Gubuku – Halo, fish-lovers dan calon sultan tambang air tawar! Buat kalian yang lagi melirik dunia akuakultur atau mau serius terjun ke bisnis pembenihan ikan, pernah dengar istilah pijat striping telur ikan?
Tenang, ini bukan “pijat refleksi” biasa buat bikin ikan rileks setelah penat berenang, ya! Stripping atau pemijatan ini adalah teknik krusial dalam pemijahan buatan (artificial breeding) buat ngeluarin sel telur matang dari induk ikan mas dan patin. Kalau salah teknik, bukannya dapat benih unggul, yang ada malah zonk!
Mau tau cara masterin teknik ini biar sukses panen jutaan benih? Let’s check this out!
Kenapa Sih Harus Pakai Teknik Striping?
Di era modern, mengandalkan pemijahan alami aja kadang kurang efisien buat kejar target bisnis. Nah, metode pembenihan ikan mas dan patin lewat stripping ini punya banyak banget kelebihan:
-
Tingkat Keberhasilan Tinggi: Pembuahan terjadi secara in vitro (di luar tubuh ikan), jadi persentase telur yang dibuahi jauh lebih terkontrol.
-
Bisa Kapan Aja: Nggak perlu nunggu musim kawin alami. Dengan bantuan hormon (seperti ovaprim), proses ovulasi bisa diatur.
-
Kualitas Benih Konsisten: Memastikan suplai bibit ikan mas dan patin di pasaran nggak pernah putus.
Step-by-Step Cara Melakukan Pijat Striping Ikan Mas & Patin
Proses ini nggak boleh asal urut, guys. Butuh vibe yang tenang dan ketelitian tingkat tinggi. Ini dia tahapan detailnya:
1. Seleksi & Persiapan Induk (The Main Character)
Sebelum stripping, pastikan induk ikan mas dan patin sudah matang gonad (siap pijah). Biasanya, induk betina bakal disuntik hormon dulu biar telurnya siap ovulasi.
-
Tips Gen Z: Jangan lupa “pemberokan” (puasakan induk) selama kurang lebih 12–24 jam sebelum eksekusi. Tujuannya? Biar pas dipijat, ikannya nggak “kecelakaan” mengeluarkan kotoran yang bisa mengotori telur.
2. Teknik Pengurutan (The Magic Touch)
Saat waktu ovulasi tiba (biasanya beberapa jam setelah suntikan kedua), saatnya melakukan pijat striping telur ikan:
-
Bungkus kepala induk pakai handuk basah atau kain penutup supaya ikannya tenang dan nggak banyak berontak.
-
Pegang bagian perut ikan secara gentle.
-
Urut perlahan dari bagian sirip perut mengarah ke lubang genital (urogenital). Jangan terlalu ditekan, ya! Cukup beri tekanan konstan sampai telur-telur cantiknya keluar dengan lancar ke wadah steril yang kering.
3. Proses Pembuahan (The Mixing Phase)
-
Untuk ikan patin atau ikan mas jantan, lakukan stripping terpisah untuk mengambil cairan sperma (milt) yang berwarna putih susu.
-
Campurkan sel telur dan sperma di dalam wadah bersih, lalu aduk perlahan pakai bulu ayam selama kurang lebih 2-3 menit agar pembuahan (fertilization) terjadi sempurna.
-
Fun fact: Pastikan wadah penampung benar-benar kering dan jangan kena air dulu, karena air bisa mengaktifkan sperma sebelum waktunya!
4. Pencucian & Penebaran ke Media Penetasan
Setelah tercampur rata, cuci telur menggunakan larutan khusus atau air bersih untuk menghilangkan lendir yang berlebih. Selanjutnya, tebar telur-telur tersebut ke dalam akuarium khusus atau corong penetasan (hatching jar) dengan sirkulasi air dan oksigen yang lancar.
Tunggu beberapa hari (biasanya 2×24 jam untuk patin/tergantung suhu), dan boom! Larva-larva kecil siap menetas menghiasi kolammu.
Penulis:Bila-SMKN 2 Tebo



