Ternak Tani – Dalam dunia peternakan, terutama pada peternakan sapi, keberhasilan reproduksi menjadi faktor penting dalam menentukan produktivitas dan keuntungan. Salah satu kunci utama agar reproduksi berjalan baik adalah mengenali tanda-tanda sapi siap dikawinkan. Jika peternak mampu mengenali waktu birahi dengan tepat, peluang keberhasilan kawin dan kebuntingan sapi akan meningkat secara signifikan (Sumber: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2022).
Sayangnya, banyak peternak — terutama pemula — yang masih kesulitan mengenali tanda-tanda tersebut. Padahal, kesalahan dalam menentukan waktu kawin bisa menyebabkan kegagalan reproduksi dan memperlambat siklus produksi sapi betina.
Mengapa Penting Mengetahui Tanda-Tanda Sapi Siap Dikawinkan
Mengetahui waktu sapi siap dikawinkan bukan hanya soal efisiensi, tapi juga soal manajemen reproduksi yang baik. Jika sapi dikawinkan di luar masa birahi, maka sperma pejantan tidak akan membuahi sel telur dengan optimal, sehingga inseminasi buatan (IB) maupun kawin alam akan gagal.
Menurut Balai Inseminasi Buatan Lembang (BIB Lembang), keberhasilan IB sangat bergantung pada ketepatan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan masa birahi sapi, yang rata-rata berlangsung selama 18–24 jam. Dengan mengenali tanda-tanda birahi lebih awal, peternak dapat melakukan tindakan tepat waktu sehingga tingkat keberhasilan kebuntingan bisa mencapai lebih dari 70% (Sumber: BIB Lembang, 2021).
Tanda-Tanda Fisik Sapi Siap Dikawinkan
Tanda fisik merupakan indikator paling mudah diamati oleh peternak. Berikut beberapa tanda yang paling umum:
1. Vulva (Bagian Kelamin Luar) Membengkak dan Kemerahan
Sapi betina yang birahi biasanya mengalami pembengkakan pada vulva (bagian luar alat kelamin) dan tampak lebih kemerahan dibanding biasanya. Kadang disertai dengan keluarnya lendir bening dan licin dari alat kelamin. Lendir ini berfungsi membantu jalannya sperma menuju sel telur saat kawin atau inseminasi dilakukan (Sumber: Kementerian Pertanian, 2022).
2. Ekor Sering Diangkat dan Terlihat Gelisah
Sapi yang siap dikawinkan sering kali terlihat tidak tenang, mengibaskan ekor, dan menampakkan perilaku tidak biasa. Hal ini merupakan reaksi alami karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat selama masa birahi.
3. Nafsu Makan Menurun
Pada masa birahi, sapi betina cenderung kehilangan nafsu makan dan lebih fokus pada perilaku mencari pejantan. Jika peternak melihat sapi yang biasanya lahap tiba-tiba menjadi malas makan dan tampak gelisah, besar kemungkinan sapi tersebut sedang dalam masa birahi.
4. Keluarnya Lendir dari Vagina
Lendir bening yang keluar dari alat kelamin menjadi salah satu tanda paling khas bahwa sapi betina siap dikawinkan. Lendir ini umumnya muncul di awal masa birahi dan menjadi semakin banyak menjelang ovulasi (keluarnya sel telur).
Tanda-Tanda Perilaku Sapi Siap Dikawinkan
Selain tanda fisik, perilaku sapi juga bisa menjadi petunjuk penting.
1. Sapi Betina Menunggangi atau Ditingkahi Sapi Lain
Sapi yang birahi sering mencoba menunggangi sapi lain atau diam saja saat ditunggangi oleh sapi lain. Perilaku ini disebut standing heat dan merupakan tanda paling kuat bahwa sapi sedang dalam puncak birahi (Sumber: FAO Animal Production Manual, 2021).
2. Sering Menguak atau Mengeruh
Sapi betina akan lebih sering mengeluarkan suara keras seperti memanggil pejantan. Hal ini adalah cara alami untuk menarik perhatian sapi jantan di sekitarnya.
3. Mencium dan Menjilat Sapi Lain
Sapi betina yang birahi juga menunjukkan perilaku sosial lebih aktif, seperti mencium dan menjilat sapi lain, khususnya di bagian ekor atau alat kelamin.
4. Lebih Aktif Bergerak
Sapi yang biasanya diam dan tenang akan menjadi lebih aktif berjalan ke sana kemari, bahkan terlihat seperti gelisah. Aktivitas ini disebabkan oleh perubahan hormon dan peningkatan suhu tubuh.
Waktu yang Tepat untuk Mengawinkan Sapi
Setelah mengetahui tanda-tandanya, langkah selanjutnya adalah menentukan waktu terbaik untuk mengawinkan sapi.
Menurut panduan FAO dan BIB Lembang, waktu kawin terbaik adalah 12 jam setelah sapi menunjukkan tanda birahi pertama kali. Pola umumnya dikenal dengan istilah “AM-PM rule”, yakni:
-
Jika sapi mulai birahi pada pagi hari, kawinkan atau lakukan inseminasi buatan pada sore hari.
-
Jika sapi mulai birahi pada sore atau malam hari, lakukan inseminasi keesokan paginya.
Waktu ini dianggap ideal karena ovulasi (keluarnya sel telur) biasanya terjadi sekitar 10–14 jam setelah puncak birahi, sehingga sperma masih aktif saat bertemu sel telur (Sumber: FAO, 2021).
Ciri Sapi yang Tidak Siap Dikawinkan
Selain mengenali tanda-tanda birahi, penting juga mengetahui ciri sapi yang belum siap dikawinkan agar tidak salah waktu. Beberapa tandanya antara lain:
-
Tidak menunjukkan perilaku gelisah atau menunggangi sapi lain.
-
Tidak ada lendir dari alat kelamin.
-
Vulva tampak kering dan tidak bengkak.
-
Nafsu makan tetap normal dan tidak ada perubahan perilaku.
Memaksakan sapi yang belum birahi untuk dikawinkan hanya akan menyebabkan kegagalan pembuahan dan menambah biaya produksi.
Faktor yang Mempengaruhi Sapi Siap Kawin
Beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan sapi untuk kawin antara lain:
-
Usia dan Kesehatan Reproduksi
Sapi betina biasanya mulai siap dikawinkan pada usia 15–18 bulan, tergantung dari ras dan kondisi gizi. Sapi yang kekurangan nutrisi cenderung terlambat birahi (Sumber: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, 2020). -
Kondisi Tubuh (Body Condition Score)
Sapi yang terlalu kurus atau terlalu gemuk memiliki peluang birahi lebih rendah. Idealnya, sapi betina memiliki skor kondisi tubuh 2,5–3,5 dari skala 5. -
Lingkungan dan Cuaca
Suhu panas ekstrem atau stres akibat perpindahan kandang dapat menurunkan gairah birahi. Oleh karena itu, lingkungan kandang yang nyaman menjadi faktor penting dalam menjaga siklus reproduksi sapi.
Tips Praktis untuk Peternak
Agar proses pengenalan tanda-tanda birahi lebih mudah, peternak dapat menerapkan beberapa langkah sederhana berikut:
-
Amati sapi dua kali sehari, pagi dan sore, saat sapi lebih tenang.
-
Catat siklus birahi setiap sapi agar mudah memprediksi waktu berikutnya.
-
Gunakan alat deteksi birahi, seperti pedometer atau sensor aktivitas, untuk peternakan skala besar.
-
Pastikan pakan bergizi seimbang, karena kekurangan energi atau mineral dapat menunda birahi.
-
Konsultasikan dengan petugas inseminator atau dokter hewan untuk menentukan waktu terbaik IB.
Mengenali tanda-tanda sapi siap dikawinkan adalah keterampilan dasar namun sangat penting bagi peternak. Tanda-tanda seperti vulva membengkak, lendir bening keluar, perilaku menunggangi sapi lain, dan kegelisahan merupakan indikator utama bahwa sapi betina sedang dalam masa birahi.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara



