang banyak dipelihara antara lain sapi Bali, sapi PO (Peranakan Ongole), dan sapi Limousin. Dengan sistem penggemukan, peternak bisa membeli sapi bakalan seharga Rp12–15 juta per ekor dan menjualnya setelah 6–8 bulan dengan harga Rp20–25 juta, tergantung bobot dan kondisi pasar.
b. Sapi Perah
Bagi wilayah pedesaan dengan suhu sejuk seperti di dataran tinggi, usaha sapi perah juga menjanjikan. Susu segar memiliki pasar yang luas, baik untuk konsumsi langsung maupun untuk bahan baku industri makanan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS, 2024), kebutuhan susu nasional masih belum terpenuhi dan 80% masih diimpor. Ini menjadi peluang besar bagi peternak lokal untuk berkontribusi.
c. Penggemukan Sapi (Feedlotting)
Usaha penggemukan sapi cocok bagi petani yang memiliki modal menengah. Konsepnya sederhana: membeli sapi kurus (bakalan), memberi pakan bergizi, dan menjualnya setelah berat badannya naik signifikan. Siklus penggemukan biasanya berlangsung 3–6 bulan, dengan potensi keuntungan mencapai 20–30% per periode penggemukan.
Langkah-langkah Memulai Usaha Peternakan Sapi di Pedesaan
a. Menentukan Tujuan Usaha
Langkah pertama adalah menentukan apakah usaha akan fokus pada penggemukan sapi potong atau produksi susu sapi perah. Keduanya memiliki sistem pemeliharaan yang berbeda, termasuk jenis sapi, pakan, dan kandang.
b. Menyediakan Kandang dan Pakan
Kandang harus dibuat dengan ventilasi baik, tidak lembab, serta memiliki sistem pembuangan limbah yang aman. Di pedesaan, banyak peternak memanfaatkan bahan lokal seperti bambu atau kayu untuk membuat kandang yang ekonomis.
Untuk pakan, sebaiknya memadukan pakan hijauan (rumput, jerami) dan pakan tambahan (dedak, ampas tahu, atau fermentasi). Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2023), pakan fermentasi seperti silase dapat meningkatkan berat badan sapi hingga 15% lebih cepat dibandingkan pakan konvensional.
c. Memilih Bibit Sapi yang Berkualitas
Bibit sapi yang sehat biasanya memiliki bulu mengkilap, nafsu makan baik, dan aktif bergerak. Untuk sapi potong, pilih sapi jantan dengan bentuk tubuh besar dan padat ototnya. Sedangkan untuk sapi perah, pilih sapi betina yang memiliki ambing besar dan simetris.
d. Menjaga Kesehatan Ternak
Kesehatan sapi menjadi faktor kunci keberhasilan. Lakukan vaksinasi rutin dan pemeriksaan kesehatan minimal setiap 3 bulan sekali. Pemerintah melalui Dinas Peternakan setempat biasanya menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk peternak kecil.
Potensi Keuntungan Usaha Peternakan Sapi di Pedesaan
Mari kita lihat simulasi sederhana dari usaha penggemukan sapi di pedesaan:
-
Harga sapi bakalan: Rp12.000.000
-
Biaya pakan dan perawatan (6 bulan): Rp4.000.000
-
Total biaya: Rp16.000.000
-
Harga jual setelah digemukkan: Rp21.000.000
-
Keuntungan per ekor: Rp5.000.000
Jika seorang peternak memelihara 10 ekor sapi, maka dalam 6 bulan ia bisa memperoleh laba bersih sekitar Rp50 juta. Angka ini cukup menarik untuk ukuran usaha di pedesaan.
Selain itu, limbah peternakan seperti kotoran sapi bisa diolah menjadi pupuk organik atau biogas, sehingga menciptakan nilai tambah dan membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Strategi Sukses Menjalankan Peternakan Sapi di Pedesaan
a. Kolaborasi dan Kelompok Tani
Peternak di pedesaan sebaiknya bergabung dalam kelompok ternak. Dengan berkelompok, mereka bisa membeli pakan dalam jumlah besar dengan harga lebih murah, mendapatkan pelatihan dari pemerintah, serta memasarkan hasil ternak bersama.
b. Memanfaatkan Teknologi Digital
Era digital membuka peluang baru untuk promosi dan penjualan. Peternak kini bisa menggunakan media sosial atau marketplace agribisnis seperti Ternaknesia dan SapiBagus.com untuk menjual sapi langsung ke pembeli tanpa perantara. Menurut laporan Katadata (2024), adopsi digital pada sektor pertanian dan peternakan dapat meningkatkan efisiensi hingga 25%.
c. Mengakses Pembiayaan dan Program Pemerintah
Pemerintah melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) menyediakan fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah bagi pelaku usaha peternakan. Peternak juga bisa mengikuti program bantuan sapi dari Kementerian Pertanian, yang bertujuan meningkatkan populasi sapi lokal.
Tantangan dan Solusi
Walaupun menjanjikan, usaha peternakan sapi di pedesaan juga memiliki tantangan seperti penyakit ternak, fluktuasi harga, dan keterbatasan modal. Namun, hal ini dapat diatasi dengan:
-
Menerapkan sistem biosekuriti untuk mencegah penyakit.
-
Membangun kandang yang sehat dan higienis.
-
Menyusun perencanaan keuangan yang matang.
-
Mengikuti pelatihan manajemen peternakan yang kini banyak disediakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Peluang usaha peternakan sapi di pedesaan masih sangat terbuka lebar. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti lahan, pakan alami, dan tenaga kerja, masyarakat desa bisa memperoleh keuntungan yang berkelanjutan. Kunci suksesnya adalah manajemen yang baik, menjaga kesehatan ternak, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



