Perawatan Anak Kambing yang Baru Lahir

Gemini Generated Image Dnvtlrdnvtlrdnvt Gemini Generated Image Dnvtlrdnvtlrdnvt

Ternak Tani – Anak kambing yang baru lahir sangat rentan terhadap penyakit, cuaca dingin, dan kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, perawatan yang tepat sejak awal menjadi kunci keberhasilan dalam beternak kambing. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2022), angka kematian anak kambing pada 2 minggu pertama kelahiran cukup tinggi bila perawatan awal tidak optimal.

Dengan memberikan perhatian khusus pada kebersihan kandang, asupan nutrisi, dan suhu lingkungan, peternak dapat meningkatkan kelangsungan hidup anak kambing hingga 95%. Ini juga menjadi dasar penting dalam pengembangan diri peternak untuk lebih memahami tanggung jawab dan ketelatenan dalam proses beternak.

Menjaga Suhu Tubuh dan Lingkungan Anak Kambing

Setelah lahir, anak kambing belum mampu mengatur suhu tubuhnya dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan lingkungan tetap hangat dan kering. Suhu ideal bagi anak kambing baru lahir adalah sekitar 30–32°C selama beberapa hari pertama.

Gunakan jerami kering sebagai alas kandang agar tetap hangat, dan pastikan tidak ada angin langsung yang masuk. Bila cuaca dingin, peternak bisa menggunakan lampu pijar atau pemanas sederhana.

Menurut Pusat Penelitian Peternakan Indonesia (Balitnak, 2021), menjaga suhu tubuh anak kambing dapat mencegah hipotermia yang sering menjadi penyebab utama kematian dini.

Membersihkan Tubuh Anak Kambing Setelah Lahir

Setelah melahirkan, induk kambing biasanya akan menjilati tubuh anaknya untuk membersihkan lendir dan merangsang pernapasan. Namun, jika induk tidak melakukannya, peternak perlu membantu dengan mengelap tubuh anak kambing menggunakan kain bersih dan kering.

Keringkan tali pusar sepanjang 5–7 cm, kemudian olesi dengan larutan yodium 10% agar mencegah infeksi (sumber: FAO Livestock Guidelines, 2020). Proses sederhana ini sangat penting untuk mencegah bakteri masuk melalui luka tali pusar yang masih terbuka.

Baca Juga  Pemanfaatan Limbah Peternakan sebagai Pupuk Organik

Kebersihan tubuh anak kambing juga menjadi latihan bagi peternak untuk membangun sikap teliti dan bertanggung jawab, dua hal yang sangat penting dalam pengembangan diri seorang peternak profesional.

Pemberian Kolostrum: Sumber Imun Terbaik

Kolostrum adalah susu pertama yang keluar dari induk kambing setelah melahirkan. Cairan ini mengandung antibodi, vitamin, dan mineral penting yang dapat memperkuat daya tahan tubuh anak kambing.

Penting untuk memastikan anak kambing menyusu kolostrum dalam waktu 1–2 jam pertama setelah lahir, karena setelah 24 jam penyerapan antibodi akan menurun drastis. Menurut Kementerian Pertanian (2022), pemberian kolostrum tepat waktu dapat mengurangi risiko penyakit hingga 70%.

Jika induk tidak memiliki cukup kolostrum, peternak bisa menggantinya dengan kolostrum beku dari induk lain atau susu pengganti kolostrum komersial.

Menjaga Kebersihan Kandang dan Lingkungan

Kebersihan kandang menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan anak kambing. Kandang yang lembap dan kotor dapat menyebabkan infeksi kulit, diare, dan penyakit pernapasan.

Setiap hari, ganti jerami atau alas kandang yang kotor dengan yang baru. Bersihkan sisa kotoran dan pastikan ventilasi udara berjalan baik. Hindari penumpukan kambing dalam satu kandang karena bisa menimbulkan stres dan mempercepat penyebaran penyakit.

Menurut Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu (BBPP Batu, 2023), peternak yang menerapkan kebersihan kandang secara rutin mampu meningkatkan produktivitas ternak hingga 20%.

Pola Pemberian Susu yang Tepat

Anak kambing sebaiknya disusui oleh induknya secara langsung selama 2–3 bulan pertama. Namun, jika harus disapih atau ditinggal induk, susu dapat diberikan menggunakan botol dot khusus kambing.

Berikan susu hangat sekitar 38–40°C sebanyak 10–15% dari berat badan anak kambing per hari. Contohnya, anak kambing dengan berat 4 kg memerlukan sekitar 400–600 ml susu setiap hari.

Baca Juga  Perjalanan Panjang Usaha Persusuan Sapi di Indonesia: Dulu Jaya, Kini Kok Stagnan?

Pemberian susu yang tepat membantu pertumbuhan optimal dan mencegah gangguan pencernaan. FAO (2021) menyarankan pembagian jadwal minum menjadi 3–4 kali sehari untuk menjaga keseimbangan pencernaan anak kambing.

Pengenalan Pakan Padat Secara Bertahap

Setelah anak kambing berumur 2 minggu, peternak dapat mulai memperkenalkan pakan padat seperti rumput kering lembut atau dedak halus. Ini membantu melatih sistem pencernaan mereka agar siap ketika disapih.

Proses ini harus dilakukan secara bertahap. Jangan langsung mengganti susu dengan pakan padat karena bisa menyebabkan stres atau gangguan pencernaan.

Menurut Jurnal Ilmu Ternak Tropika (2021), pengenalan pakan padat sejak dini dapat mempercepat pertumbuhan rumen (perut bagian pertama) dan meningkatkan efisiensi makan setelah penyapihan.

Menjaga Ketersediaan Air Bersih

Selain susu, air bersih juga penting bagi anak kambing yang mulai belajar makan pakan padat. Pastikan air tersedia sepanjang hari dan diganti minimal dua kali sehari.

Air membantu proses pencernaan, mengatur suhu tubuh, dan melancarkan metabolisme. Air yang kotor dapat menjadi sumber bakteri seperti E. coli yang berbahaya bagi anak kambing.

Kebiasaan menyediakan air bersih secara konsisten juga mengajarkan peternak untuk membangun kedisiplinan dalam menjalankan rutinitas harian peternakan.

Pemberian Vitamin dan Vaksinasi

Anak kambing memerlukan tambahan vitamin dan vaksinasi untuk mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Vitamin A, D, dan E sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sistem imun.

Biasanya, vaksinasi pertama diberikan pada usia 2–4 minggu, tergantung kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter hewan. Vaksin yang umum digunakan adalah vaksin Enterotoxemia dan Tetanus.

Menurut Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI, 2022), vaksinasi rutin dapat menurunkan angka kematian ternak muda hingga 50%.

Perhatian dan Kasih Sayang dalam Perawatan

Selain faktor teknis, kasih sayang dan perhatian juga berperan penting dalam keberhasilan perawatan anak kambing. Hewan ternak yang sering diajak berinteraksi dan diperhatikan cenderung lebih aktif dan tidak mudah stres.

Baca Juga  Cara Menangani Kambing yang Tidak Mau Makan

Peternak yang sabar dan penuh empati terhadap ternaknya juga menunjukkan bentuk pengembangan diri yang tinggi — karena berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab, empati, dan kesabaran dalam menjalani profesi.

Perawatan anak kambing yang baru lahir bukan hanya soal teknis beternak, tetapi juga soal disiplin, ketelatenan, dan rasa tanggung jawab terhadap makhluk hidup. Mulai dari menjaga suhu tubuh, memberikan kolostrum, hingga kebersihan kandang, setiap langkah kecil memiliki dampak besar bagi kesehatan anak kambing.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, peternak dapat meningkatkan produktivitas ternak dan mengembangkan kemampuan diri dalam manajemen peternakan yang berkelanjutan.

intership SMKN 1 Bungo | Ahmad Sarino

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *