Gubuku – Sebelum kita bahas cara ngatasinnya, kamu harus tahu dulu kalau keguguran pada kambing itu umumnya dipicu oleh dua faktor utama: Non-Infeksi dan Infeksi (Penyakit).
1. Faktor Non-Infeksi (Human Error & Lingkungan)
-
Nutrisi Buruk / Defisiensi Mineral: Hamil tua butuh energi ekstra. Kalau makanannya kurang gizi atau kekurangan mineral (seperti selenium, kalsium, & vitamin E), janin bisa mati di dalam kandungan.
-
Stres Fisik & Trauma: Kambing kesenggol, diseruduk kambing lain, jatuh, atau kaget gara-gara suara bising berlebih.
-
Keracunan Pakan: Makan rumput yang terkontaminasi pestisida atau tanaman beracun (seperti daun singkong beracun yang tidak dilayukan).
2. Faktor Infeksi (Bakteri & Virus)
-
Waspada penyakit zoonosis/menular seperti Brucellosis, Toxoplasmosis, atau Chlamydiosis. Ini penyakit berbahaya yang bisa bikin keguguran masal di kandang!
Step-by-Step Cara Mengatasi & Mencegah Keguguran Saat Hamil Tua
Biar tingkat keberhasilan kelahiran di peternakan kamu mendekati 100%, terapkan langkah-langkah preventif dan penanganan berikut:
1. Pisahkan ke Kandang Isolesi / Maternity Ward (Wajib!)
Begitu kambing betina masuk usia bunting 3,5 – 4 bulan, segera pindahkan ke kandang individu/karantina.
-
Tujuannya: Mencegah diseruduk kambing lain, ngurangin stres, dan memudahkan kamu buat memantau kondisi fisiknya secara detail.
2. Upgrade Nutrisi & Tambahkan Suplemen Khusus
Janin kambing berkembang paling cepat di usia hamil tua. Jadi, pakan gak boleh pas-pasan!
-
Berikan rumput/rambanan berkualitas yang bersih.
-
Tambahkan pakan konsentrat berkadar protein tinggi.
-
Berikan premix mineral dan vitamin (khususnya Vit E + Selenium) yang bisa dicampur ke pakan/air minum atau lewat suntikan vitamin sesuai anjuran dokter hewan.
3. Jaga Kebersihan Pakan & Hindari Bahan Berbahaya
-
Jangan pernah memberikan pakan yang berjamur, berbau tengik, atau pembusukan (pakan fermentasi yang gagal).
-
Layukan dulu rambanan seperti daun singkong sebelum diberikan biar kadar asam sianidanya (HCN) hilang.
-
Pastikan air minum selalu bersih dan tidak tercemar kotoran.
4. Batasi Akses & Terapkan Biosekuriti Strict
Kalau ada indikasi keguguran karena penyakit menular:
-
Batasi orang luar masuk ke area kandang.
-
Semprotkan disinfektan ke area kandang secara rutin 1–2 kali seminggu.
-
Jauhkan kandang kambing dari kucing liar (karena kucing adalah host utama parasit penyebab Toxoplasmosis).
🚨 Tindakan Darurat Jika Ada Kambing yang Terlanjur Keguguran
Kalau kebetulan ada satu indukan yang mengalami keguguran, lakukan tindakan fast response ini biar gak menular ke kambing lain:
-
Isolasi Langsung: Jauhkan indukan yang keguguran dari kambing bunting lainnya.
-
Bersihkan Area secara Total: Ambil bangkai janin dan ari-ari (plasenta), lalu bakar atau kubur yang dalam. Jangan dibuang sembarangan!
-
Disinfeksi Kandang: Semprot bekas cairan ketuban dan darah di kandang pakai disinfektan keras.
-
Suntik Antibiotik & Analgesik: Konsultasikan ke petugas keswan/dokter hewan untuk pemberian antibiotik biar indukan gak infeksi rahim (metritis) dan bisa produktif lagi di masa depan.
Ringkasan Action Plan untuk Peternak
| Kondisi Kambing | Tindakan Utama |
| Bunting Muda (1–3 Bulan) | Pakan normal, gabung kelompok (asal tidak terlalu padat). |
| Hamil Tua (4–5 Bulan) | Dipindah ke kandang isolasi, tambah konsentrat & mineral. |
| Terjadi Tanda Keguguran | Karantina total, musnahkan jaringan janin, panggil mantri/drh. |



