Ternak Tani – Kesehatan sapi adalah salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam usaha peternakan. Sapi yang sehat mampu tumbuh dengan baik, menghasilkan susu dan daging yang berkualitas, serta memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting dilakukan agar kondisi sapi tetap terpantau dan masalah dapat diatasi sejak dini.
Menurut Kementerian Pertanian RI (2023), salah satu penyebab utama kerugian di sektor peternakan adalah karena penyakit ternak yang tidak terdeteksi sejak awal. Pemeriksaan rutin bukan hanya tindakan pengobatan, melainkan upaya pencegahan (preventif) yang jauh lebih murah dibandingkan biaya perawatan ketika sapi sudah sakit.
1. Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Rutin pada Sapi Itu Penting
Pemeriksaan kesehatan rutin memberikan banyak manfaat, terutama dalam menjaga produktivitas ternak. Beberapa alasan mengapa pemeriksaan kesehatan sapi sangat penting antara lain:
a. Mendeteksi Penyakit Sejak Dini
Sapi dapat tampak sehat secara fisik, tetapi sebenarnya mengidap penyakit di dalam tubuhnya. Dengan pemeriksaan rutin, peternak dapat mengetahui tanda-tanda awal gangguan kesehatan seperti cacingan, infeksi saluran pencernaan, atau gangguan pernapasan.
Menurut Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates (2022), deteksi dini penyakit dapat menurunkan angka kematian sapi hingga 40% dan menghemat biaya pengobatan hingga 60%.
b. Meningkatkan Produktivitas
Sapi yang sehat tentu lebih produktif. Untuk sapi perah, kesehatan tubuh sangat berpengaruh pada jumlah dan kualitas susu yang dihasilkan. Sedangkan pada sapi potong, kesehatan berpengaruh pada pertumbuhan bobot badan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu memastikan sapi berada dalam kondisi optimal untuk berproduksi.
c. Mencegah Penularan Penyakit
Banyak penyakit sapi yang dapat menular antarhewan, seperti antraks, brucellosis, dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Dengan pemeriksaan rutin, dokter hewan dapat mengidentifikasi sumber penularan dan melakukan tindakan isolasi untuk mencegah wabah meluas (sumber: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2023).
2. Komponen Pemeriksaan Kesehatan Rutin pada Sapi
Pemeriksaan kesehatan sapi sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Berikut beberapa hal yang umumnya diperiksa oleh dokter hewan atau petugas peternakan:
a. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan ini meliputi pengamatan terhadap kondisi tubuh sapi seperti:
-
Nafsu makan dan perilaku: sapi yang sehat aktif dan memiliki nafsu makan baik.
-
Bulu dan kulit: bulu mengkilap dan tidak ada luka atau jamur.
-
Mata dan hidung: jernih, tidak berair atau berlendir.
-
Suhu tubuh: normalnya 38–39°C.
-
Pernafasan dan detak jantung: diperiksa untuk mendeteksi gangguan pernapasan atau jantung.
b. Pemeriksaan Feses dan Urin
Melalui pemeriksaan feses, dapat diketahui adanya cacing atau parasit dalam tubuh sapi. Warna, tekstur, dan bau kotoran juga menjadi indikator kesehatan pencernaan. Urin sapi yang keruh atau berbau menyengat bisa menandakan adanya gangguan pada ginjal atau hati.
c. Pemeriksaan Darah
Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar sel darah merah, putih, dan hemoglobin. Pemeriksaan ini juga membantu mendeteksi infeksi, anemia, atau kekurangan nutrisi penting. Menurut Jurnal Veteriner Indonesia (2022), pemeriksaan darah rutin sangat dianjurkan dilakukan minimal dua kali setahun pada sapi produktif.
d. Vaksinasi dan Pemberian Vitamin
Bagian penting dari pemeriksaan rutin adalah memastikan sapi mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal, seperti vaksin PMK, SE (Septicemia Epizootica), dan antraks. Selain itu, dokter hewan juga dapat memberikan vitamin tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Waktu Ideal untuk Melakukan Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan kesehatan sapi sebaiknya dilakukan secara teratur minimal setiap 3 bulan sekali. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti:
-
Saat sapi baru dibeli atau datang dari luar kandang.
-
Ketika sapi menunjukkan gejala tidak biasa (lesu, menurun nafsu makan, atau keluar lendir dari hidung).
-
Sebelum dan sesudah melahirkan.
-
Saat terjadi perubahan cuaca ekstrem, seperti musim hujan atau kemarau panjang.
Menurut Pusat Veteriner Farma (Pusvetma, 2023), pemeriksaan rutin sebelum dan sesudah musim hujan sangat disarankan karena kondisi lembab dapat memicu pertumbuhan bakteri dan parasit.
4. Langkah-Langkah Peternak dalam Menjaga Kesehatan Sapi
Selain pemeriksaan rutin oleh dokter hewan, peternak juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ternaknya setiap hari. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
a. Menjaga Kebersihan Kandang
Kandang sapi harus dibersihkan setiap hari agar tidak menjadi sarang penyakit. Lantai kandang sebaiknya memiliki sistem drainase yang baik agar air kotor tidak menggenang. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), kebersihan kandang berpengaruh langsung terhadap kesehatan sapi dan produktivitasnya.
b. Memberikan Pakan Bergizi dan Air Bersih
Sapi membutuhkan pakan dengan kandungan protein, serat, dan mineral yang seimbang. Pastikan juga air minum selalu bersih dan tersedia cukup. Pakan yang basi atau berjamur dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
c. Menjaga Keseimbangan Aktivitas dan Istirahat
Sapi perlu waktu istirahat yang cukup agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Hindari stres akibat kepadatan kandang atau perjalanan jauh tanpa istirahat.
d. Mengisolasi Sapi yang Sakit
Jika ada sapi yang menunjukkan gejala sakit, segera pisahkan dari kelompoknya untuk mencegah penularan. Setelah itu, hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
5. Manfaat Ekonomi dari Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Banyak peternak yang menganggap pemeriksaan kesehatan rutin adalah beban biaya tambahan. Padahal, justru pemeriksaan ini dapat menghemat biaya jangka panjang. Berikut beberapa manfaat ekonominya:
-
Mengurangi risiko kematian sapi, yang bisa menyebabkan kerugian besar.
-
Menekan biaya pengobatan, karena penyakit dapat dicegah sebelum parah.
-
Meningkatkan kualitas hasil produksi, baik daging maupun susu.
-
Menjaga reputasi peternak, terutama bagi yang menjual sapi ke pasar atau rumah potong hewan (RPH).
Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, peternak yang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin mengalami peningkatan produktivitas hingga 25% dibandingkan peternak yang tidak melakukannya.
6. Kolaborasi Peternak dan Dokter Hewan
Pemeriksaan kesehatan rutin akan lebih efektif jika peternak menjalin kerja sama dengan dokter hewan atau petugas kesehatan ternak di wilayahnya. Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan biasanya memiliki program penyuluhan dan pemeriksaan gratis yang bisa dimanfaatkan oleh para peternak kecil.
Selain itu, penggunaan teknologi seperti aplikasi kesehatan ternak juga mulai dikembangkan di Indonesia untuk membantu pemantauan kondisi sapi secara digital.
Pemeriksaan kesehatan rutin bukan hanya kebutuhan, tetapi juga investasi penting bagi peternak sapi. Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, peternak dapat memastikan ternaknya selalu sehat, produktif, dan terhindar dari berbagai penyakit yang dapat merugikan secara ekonomi.
Menjaga kesehatan sapi berarti menjaga keberlanjutan usaha peternakan. Jadi, jangan tunggu sapi sakit baru diperiksa — lakukan pemeriksaan sejak dini untuk hasil yang maksimal.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



