Gubuku – Halo fishkeeper dan para pebisnis aquarium Gen Z! Buat kalian yang hobi jualan ikan hias, cupang, aquascape, atau bahkan bibit ikan konsumsi, pasti pernah ngalamin momen deg-degan pas nungguin paket ikan nyampe ke tangan pembeli di luar kota. Takutnya pas dibuka, ikannya malah gibah sama malaikat alias tewas di jalan. 💀

Tenang, guys! Kirim ikan hidup jarak jauh itu bukan ilmu gaib kok. Kuncinya ada di teknik packing ikan hidup menggunakan oksigen murni. Penasaran gimana caranya biar ikan tetap chill dan selamat sampai tujuan? Let’s check this out!

Kenapa Harus Pakai Oksigen Murni dan Sistem Tertutup?

Buat pengiriman jarak jauh (yang makan waktu lebih dari beberapa jam bahkan berhari-hari), metode packing terbuka pakai wadah biasa udah gak zaman dan sangat berisiko.

Kita pakai sistem tertutup (pakai kantong plastik tebal) yang dipadukan dengan oksigen murni. Kenapa? Karena cara ini bikin air tetap steril, gak gampang tumpah kena guncangan, dan yang paling penting: pasokan oksigen buat si anabul berinsang ini tercukupi dengan stabil.

4 Langkah Mudah Teknik Packing Ikan Hidup Biar Gak “Apes”

Buat kalian yang mau praktek langsung, catat baik-baik tahapan pro ini ya:

1. Puasakan Ikan Dulu (Fase Detox)

Sebelum dikemas, puasakan ikan selama 12 sampai 24 jam terlebih dahulu. Eits, bukan karena gak sayang ya! Pemuaian ini bertujuan biar perut ikan kosong dan mereka gak ngeluarin kotoran (fase ekskresi) di dalam plastik. Kalau airnya kotor karena kotoran sendiri, amonia bakal naik dan bikin ikan keracunan.

2. Siapkan Kantong Plastik Berkualitas (Double Plastik)

Gunakan kantong plastik jenis PE (Polyethylene) yang ketebalannya pas (minimal 2 lapis alias double). Plastik PE ini terkenal lentur, gak gampang robek, dan aman buat tekanan gas.

Baca Juga  Pengelolaan Limbah Perikanan yang Ramah Lingkungan

3. Atur Perbandingan Air dan Oksigen Murni

Masukkan air bersih secukupnya (biasanya 1/3 bagian dari total volume plastik), lalu masukkan ikan yang mau dikirim. Setelah itu, sedot atau buang sisa udara biasa di dalam plastik, lalu tembakkan oksigen murni dari tabung sampai bagian udara/oksigen di dalam plastik terisi sekitar 2/3 bagian.

Rasio Ideal: Perbandingannya biasanya 1 bagian air berbanding 2 atau 3 bagian oksigen murni. Ikat rapat menggunakan karet gelang berlapis atau tali ties dengan kencang agar tidak ada gas yang bocor.

4. Gunakan Kotak Styrofoam untuk Proteksi Ekstra

Supaya makin aman dari benturan kurir yang kadang ugal-ugalan dan buat menjaga suhu air tetap stabil (dingin/adem), masukkan kantong plastik yang sudah diisi ikan tadi ke dalam box styrofoam. Kamu juga bisa menambahkan gel pendingin jika diperlukan untuk perjalanan super jauh.

Penulis:Bila-SMKN 2 Tebo

Related Posts

Cara Beternak Babi Jenis Yorkshire / Large...
Gubuku - Buat kamu para Gen Z yang tertarik terjun...
Read more
Trik Mengatasi Anemia Fe (Kekurangan Zat Besi)...
Gubuku - Buat kamu para peternak muda Gen Z, pernah...
Read more
panduan Manajemen Penimbangan Bobot Babi Siap Potong
Gubuku - Ngedua belas bulan ngerawat ternak, giliran waktu panen...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *