Ternak Tani – Merawat sapi hamil membutuhkan perhatian ekstra agar proses kehamilan berjalan lancar dan kelahiran pedet (anak sapi) berlangsung aman. Peternak yang memahami kebutuhan sapi hamil akan lebih mudah menjaga kesehatan induk dan menghasilkan anak sapi yang kuat.
Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (2022), tingkat keberhasilan kelahiran pada sapi sangat dipengaruhi oleh kondisi induk selama masa kebuntingan. Karena itu, pemeliharaan yang baik menjadi kunci utama.
Berikut panduan lengkap perawatan sapi hamil agar melahirkan dengan aman dan sehat.
1. Mengenali Tanda-Tanda Sapi Hamil
Langkah pertama dalam perawatan sapi hamil adalah memastikan bahwa sapi betina benar-benar dalam kondisi bunting. Tanda-tanda awal kehamilan biasanya mulai terlihat setelah 2–3 bulan setelah kawin atau inseminasi buatan.
Beberapa ciri sapi betina hamil antara lain:
-
Nafsu birahi tidak muncul lagi setelah kawin.
-
Perut bagian kiri bawah mulai membesar.
-
Ambing (puting susu) mulai membesar seiring waktu.
-
Sapi terlihat lebih tenang dan makan lebih banyak.
Untuk memastikan kebuntingan, peternak dapat melakukan pemeriksaan kebuntingan (PKB) oleh petugas inseminator atau dokter hewan. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan 60 hari setelah kawin, menggunakan metode palpasi rektal (pemeriksaan melalui anus).
Menurut Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP Batu, 2021), pemeriksaan dini penting dilakukan agar peternak dapat memberikan perawatan khusus sesuai dengan umur kebuntingan sapi.
2. Memberikan Pakan Bergizi dan Seimbang
Nutrisi sangat penting selama masa kehamilan. Sapi hamil membutuhkan energi lebih untuk pertumbuhan janin dan persiapan produksi susu.
Jenis pakan yang ideal untuk sapi hamil meliputi:
-
Hijauan segar: seperti rumput gajah, leguminosa (lamtoro, kaliandra), dan daun singkong.
-
Konsentrat: dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, atau bekatul.
-
Mineral tambahan: garam mineral atau suplemen khusus sapi hamil untuk membantu pembentukan tulang janin.
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2–3 kali sehari, dan air minum harus selalu tersedia. Sapi yang kekurangan gizi selama masa hamil berisiko melahirkan anak lemah atau mengalami gangguan reproduksi.
Menurut Fakultas Peternakan IPB (2020), keseimbangan pakan hijauan dan konsentrat dengan rasio 60:40 mampu meningkatkan kondisi tubuh sapi hamil dan memperlancar proses kelahiran.
3. Menjaga Kebersihan Kandang
Kebersihan kandang sangat berpengaruh terhadap kesehatan induk sapi dan janinnya. Kandang yang lembap dan kotor dapat memicu munculnya penyakit seperti infeksi rahim dan gangguan pencernaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Bersihkan kotoran setiap hari.
-
Keringkan lantai kandang agar tidak becek.
-
Pastikan ventilasi udara cukup agar udara segar masuk.
-
Gunakan alas jerami kering yang diganti secara rutin.
Kandang sapi hamil juga perlu dibuat lebih nyaman dan luas agar induk dapat bergerak bebas tanpa stres. Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (2022), stres pada sapi betina dapat menyebabkan kontraksi dini yang berpotensi membahayakan janin.
4. Pengawasan Rutin dan Pemeriksaan Kesehatan
Sapi hamil harus diperiksa secara berkala oleh petugas kesehatan hewan untuk memastikan kondisinya tetap prima. Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh, berat badan, serta kondisi ambing dan rahim.
Jika terdapat tanda-tanda kelainan seperti nafsu makan menurun, keluar cairan dari alat kelamin, atau gerakan janin tidak terasa, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
Selain itu, vaksinasi dan pemberian obat cacing juga tetap penting dilakukan — terutama pada trimester awal — agar induk tidak terinfeksi parasit yang dapat mengganggu perkembangan janin (Kementan, 2021).
5. Menjaga Kondisi Sapi Menjelang Kelahiran
Menjelang waktu melahirkan (biasanya setelah 9 bulan masa kebuntingan), sapi akan menunjukkan tanda-tanda tertentu, seperti:
-
Ambing membesar dan mengeras.
-
Vagina membengkak dan mengeluarkan lendir bening.
-
Sapi terlihat gelisah dan sering berbaring.
-
Otot panggul mulai kendur.
Pada fase ini, sapi perlu dipisahkan ke kandang khusus melahirkan yang bersih, kering, dan aman. Berikan alas jerami tebal untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan anak sapi yang baru lahir.
Menurut Dinas Peternakan Jawa Tengah (2023), kandang khusus melahirkan sebaiknya berukuran minimal 2,5 x 3 meter agar sapi bisa bergerak leluasa saat proses kelahiran.
6. Membantu Proses Kelahiran dengan Aman
Sebagian besar sapi dapat melahirkan sendiri tanpa bantuan manusia. Namun, peternak perlu tetap siaga jika terjadi kelahiran sulit (dystokia).
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
-
Pantau sapi dari jarak aman, jangan ganggu jika masih dalam proses alami.
-
Jika sudah lebih dari 2 jam sejak tanda kelahiran muncul tapi pedet belum keluar, segera hubungi dokter hewan.
-
Jangan menarik pedet secara paksa karena bisa melukai induk atau anak.
Setelah anak sapi lahir, segera bersihkan lendir dari hidung dan mulutnya agar bisa bernapas dengan baik. Biarkan induk menjilati anaknya untuk merangsang sirkulasi darah dan mempererat ikatan induk-anak.
7. Perawatan Pasca Kelahiran
Perawatan tidak berhenti setelah sapi melahirkan. Induk dan anak sapi memerlukan perhatian khusus pada 2–3 minggu pertama.
Langkah-langkah penting:
-
Pastikan anak sapi menyusu kolostrum (ASI pertama) dalam 1 jam pertama setelah lahir.
-
Periksa kondisi plasenta — biasanya keluar 6–12 jam setelah melahirkan. Jika lebih dari 24 jam belum keluar, segera konsultasikan ke dokter.
-
Berikan pakan bergizi tinggi pada induk untuk memulihkan tenaga dan memproduksi susu.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2022), kolostrum penting karena mengandung antibodi alami yang melindungi anak sapi dari penyakit sejak dini.
8. Pencegahan Masalah Umum pada Sapi Hamil
Beberapa masalah yang sering terjadi selama kebuntingan dan setelah melahirkan antara lain:
-
Keguguran akibat stres, pakan basi, atau infeksi.
-
Retensio plasenta (plasenta tidak keluar).
-
Mastitis atau peradangan ambing.
Untuk mencegah hal tersebut, peternak harus menjaga rutinitas harian dengan disiplin — mulai dari pemberian pakan, kebersihan, hingga pemeriksaan rutin. Hindari perubahan mendadak pada lingkungan kandang atau jenis pakan, karena dapat memicu stres pada induk.
Merawat sapi hamil agar melahirkan dengan aman membutuhkan perhatian pada setiap tahap — mulai dari tanda-tanda awal kehamilan, pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga perawatan setelah melahirkan.
Kunci utamanya adalah keseimbangan antara nutrisi, kebersihan, dan pengawasan kesehatan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, peternak tidak hanya menjaga keselamatan induk, tetapi juga memastikan anak sapi lahir sehat dan kuat.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



