Ternak Tani – Dalam dunia peternakan kambing, keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada kualitas pakan atau jenis kambing yang dipelihara, tetapi juga pada pengelolaan tenaga kerja. Tenaga kerja adalah ujung tombak yang menentukan bagaimana proses pemeliharaan, pembersihan kandang, hingga distribusi hasil berjalan lancar.
Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2023), peternakan yang memiliki sistem kerja teratur dan pembagian tugas yang jelas dapat meningkatkan produktivitas hingga 30% lebih tinggi dibanding peternakan tanpa manajemen tenaga kerja yang baik. Artinya, mengatur tenaga kerja bukan hanya soal efisiensi, tapi juga investasi dalam keberlangsungan usaha.
Menentukan Jumlah Tenaga Kerja yang Ideal
Langkah awal dalam pengelolaan tenaga kerja peternakan kambing adalah menentukan jumlah pekerja yang ideal. Jangan terlalu banyak karena akan menambah beban biaya, namun juga jangan terlalu sedikit agar pekerjaan tidak terbengkalai.
Sebagai panduan umum, menurut penelitian dari Balai Penelitian Ternak Bogor (2022), satu pekerja bisa menangani sekitar 40–50 ekor kambing dalam sistem pemeliharaan intensif. Jumlah ini bisa berubah tergantung pada sistem kandang, jenis kambing, dan ketersediaan alat bantu seperti mesin pakan atau sistem air otomatis.
Misalnya, jika peternakan memiliki 200 ekor kambing, maka dibutuhkan minimal 4–5 orang pekerja agar pekerjaan bisa terbagi dengan baik antara pakan, kebersihan, dan pengawasan kesehatan ternak.
Pembagian Tugas yang Jelas dan Efisien
Setelah mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah membuat pembagian tugas yang terstruktur. Setiap pekerja sebaiknya memiliki tanggung jawab utama yang jelas.
Contoh pembagian tugas harian di peternakan kambing:
-
Pekerja 1: Menyiapkan dan mendistribusikan pakan.
-
Pekerja 2: Membersihkan kandang dan area sekitar.
-
Pekerja 3: Memantau kesehatan kambing dan melapor bila ada tanda penyakit.
-
Pekerja 4: Mengelola administrasi sederhana seperti catatan pakan, kelahiran, dan penjualan.
Dengan sistem ini, pekerja tidak saling tumpang tindih dan setiap orang merasa memiliki tanggung jawab terhadap bagian tertentu dari peternakan.
Sumber dari FAO (Food and Agriculture Organization, 2021) menekankan pentingnya peran komunikasi antarpekerja agar koordinasi tetap berjalan baik, terutama pada peternakan berskala menengah hingga besar.
Membuat Jadwal Kerja dan Rotasi Tugas
Salah satu kunci sukses manajemen tenaga kerja adalah pembuatan jadwal kerja yang disiplin namun fleksibel. Jadwal kerja membantu menjaga ritme aktivitas harian peternakan agar tidak ada pekerjaan yang terlewat, terutama pada waktu pemberian pakan dan pembersihan kandang.
Sebagai contoh, berikut jadwal sederhana:
-
Pagi (07.00–09.00): Pemberian pakan dan air.
-
Siang (11.00–13.00): Pembersihan kandang dan pengecekan kesehatan kambing.
-
Sore (16.00–17.30): Pemberian pakan tambahan dan persiapan kandang malam.
Selain itu, penting juga melakukan rotasi tugas agar pekerja tidak merasa jenuh. Misalnya, pekerja yang biasanya membersihkan kandang bisa berganti tugas menjadi pengawas pakan seminggu sekali. Hal ini tidak hanya meningkatkan semangat kerja, tetapi juga menambah keterampilan pekerja.
Membangun Komunikasi dan Hubungan Kerja yang Baik
Komunikasi adalah kunci dalam semua bentuk kerja tim, termasuk di peternakan kambing. Pekerja yang merasa didengarkan dan dihargai akan bekerja dengan lebih semangat dan bertanggung jawab.
Pemilik peternakan sebaiknya mengadakan rapat mingguan singkat untuk mendengar keluhan atau masukan dari pekerja. Selain itu, memberikan apresiasi kecil seperti bonus atau pujian terbuka dapat meningkatkan loyalitas tenaga kerja.
Menurut Harvard Business Review (2020), pekerja yang mendapatkan pengakuan atas hasil kerjanya memiliki tingkat produktivitas 37% lebih tinggi dibanding pekerja yang tidak mendapatkan penghargaan apa pun.
Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Pekerja
Pengelolaan tenaga kerja yang efektif juga berarti memberi kesempatan untuk belajar dan berkembang. Pekerja di peternakan kambing perlu memahami dasar-dasar kesehatan hewan, manajemen pakan, hingga teknik reproduksi sederhana.
Pelatihan bisa dilakukan secara internal oleh pemilik yang berpengalaman, atau dengan menghadirkan penyuluh peternakan dari Dinas Pertanian dan Peternakan setempat. Banyak pelatihan gratis yang disediakan pemerintah untuk peternak kecil dan menengah (sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, 2023).
Dengan tenaga kerja yang terlatih, kesalahan kerja bisa ditekan, dan efisiensi meningkat. Misalnya, pekerja yang paham tanda-tanda kambing sakit bisa mencegah penyebaran penyakit sejak dini.
Mengatur Gaji dan Insentif Secara Adil
Aspek keuangan juga tidak kalah penting. Gaji dan insentif harus sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab. Sistem pembayaran yang adil akan menjaga semangat dan loyalitas pekerja.
Beberapa peternakan menerapkan sistem gaji pokok ditambah bonus produktivitas berdasarkan hasil panen susu atau penambahan berat kambing. Misalnya, jika kambing mencapai target pertumbuhan berat badan, pekerja mendapatkan tambahan insentif.
Menurut laporan Kementerian Ketenagakerjaan (2022), sistem penghargaan berbasis kinerja dapat menurunkan tingkat pergantian pekerja hingga 25% dan meningkatkan efisiensi biaya tenaga kerja secara keseluruhan.
Mencatat dan Mengevaluasi Kinerja Pekerja Secara Berkala
Catatan kerja yang rapi membantu pemilik peternakan memantau kinerja individu dan tim. Setiap pekerja dapat dievaluasi berdasarkan ketepatan waktu, kebersihan kandang, dan kesehatan kambing yang mereka tangani.
Evaluasi bisa dilakukan bulanan untuk menilai apakah pembagian tugas dan sistem kerja sudah efektif. Jika ada pekerja yang kesulitan, pemilik bisa memberikan pelatihan tambahan atau menyesuaikan tanggung jawabnya.
Penerapan sistem pencatatan digital juga mulai banyak digunakan oleh peternakan modern. Aplikasi seperti iFarm, SmartGoat, atau e-Peternakan dapat membantu mencatat data harian tenaga kerja dan ternak secara otomatis.
Menumbuhkan Budaya Kerja Positif di Peternakan
Budaya kerja yang positif akan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua orang. Peternakan yang bersih, teratur, dan penuh semangat kerja akan berdampak langsung pada produktivitas kambing dan kualitas hasil.
Pemilik bisa menumbuhkan budaya kerja positif dengan:
-
Memberikan contoh disiplin waktu.
-
Menjaga komunikasi terbuka dan saling menghargai.
-
Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Menurut ILO (International Labour Organization, 2022), tempat kerja yang aman dan bersih dapat meningkatkan efisiensi kerja hingga 20% karena pekerja merasa lebih nyaman dan termotivasi.
Kunci Sukses Ada pada Manusia di Balik Kambing
Pada akhirnya, pengelolaan tenaga kerja di peternakan kambing bukan hanya soal siapa yang memberi pakan atau membersihkan kandang. Ini adalah soal bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama — meningkatkan kesejahteraan ternak dan keberlanjutan usaha.
Dengan pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang baik, pelatihan yang rutin, serta penghargaan yang adil, peternakan kambing dapat berkembang lebih cepat, stabil, dan menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
Intership SMKn 1 Bungo | Ahmad Sarino



