Perbandingan Antara Pakan Hijauan dan Pakan Konsentrat

Gemini Generated Image Dsjf47dsjf47dsjf Gemini Generated Image Dsjf47dsjf47dsjf

Ternak Tani – Dalam dunia peternakan, terutama peternakan sapi, kambing, dan domba, pakan menjadi faktor utama yang menentukan kesehatan dan produktivitas hewan. Secara umum, jenis pakan dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu pakan hijauan dan pakan konsentrat. Keduanya memiliki fungsi penting dan saling melengkapi, namun banyak peternak yang masih bingung tentang perbedaan mendasar dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya.

Menurut Kementerian Pertanian (Kementan, 2023), pakan menyumbang lebih dari 70% biaya operasional peternakan, sehingga memahami perbandingan antara hijauan dan konsentrat sangat penting untuk efisiensi usaha ternak. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai kedua jenis pakan tersebut.

Apa Itu Pakan Hijauan?

Pakan hijauan adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuhan, baik dalam bentuk segar maupun kering. Contoh umumnya seperti rumput gajah, rumput odot, daun lamtoro, daun turi, dan legum seperti kaliandra.

Hijauan merupakan sumber serat kasar dan energi alami yang sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) untuk menjaga fungsi rumen tetap sehat. Tanpa serat yang cukup, sistem pencernaan hewan bisa terganggu.

Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak, 2022), kandungan nutrisi dalam hijauan cukup beragam, tetapi rata-rata mengandung protein kasar 6–12% dan serat kasar sekitar 20–30%. Ini membuatnya sangat baik untuk pakan dasar ternak.

Kelebihan Pakan Hijauan

  1. Murah dan mudah diperoleh – Hijauan bisa ditanam sendiri atau ditemukan di sekitar lingkungan peternak.

  2. Mengandung banyak serat alami yang baik untuk pencernaan.

  3. Bersifat alami dan ramah lingkungan, tanpa bahan kimia tambahan.

  4. Membantu menjaga keseimbangan mikroba rumen pada hewan ruminansia.

Kekurangan Pakan Hijauan

  1. Kandungan energi dan protein rendah, terutama pada musim kemarau.

  2. Sulit disimpan lama, karena cepat layu atau membusuk.

  3. Kualitas tergantung musim dan lokasi penanaman.

Baca Juga  Mengubah Limbah Sapi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Apa Itu Pakan Konsentrat?

Berbeda dengan hijauan, pakan konsentrat adalah pakan yang memiliki kandungan energi, protein, dan mineral tinggi, namun rendah serat. Pakan ini umumnya berasal dari bahan olahan seperti dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, tepung ikan, dan ampas tahu.

Menurut data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH, 2022), konsentrat sering digunakan sebagai suplemen pakan untuk menambah nutrisi yang tidak didapat dari hijauan.

Kelebihan Pakan Konsentrat

  1. Kaya nutrisi – Mengandung protein hingga 20–25% tergantung bahan penyusunnya.

  2. Meningkatkan pertumbuhan dan produksi susu atau daging.

  3. Dapat disimpan lama dan mudah digunakan kapan saja.

  4. Dosis bisa disesuaikan dengan kebutuhan ternak.

Kekurangan Pakan Konsentrat

  1. Biaya lebih mahal dibandingkan hijauan alami.

  2. Jika diberikan berlebihan, dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung (bloat) atau asidosis.

  3. Membutuhkan perhitungan rasio nutrisi yang tepat agar tidak merusak sistem pencernaan hewan.

Perbandingan Nutrisi Pakan Hijauan dan Konsentrat

Untuk memahami perbedaan keduanya lebih jelas, berikut tabel sederhana berdasarkan data dari Balitnak (2023):

Jenis Pakan Protein Kasar (%) Serat Kasar (%) Energi (TDN%) Harga per kg (rata-rata)
Rumput Gajah 9 28 45 Rp 300 – Rp 500
Daun Lamtoro 18 17 55 Rp 400 – Rp 600
Dedak Padi 12 10 65 Rp 3.000 – Rp 4.000
Bungkil Kelapa 20 8 70 Rp 4.000 – Rp 5.000

Dari tabel di atas terlihat bahwa pakan konsentrat jauh lebih kaya energi dan protein, tetapi harganya juga jauh lebih tinggi. Sementara itu, pakan hijauan lebih hemat biaya, namun kandungan nutrisinya tidak setinggi konsentrat.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Hijauan dan Konsentrat?

Idealnya, kedua jenis pakan ini tidak digunakan secara terpisah, melainkan dikombinasikan. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization, 2023), proporsi terbaik untuk ternak ruminansia adalah sekitar 60–70% hijauan dan 30–40% konsentrat dari total kebutuhan pakan harian.

  1. Untuk sapi perah:
    Kombinasi hijauan segar dan konsentrat kaya protein (seperti bungkil kedelai) dapat meningkatkan produksi susu hingga 25%.

  2. Untuk sapi potong:
    Proporsi hijauan yang lebih banyak tetap dibutuhkan, tetapi ditambah konsentrat energi tinggi untuk mempercepat pertambahan bobot badan.

  3. Untuk kambing/domba:
    Hijauan legum seperti lamtoro atau kaliandra bisa dipadukan dengan sedikit dedak padi untuk keseimbangan energi.

Baca Juga  Bagaimana Meningkatkan Produktivitas Peternak Lokal

Dengan kata lain, hijauan berperan sebagai pakan dasar (base feed), sementara konsentrat sebagai pelengkap nutrisi (supplementary feed).

Cara Membuat Pakan Kombinasi yang Efisien

Untuk peternak skala kecil hingga menengah, menggabungkan kedua jenis pakan bisa dilakukan dengan cara sederhana. Berikut beberapa tips praktis:

  1. Gunakan perbandingan 70:30 (hijauan:konsentrat) untuk sapi atau kambing dewasa.

  2. Fermentasi hijauan menggunakan EM4 atau molase agar lebih tahan lama dan meningkatkan kualitas nutrisi.

  3. Gunakan bahan lokal seperti ampas tahu, dedak, dan jagung giling untuk menekan biaya pakan.

  4. Berikan pakan secara bertahap — mulai dari hijauan, lalu baru konsentrat agar sistem pencernaan ternak tidak kaget.

  5. Selalu sediakan air bersih karena pakan tinggi protein membuat hewan butuh lebih banyak air.

Contoh Perhitungan Sederhana untuk Sapi Potong

Misalnya seekor sapi potong dengan bobot 300 kg membutuhkan sekitar 3% dari bobot tubuhnya dalam bahan kering per hari, atau sekitar 9 kg bahan kering.

Jika proporsinya adalah 70% hijauan dan 30% konsentrat, maka:

  1. Hijauan = 6,3 kg bahan kering (sekitar 25 kg rumput segar)

  2. Konsentrat = 2,7 kg bahan kering (sekitar 3 kg dedak dan jagung giling)

Dengan pola ini, sapi akan tetap sehat, pertumbuhannya stabil, dan biaya pakan lebih efisien.

Baik pakan hijauan maupun konsentrat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.

  1. Hijauan cocok sebagai pakan utama karena murah, alami, dan kaya serat.

  2. Konsentrat dibutuhkan untuk melengkapi kekurangan nutrisi dan mempercepat pertumbuhan.

Kombinasi keduanya dengan proporsi yang seimbang akan memberikan hasil terbaik, baik dari segi efisiensi biaya, kesehatan ternak, maupun hasil produksi daging atau susu.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *