Gubuku – Buat kamu para Gen Z yang lagi nyari ide bisnis peternakan atau hobi yang belum pasaran tapi punya prospek cerah, penangkaran burung mandar (ayam-ayaman) bisa jadi pilihan yang pas banget.
Burung mandar—atau yang sering disebut burung ayam-ayaman karena bentuk tubuhnya yang mirip ayam kecil dengan kaki panjang khas burung rawa—punya daya tarik tersendiri di kalangan pecinta burung hias dan komunitas unggas air (waterfowl). Karena belum banyak yang menternakkannya secara komersial, peluang pasarnya masih terbuka lebar dan kompetisinya masih minim!
Yuk, simak panduan step-by-step cara memulai penangkaran burung mandar dari nol biar usaha kamu sukses dan minim kegagalan.
Mengenal Burung Mandar / Ayam-Ayaman
Sebelum terjun langsung, kamu wajib kenal dulu sama karakter “calon penghuni” kandang kamu ini:
-
Habitat Asli: Area lahan basah seperti rawa-rawa, sawah, tambak, dan tepi sungai.
-
Karakter: Agak pemalu (shy/skittish), suka bersembunyi di balik vegetasi rimbun, dan sangat aktif di pagi serta sore hari.
-
Pakan Natural: Omnivora (makan biji-bijian, pucuk tanaman air, cacing, serangga, udang kecil, hingga ikan-ikan kecil).
1. Persiapan Kandang Aviar / Semi-Alami
Kunci sukses penangkaran burung mandar ada pada desain kandang yang meniru ekosistem alaminya. Karena burung ini terbiasa di area basah, kandang biasa tidak akan cocok.
-
Desain Kandang Aviary: Buat kandang outdoor/semi-outdoor berukuran minimal dengan tinggi agar burung tidak merasa terkungkung. Tutup bagian atas dan samping dengan kawat ram halus.
-
Fasilitas Kolam Buatan: Wajib menyediakan kolam dangkal (kedalaman ) di dalam kandang untuk tempat mandi, minum, dan mencari makan.
-
Vegetasi & Tempat Bersembunyi: Tanam tumbuhan air atau tanaman rimbun seperti enceng gondok, bambu air, atau rumput gajah. Tumbuhan ini berfungsi sebagai area tempat bersembunyi agar burung tidak gampang stres.
2. Pemilihan Indukan Berkualitas
Untuk memulai penangkaran, pastikan kamu mendapatkan pasangan indukan yang sehat dan siap pijah (produktif):
-
Ciri Indukan Sehat: Bulu bersih dan mengilap, mata cerah tanpa belek, bergerak lincah, serta kotorannya tidak mencret/berdarah.
-
Membedakan Jantan & Betina: Burung mandar jantan umumnya memiliki warna bulu/paruh yang lebih tegas, postur tubuh sedikit lebih besar, dan suara bentakan yang lebih nyaring dibandingkan betina.
-
Proses Perjodohan (Pairing): Jangan langsung disatukan dalam satu kandang! Tempelkan kandang jantan dan betina secara bersebelahan selama 3–7 hari sampai keduanya terlihat saling mendekat tanpa bersikap agresif.
3. Manajemen Pakan & Nutrisi
Sistem pencernaan burung mandar butuh kombinasi antara pakan pabrikan dan pakan alami agar cepat birahi dan rajin bertelur.
-
Pakan Harian (Pokok): Voer halus/sedang (voer ayam petelur atau voer burung berkicau) dicampur dengan sedikit dedak halus.
-
Pakan Extra Fooding (EF): Berikan cacing tanah, jangkrik, ulat bumbung, atau udang rebon segar 2 kali sehari. Pakan tinggi protein ini sangat krusial untuk memicu produksi telur.
-
Suplemen Tambahan: Tambahkan vitamin penetasan/multivitamin pada air minumnya 2–3 kali seminggu.
4. Proses Bertelur & Pengeraman
Ketika indukan sudah cocok dan siap bertelur, sediakan sarang yang mendukung:
-
Kotak Sarang: Buat kotak kayu terbuka atau jerami kering di sudut kandang yang paling rimbun dan tenang.
-
Jumlah Telur: Burung mandar betina umumnya bertelur sebanyak 4–8 butir dalam satu periode.
-
Pengeraman: Indukan akan mengerami telurnya selama kurang lebih 19–21 hari. Selama masa ini, jaga suasana sekitar kandang agar tetap tenang dan jauh dari jangkauan predator seperti kucing atau ular.
Tips Gen Z Pro-Tip: Jika indukan enggan mengerami telurnya karena masih stres, kamu bisa memanfaatkan mesin tetas otomatis (incubator) dengan suhu dan kelembapan untuk memaksimalkan angka kelulusan penetasan (hatching rate).
Do’s & Don’ts Penangkaran Burung Mandar
penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo


