Gubuku – Pernah nggak ngerasa gerah pas musim hujan datang, jalanan desa langsung berubah jadi kolam dadakan atau genangan air comberan yang nggak kunjung surut? Buat kamu yang aktif di Karang Taruna, pegiat lingkungan, atau perangkat desa, membuat jalur resapan biopori skala kawasan adalah solusi paling murah, ramah lingkungan, dan high impact untuk mengatasi masalah drainase mampet.
Daripada cuma ngandelin saluran beton kota yang mahal dan ribet, lubang biopori masif yang dikerjakan gotong royong terbukti ampuh menyerap air hujan sekaligus menyuburkan tanah. Yuk, bedah strategi penerapannya dengan gaya santai tapi fungsional!
Kenapa Genangan di Desa Sering Susah Surut?
Banyak desa mengalami masalah genangan air musiman karena beberapa faktor pemicu:
-
Tanah Tertutup Semen/Paving: Makin banyak halaman rumah warga yang dicor atau dipaving permanen, bikin air hujan kehilangan jalur alami untuk meresap ke dalam tanah.
-
Saluran Air Sedimentasi Tinggi: Got atau parit desa dipenuhi tumpukan sampah plastik dan endapan lumpur, sehingga aliran air tersumbat total.
-
Muka Air Tanah Menurun: Kurangnya cadangan air resapan bikin sumur warga gampang kering saat musim kemarau panjang.
penulis: echa smkn 1 merangin.


