Vaksin yang Wajib Diberikan pada Sapi

Gemini Generated Image V4mfwcv4mfwcv4mf Gemini Generated Image V4mfwcv4mfwcv4mf

Ternak Tani – Menjaga kesehatan sapi bukan hanya soal pemberian pakan dan perawatan harian, tetapi juga tentang pencegahan penyakit melalui vaksinasi. Vaksin menjadi langkah penting untuk melindungi sapi dari berbagai penyakit menular yang dapat menurunkan produktivitas dan bahkan menyebabkan kematian.

Menurut Kementerian Pertanian RI (2023), vaksinasi sapi merupakan bagian dari program kesehatan hewan nasional untuk mencegah wabah penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Antraks, dan SE (Septicemia Epizootica). Dengan vaksinasi yang tepat dan teratur, peternak bisa mengurangi risiko kerugian akibat penyakit.

Mengapa Vaksinasi pada Sapi Itu Penting

Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh sapi agar mampu mengenali dan melawan virus atau bakteri penyebab penyakit sebelum ternak benar-benar terinfeksi. Sama seperti manusia, sistem imun sapi akan “mengingat” penyakit tersebut sehingga sapi menjadi lebih kebal.

Berdasarkan informasi dari Direktorat Kesehatan Hewan (Disnak, 2022), pemberian vaksin dapat:

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh sapi terhadap penyakit menular,

  2. Mencegah penyebaran penyakit di lingkungan peternakan,

  3. Mengurangi penggunaan antibiotik,

  4. Dan menjaga kualitas daging dan susu tetap aman untuk dikonsumsi.

Dengan begitu, vaksinasi bukan hanya melindungi ternak tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha peternakan.

Jenis-Jenis Vaksin yang Wajib Diberikan pada Sapi

Berikut beberapa vaksin utama yang wajib diberikan kepada sapi, baik untuk sapi potong maupun sapi perah.

1. Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah salah satu penyakit paling menular pada sapi. Penyakit ini disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease Virus (FMDV) yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing, dan domba.

Gejala PMK meliputi:

  1. Luka dan lepuh di sekitar mulut dan kuku,

  2. Air liur berlebihan,

  3. Nafsu makan menurun,

  4. Demam tinggi.

Baca Juga  Jenis-Jenis Sapi Potong dan Ciri-Cirinya

Vaksin PMK wajib diberikan kepada sapi mulai usia 2 bulan, lalu diulang setiap 6 bulan sekali. Menurut FAO (2022), vaksinasi PMK terbukti mampu menurunkan tingkat penyebaran penyakit hingga 90% jika dilakukan serentak di wilayah peternakan.

2. Vaksin Antraks

Antraks merupakan penyakit zoonosis berbahaya (dapat menular ke manusia) yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini bisa bertahan lama di tanah dan menginfeksi sapi melalui luka atau pakan yang terkontaminasi.

Tanda-tanda sapi terkena antraks:

  1. Kematian mendadak,

  2. Darah keluar dari lubang alami seperti hidung atau mulut,

  3. Tidak terjadi pembekuan darah setelah kematian.

Vaksin antraks diberikan setahun sekali. Berdasarkan Balai Besar Veteriner Wates (2021), vaksin ini sangat penting terutama di daerah endemik seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah Sumatera.

3. Vaksin SE (Septicemia Epizootica)

Septicemia Epizootica (SE) atau Hemorrhagic Septicemia adalah penyakit bakteri yang disebabkan oleh Pasteurella multocida. Penyakit ini sering muncul saat perubahan cuaca ekstrem.

Gejalanya:

  1. Sapi demam tinggi,

  2. Kesulitan bernapas,

  3. Bengkak di bagian leher dan dada,

  4. Kematian mendadak jika tidak ditangani.

Vaksin SE biasanya diberikan setiap tahun, terutama menjelang musim hujan. Menurut Kementan.go.id (2022), pemberian vaksin SE mampu menekan angka kematian sapi hingga 70% di wilayah rawan wabah.

4. Vaksin Jembrana

Penyakit Jembrana hanya menyerang sapi Bali dan disebabkan oleh virus Jembrana disease virus (JDV). Penyakit ini tergolong mematikan karena dapat menyebabkan kematian hingga 80% dalam waktu singkat.

Tanda-tanda penyakit Jembrana:

  1. Demam tinggi,

  2. Pembengkakan kelenjar getah bening,

  3. Kelemahan otot,

  4. Penurunan berat badan drastis.

Vaksinasi Jembrana diberikan dua kali setahun, terutama untuk sapi Bali di daerah endemik seperti Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Sumber: Balai Veteriner Denpasar (2023).

Baca Juga  Potensi Pasar Daging dan Susu Kambing di Indonesia

5. Vaksin Brucellosis

Brucellosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Brucella abortus. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan keguguran pada sapi betina, serta menular ke manusia melalui susu mentah.

Gejala utama:

  1. Keguguran mendadak,

  2. Penurunan produksi susu,

  3. Radang sendi dan lemah tubuh.

Menurut FAO (2023), vaksin Brucellosis diberikan sekali seumur hidup pada sapi betina berusia 4–8 bulan. Pemberian vaksin ini juga merupakan bagian dari program “Brucellosis Free Indonesia” yang sedang digalakkan pemerintah.

6. Vaksin Bovine Ephemeral Fever (BEF)

Dikenal juga sebagai Demam Tiga Hari, penyakit ini disebabkan oleh virus Rhabdovirus. Sapi yang terinfeksi biasanya mengalami demam tinggi, pincang, dan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari.

Meskipun jarang menyebabkan kematian, BEF bisa mengurangi berat badan dan produktivitas sapi secara drastis.

Pemberian vaksin BEF:
Dilakukan setahun sekali sebelum musim hujan, karena penularannya dipicu oleh gigitan nyamuk. Berdasarkan data Australian Centre for Disease Preparedness (2022), vaksin BEF efektif mencegah wabah hingga 95%.

Jadwal Umum Pemberian Vaksin pada Sapi

Agar lebih mudah, berikut jadwal umum vaksinasi sapi yang disarankan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia (2024):

Usia Sapi Jenis Vaksin Frekuensi
2 bulan PMK Setiap 6 bulan
4–8 bulan Brucellosis Sekali seumur hidup
6 bulan ke atas Antraks Setiap tahun
6 bulan ke atas SE Setiap tahun
Sesuai wilayah Jembrana / BEF Setahun 1–2 kali

Peternak juga disarankan untuk mencatat jadwal vaksinasi di buku kesehatan ternak agar tidak terlewat.

Tips Agar Vaksinasi Sapi Efektif

  1. Gunakan vaksin resmi dari Dinas Peternakan. Hindari vaksin tanpa label resmi karena bisa berisiko.

  2. Sapi harus dalam kondisi sehat saat divaksin. Sapi yang sedang sakit atau stres sebaiknya ditunda vaksinasinya.

  3. Simpan vaksin sesuai suhu anjuran (2–8°C).

  4. Gunakan alat suntik steril dan pisahkan untuk setiap sapi.

  5. Catat tanggal vaksinasi dan nama petugas.

Baca Juga  Cara Merawat Kambing Bunting agar Sehat

Menurut FAO Animal Health Guidelines (2023), pengawasan dan pencatatan vaksin sangat penting untuk evaluasi keberhasilan program imunisasi pada peternakan.

Manfaat Ekonomi dari Vaksinasi Ternak

Banyak peternak berpikir bahwa vaksin hanyalah biaya tambahan, padahal justru sebaliknya. Vaksin membantu mengurangi kerugian ekonomi akibat kematian atau penurunan produktivitas sapi.

Penelitian oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma, 2022) menunjukkan bahwa vaksinasi dapat menghemat biaya hingga 60% dibandingkan dengan biaya pengobatan setelah sapi sakit.

Selain itu, sapi yang sehat karena vaksinasi:

  1. Lebih cepat tumbuh,

  2. Memiliki nafsu makan baik,

  3. Menghasilkan daging dan susu yang lebih berkualitas,

  4. Dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

Pemberian vaksin wajib pada sapi adalah investasi jangka panjang bagi peternak. Dengan vaksinasi yang teratur, sapi akan lebih sehat, produktif, dan terlindungi dari penyakit berbahaya seperti PMK, Antraks, SE, Brucellosis, dan Jembrana.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Related Posts

SpiSpi
Inspirasi dari Peternak Sapi Perempuan yang Tangguh
Usaha Jaya Printing - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia peternakan...
Read more
Gemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ipGemini Generated Image 38ipxr38ipxr38ip
Kisah Inovatif Peternak Sapi di Tengah Pandemi
Ternak Tani - Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk sektor...
Read more
Gemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9wGemini Generated Image Qt9wndqt9wndqt9w
Perjalanan Peternak Desa Menjadi Pengusaha Daging Nasional
Ternak Tani - Menjadi pengusaha daging nasional tidak selalu dimulai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *