Gubuku – Mau mulai side hustle yang cuan tapi modalnya tipis dan lahannya sempit? Budidaya ikan pakai kolam terpal jawabannya!

Zaman sekarang, jadi entrepreneur muda nggak harus punya lahan luas di kampung halaman. Cukup manfaatkan sisa pekarangan rumah, garasi, atau bahkan rooftop, kamu udah bisa jadi bos kolam sendiri.

Tapi, tunggu dulu! Sering nggak sih dengar cerita kalau kolam terpal itu gampang bau comberan dan ikannya gampang teler? No worries, artikel ini bakal bongkar tuntas panduan pengelolaan kolam terpal hemat lahan dan bebas bau yang dijamin ramah pemula dan pastinya auto-cuan!

Kenapa Harus Kolam Terpal? (Alasan Gen Z Wajib Coba)

Sebelum masuk ke teknisnya, kita bahas dulu kenapa metode kolam terpal ini worth it banget buat dicoba:

  • Ramah Kantong: Modal bikinnya jauh lebih murah dibanding bikin kolam semen permanen.

  • Hemat Ruang: Bisa dipasang di lahan sempit dengan bentuk bundar atau persegi sesuai space yang kamu punya.

  • Gampang Dibersihkan: Kalau panen selesai atau mau kuras, tinggal lipat atau bersihin terpalnya tanpa drama ribet.

3 Langkah Mudah Kelola Kolam Terpal Biar Nggak Bau

Masalah utama pemula biasanya ada di bau air kolam yang mirip comberan. Kalau air udah bau amoniak, ikan bakal stres, ogah makan, dan berujung gagal panen.

Biar kolam terpalmu tetap segar, fresh, dan bebas bau, terapin 3 langkah simpel ini:

1. Siapkan Terpal dan Water Treatment yang Benar

Jangan langsung tebar benih ikan begitu kolam baru jadi! Terpal plastik atau karet biasanya punya zat kimia sisa pabrik.

  • Tips: Cuci bersih terpal, lalu isi air dan diamkan selama 3–5 hari. Kamu bisa tambahkan daun pepaya atau garam krosok untuk menetralisir bau kimia awal.

Baca Juga  Panduan Memulai Budidaya Ikan Nila System Bioflok untuk Pemula

2. Atur Padat Tebar (Jangan Serakah!)

Karena lahannya terbatas, kadang kita pengen masukin bibit ikan sebanyak-banyaknya. Big mistake!

  • Kalau ikan terlalu padat, oksigen di air bakal cepat habis dan kotoran (sisa pakan + feses) numpuk gila-gilaan, bikin air cepat keruh dan bau. Sesuaikan jumlah bibit dengan ukuran luas kolam terpalmu, ya.

3. Andalkan Probiotik & Aerator (Kunci Utama Bebas Bau)

Ini rahasia pro peternak modern! Bau busuk di kolam berasal dari tumpukan amoniak sisa pakan.

  • Solusi Gen Z: Gunakan probiotik khusus perikanan (banyak dijual di e-commerce) untuk mengurai kotoran jadi zat yang aman. Jangan lupa pasang aerator (pompa oksigen) mini biar sirkulasi air tetap lancar dan airnya nggak “mandek”.

penulis: echa smk n 1 merangin.

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *