Gubuku – Pernah ngerasa jenuh sama hiruk-pikuk kota dan pengen healing ke tempat sejuk yang dikelilingi pemandangan hijau tanpa merusak alam? Buat kamu yang doyan camping, aktif di sadar wisata desa, atau pengen ngebangun local tourism yang mandiri, menata kawasan destinasi wisata camping ground berbasis pengelolaan komunitas desa adalah proyek paling cuan dan berdampak positif!
Tren camping modern lagi naik daun banget di kalangan anak muda. Daripada bukit atau hutan pinus di desamu terbengkalai tanpa pengelolaan, yuk kita bedah cara menata dan mengelolanya dengan gaya santai tapi tetap profesional!
Kenapa Konsep “Komunitas Desa” Bikin Camping Ground Lebih Hidup?
Banyak tempat wisata alam yang awalnya viral, tapi akhirnya ambruk karena dikelola secara asal-asalan atau dimonopoli pihak luar. Pengelolaan berbasis komunitas lokal punya keunggulan telak:
-
Autentisitas Terjaga: Wisatawan dapet pengalaman camping yang natural karena langsung berinteraksi dengan keramahan warga lokal, bukan petugas komersial kaku.
-
Ekonomi Warga Berputar Rata: Hasil tiket masuk, sewa alat, sampai warung kopi dikelola bersama lewat BUMDes atau Sadar Wisata, bukan dibawa kabur investor luar.
-
Keamanan Lebih Terjamin: Karena warga desa ikut menjaga wilayahnya, keamanan para camper dari aksi usil atau gangguan liar jadi jauh lebih aman.
penulis : echa smkn 1 merangin.


